Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Tiba Di Ibu Kota Kerajaan Shandian


__ADS_3

"Kamu sangat beruntung temanku, andaikan aku seberuntung itu" ucap Rach Han sambil mengunyah makanan.


"Itu adalah berkah di balik kesialan" balas Xhin yang kembali meneguk guci arak di tangannya.


"Aku pergi dulu, kamu lanjutkan makanya" ucap Xhin berdiri dari tempat duduknya.


"Terima kasih Xhin, kalau kamu membutuhkan informasi yang lain kamu bisa mencariku" ucap Rach Han kepada Xhin.


Xhin hanya menganggukkan kepalanya, dia lalu menuju ke kasir untuk membayar makanan yang mereka berdua makan.


"Pelayan, berapa semua jumlahnya" ucap Xhin.


"total semuanya yaitu 500 batu roh kualitas rendah" jawab pelayan tersebut.


Xhin lalu mengeluarkan sebuah batu Roh kualitas menengah dari cincin penyimpanan yang diberikan oleh Jiang Fuyang atau Kaisar Dewa pertama.


"Sisanya berikan saja kepada Rach Han" ucap Xhin lalu berjalan keluar.


Xhin lansung terbang menelusuri jalan tadi ke arah yang di katakan Rach Han, saat ini Xhin terbang sangat jauh, hampir 100 ribu Mill tetapi dia belum juga sampai, dari kejauhan hanya terlihat sebuah kastil besar yang di kelilingi oleh tembok tinggi.


Lama terbang, tidak terasa matahari telah terbenam, Xhin tidak menyangka daratan di dunia dewa sangatlah luas berkali-kali lipat jika di bandingkan dengan dunia tengah.


"Lebih Baik aku istirahat dulu" gumam Xhin lalu terbang menjauh dari Jalan, Xhin terbang masuk ke dalam Hutan, setelah dirasanya pas, Xhin lansung turun ke tanah.


"Manipulasi elemen ice"


Sraggg!!!


Xhin lansung membuat sebuah tenda dengan menggunakan elemen ice, tenda yang di buat Xhin tidak terlalu besar atau kecil.


Xhin langsung membuat kursi santai, lalu membaringkan tubuhnya sambil melihat jutaan bintang di langit malam.


"Dari pada begini lebih baik aku periksa cincin penyimpanan yang diberikan oleh pak tua itu, siapa tahu ada sesuatu yang sangat istimewa" batin Xhin.


Xhin lansung memasukan kesadarannya ke dalam cincin penyimpanan yang diberikan oleh kaisar Dewa pertama.


Di dalam cincin penyimpanan.


Xhin melihat tumpukan emas dan batu roh yang berserakan seperti sampah, lama memeriksa mata Xhin lansung tertuju pada sebuah buku usang yang berada berdekatan dengan pedang milik Jiang Fuyang, Xhin lalu memeriksa buku kuno itu..


Xhin membaca lembaran demi lembaran, saat balik ke lembaran selanjutnya Xhin sangat terkejut saat membaca lembaran tersebut.


Tertulis.


Ada sebuah benda yang memiliki energi yang sangat besar, bahkan energinya tidak mampu di jinakkan oleh dewa manapun, nama benda atau batu tersebut adalah galaxy ore.


Galaxy ore tercipta dari ledakan sebuah galaksi, dari ledakan tersebut terciptalah sebuah benda yang sangat menakutkan.


Dahulu ada seorang yang mampu menjinakkan galaxy ore, dengan memiliki tubuh legendaris dia mampu menaklukkan kekuatan besar tersebut, jenis tubuh orang itu adalah tubuh bintang.

__ADS_1


"Apa! Tubuh bintang!! Jadi tubuh bintang bisa menjinakkannya, aku kan mencari galaxy ore itu" ucap Xhin dengan sangat antusias, Xhin lalu kembali membaca.


Akan tetapi dewa tersebut mati karena dikhianati oleh sahabatnya, dan galaxy ore yang berada di tubuhnya di ambil.


Saat mencoba menyerap galaxy ore, tubuh orang tersebut lansung meledak dan galaxy ore menghilang entah kemana.


"******!! Udah berharap terus harapan itu sangat mustahil di cari" batin Xhin.


Xhin lalu menutup buku tersebut, Xhin lalu memeriksa harta berharga lainnya, lama memeriksa Xhin tidak lagi menemukan hal menarik lainnya.


Xhin lalu mengembalikan kesadarannya, karena hari masih larut malam Xhin lansung masuk ke dalam tenda, tidak butuh waktu lama baginya untuk terlelap.


Di pagi hari, Xhin lansung bangun dan membersihkan wajahnya dengan menggunakan elemen air di telapak tangannya.


Setelah selesai Xhin lansung melanjutkan perjalanannya, Xhin terbang dengan sangat cepat menuju ke ibu kota kerajaan Shandian.


Xhin tebang melewati kota-kota kecil di sekitar ibukota kerajaan Shandian, hanya dalam waktu dua jam Xhin sudah sampai di depan gerbang ibu kota kerajaan.


Terlihat antrian yang sangat panjang, Xhin lansung mengantri untuk memasuki ibu kota, lama menunggu kini gilirannya telah tiba.


Xhin juga sangat terkejut saat melihat para prajurit, bagimana tidak. Tingkat kultivasi mereka saja berada di tingkat Kaisar Dewa.


"Tunjukan tanda pengenal mu" ucap salah seorang prajurit.


"Tuan, aku telah kehilangan tanda pengenalku beberapa hari yang lalu karena di rampok oleh kumpulan bandit, jadi apakah bisa aku membuat yang baru" ucap Xhin.


"Huh... alasan ini selalu di pakai para pengembara, kalau mau kasih alasan itu cari yang lain" ucap prajurit yang lain dengan kesal.


Xhin langsung melangkahkan kakinya mengikuti prajurit tersebut, mereka berdua berjalan menuju ke sebuah bangunan yang berada tidak jauh dari Pintu masuk ibu kota.


Setibanya di sana Xhin lansung di bawah ke salah seorang dari wanita yang bertugas untuk membuat tanda pengenal.


"Siapa namamu" ucap perempuan itu tanpa menoleh.


"Namaku Xiao Xhin" ucap Xhin.


Perempuan tersebut lansung mengambil sebuah token berwarna biru, perempuan itu lalu menyalurkan energi spirit ke dalam sebuah jarum Emas, setelah itu dia lansung mengukir nama Xhin pada token Biru tersebut.


"100 batu Roh kualitas menengah" ucap perempuan tersebut.


Xhin lansung memberikan satu batu roh kualitas tinggi, lalu mengambil token tanda pengenalnya.


"Tuan Xhin" saat hendak pergi Xhin kembali di panggil.


"Apakah masih kurang?" Ucap Xhin membalikkan badannya.


"Pria ini tampan sekali" batin perempuan tersebut saat melihat wajah Xhin.


Perempuan itu terkejut saat melihat Xhin, karena dia sedari tadi tidak melihat wajah Xhin saat membuat tanda pengenal.

__ADS_1


"Ini kembaliannya dan untuk mengaktifkannya tuan Xhin hanya perlu memasukkan kesadaran ke token tersebut" ucap perempuan tersebut sambil memberikan sekantong Batu Roh kualitas menengah.


"Terima kasih Nona, aku pergi dulu" ucap Xhin lalu mengambil sekantong batu Roh tersebut.


Xhin lalu melangkah keluar dari bangunan tersebut, akan tetapi Wanita tadi terus menatap punggung Xhin.


Xhin lalu pergi jalan-jalan di dalam ibu kota kerajaan, hampir tiga jam Xhin berkeliling, Xhin lansung menuju tempat penjualan artefak dan peralatan kultivator, tempat tersebut bernama Paviliun Awan Hitam.


Terlihat Bangunan Paviliun Awan Hitam sangatlah besar, banyak sekali para Kultivator muda berlalu lalang memasuki tempat tersebut.


"Hei teman, apakah ada barang bagus hingga kalian semua datang berbondong-bondong ke tempat ini" ucap Xhin bertanya.


"Apakah kamu tidak tahu, besok adalah pembukaan pendaftaran masuk Sakte Petir Langit, jadi kami semua sedang datang untuk membeli artefak dan baju pelindung untuk mengikuti ujian masuk. siapa tahu mungkin ujian kali ini harus melakukan latihan tanding" ucap orang tersebut.


"Terima kasih teman atas informasinya" ucap Xhin lalu permuda tersebut pergi meninggalkan Xhin.


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|

__ADS_1


^^^Bersambung... :)^^^


__ADS_2