
Raut wajah mereka semua seketika berubah saat melihat hanya seorang yang menyerang Sakte mereka.
"Rupanya ada orang yang sudah bosan hidup!!" Ucap salah seorang tetua sambil melepaskan aura tingkat Extreme.
"Yang tersisa di sini hanya semut-semut, tapi ini lebih bagus karena aku tidak akan terlambat untuk makan malam" batin Xhin.
"Cih... Sakte tidak berbobot seperti ini berani menyerang Sakte Serigala Malam, teman-teman dan juga pemimpin Sakte kalian sudah aku antar ke neraka!!!" Teriak Xhin lalu menghilang dari hadapan mereka.
Xhin yang menghilang kemudian muncul di depan salah tetua yang sebelumnya mengatai Xhin, kemudian Xhin membuatnya terkejut dan tidak sempat bereaksi.
"Kegelapan tak berujung"
Slash!!
Tubuh tetua tersebut lansung terbelah dua secara rapi.
"Kalian semua serang dia" teriak salah seorang tetua yang tersisa.
"Seraangggg!!!" Teriak mereka semua.
Xhin lalu membalikkan pandangannya ke arah ratusan murid Sakte Tulang Merah yang melesat menyerangnya.
"Tebasan Ruang"
Slash!!
Slash!!
Slash!!
Seketika separuh dari mereka semua mati begitu saja, genangan darah dan potongan-potongan tubuh berserakan di tanah.
sedangkan ratusan murid yang tersisa lansung terdiam dengan tubuh bergetar saat melihat teman-teman mereka mati dalam sekejap.
Rata-rata murid sakte Tulang Merah yang tersisa hanya berada di tingkat Spirit bumi dan seorang tetua yang tersisa berada di ranah Extreme.
"Kenapa kalian diam saja! Bukannya kalian ingin membunuhku!!"
Xhin kembali menghilang, akan tetapi perlahan satu persatu kepala murid Sakte Tulang Merah yang tersisa terlepas dari tubuh mereka.
Mereka hanya merasakan angin menerpa wajah mereka tetapi setelahnya pandangan mereka berputar dan melihat tubuh mereka sendiri.
Mereka yang melihat satu persatu teman mereka berjatuhan lansung mencoba melarikan diri, akan tetapi tidak semudah yang mereka pikirkan.
Selangkah Xhin melihat mereka yang bergerak lansung ditebas, bahkan ada yang sudah pesrah untuk mati.
Hanya dalam setengah jam Xhin membunuh mereka semua dan yang tersisa hanya seorang tetua.
"Ak-"
__ADS_1
Slash!!
Tidak sempat berbicara Xhin lansung menebas mulutnya hingga terputus kebelakang kepala.
"Membosankan, padah aku sudah berharap banyak" ucap Xhin kecewa.
Xhin lalu mengumpulkan semua cincin penyimpanan yang berada pada mayat-mayat yang dia bunuh.
Setelah itu Xhin menyebarkan kesadarannya keseluruhan sudut bangunan Sakte Tulang Merah untuk mencar.
Setelah itu Xhin menyebarkan kesadarannya keseluruhan sudut bangunan Sakte Tulang Merah untuk mencari benda berharga yang bisa dia ambil.
Setelah beberapa saat kini tersenyum, dia menemukan tumpukan koin emas dan perak, ada juga tanaman spirit dan senjata kelas rendah.
Xhin juga menemukan suatu ruangan yang dilapisi oleh formasi pelindung.
Tanpa menunggu lama Xhin lansung melesat menuju Ke setiap tempat yang terdapat harta berharga.
Hanya butuh waktu beberapa menit Xhin telah selesai mengumpulkan semua koin emas, koin perak.
Untuk tanaman spirit yang belum siap panen, Xhin membuat ruang waktu untuk mempercepat pertumbuhan semuanya.
Hanya dalam waktu 1 menit Xhin telah membuat seluruh tumbuhan spirit yang berada di kebun Sakte Tulang Merah, menjadi tanaman spirit diatasi 100 tahun.
Setelah selesai memetik semua tanaman spirit, Xhin langsung pergi menuju tempat yang dikunci menggunakan formasi
Tidak butuh waktu lama bagi Xhin untuk sampai di tempat tersebut, Xhin lalu memasuki kediaman tersebut.
Sesampainya di sana Xhin melihat sebuah pintu yang sedang dilapisi dengan formasi pelindung tingkat tinggi.
Baammm!!!
Xhin lansung menghantam formasi pelindung, serangan Xhin barusan membuat separuh dari bangunan itu hancur, tetapi formasi pelindung yang melindungi ruangan tersebut tidak hancur, bahkan untuk tergores saja tidak bisa.
"Aku masih membutuhkan isi ruangan ini jadi tidak bisa aku menghancurkannya secara paksa" batin Xhin.
Xhin lalu menyentuh permukaan formasi pelindung, dia lalu masuk kedalam dunia verden untuk mempelajari ilmu formasi.
Xhin mempelajari ilmu formasi menggunakan formasi yang dia sentuh.
Didalam dunia verden, Xhin bisa mempelajari tanpa menghiraukan waktu yang terbuang.
Karena teknik array milik Xhin tidak berbeda jauh dengan ilmu formasi, maka Xhin bisa mengerti tentang tulisan kuno dan lapisan formasi tersebut.
"Formasi pelindung ini adalah formasi tingkat Lima, tulisan kuno ini adalah kumpulan Rune dan untuk mempelajarinya hanya butuh waktu" batin Xhin.
Xhin Lalu kembali mempelajari Rune tersebut, hampir beberapa Minggu berlalu di dunia verden, Xhin telah berusaha semaksimal mungkin tetapi dia tetap tidak bisa mengetahuinya.
"Aku akan mencari beberapa buku tentang ok ilmu formasi, mungkin dengan itu aku bisa mempelajarinya" batin Xhin.
__ADS_1
Xhin lansung pergi dari tempat tersebut, kini dia lansung menuju ke perpustakaan Sakte, tidak butuh waktu lama bagi Xhin.
Setelah Xhin melangkah masuk ke dalam perpustakaan Sakte, Xhin membuka pintu perpustakaan lalu berjalan masuk.
Tranggg!!
tiba-tiba salah seorang perempuan menebasnya, akan tetapi Xhin menghentikan pedang wanita itu dengan satu jari.
"Fhuu.. Seharusnya kamu bersembunyi saja" ucap Xhin yang terlihat seperti tidak bersemangat.
"Pulanglah.. kamu tidak pantas untuk mati di usia muda" ucap Xhin lalu berjalan meninggalkan perempuan tersebut.
"Kenapa kamu tidak mau membunuhku! apa karena kamu kasihan! Aku tidak butuh rasa kasihan darimu!!!"
"Tebasan Ruang"
Slash!
Slash!
Slash!
Xhin memotong pakaian ditubuhnya sehingga yang tersisa hanya dalamnya, perempuan tersebut lansung berdiri terbengong, dia tidak menyangka akan diperbudak sedemikian oleh musuhnya.
"Bukan karena aku kasihan tetapi aku sekarang tidak ingin membunuh siapapun" ucap Xhin.
Xhin kemudian kembali menyebarkan kesadarannya di dalam perpustakaan, mata Xhin seketika melebar, dia tidak menyangka akan menemukan buku kuno tentang ilmu formasi, buku tersebut terlihat sangat berdebu dan tsudah usang.
Xhin juga kini telah mengetahui beberapa puluh buku yang bisa membantunya untuk mempelajari ilmu formasi.
Xhin pergi mengambil semua buku-buku tersebut, beberapa saat kemudian Xhin telah mengambil semua Buku tentang ilmu formasi, tidak hanya mengambil buku tentang ilmu formasi melainkan semua buku yang ada, dia menyimpannya di dalam cincin penyimpanan.
Setelah beberapa saat Xhin telah menyimpan buku formasi dan gulungan jurus yang ada terkecuali buku dan gulungan jurus yang mengandung energi jahat.
Xhin lansung kembali bersemedi dan masuk ke dalam dunia Verden, Xhin lalu Mengeluarkan tumpukan buku-buku tentang ilmu formasi, setelah itu dia membuka salah satu Buku ilmu formasi yang tak lain buku kuno tersebut..
Pada lembaran pertama tertulis bahan-bahan yang di butuhkan untuk belajar ilmu formasi.
kuas spirit
Tinta spirit.
Kertas.
Untuk mempelajari ilmu formasi langkah pertama yaitu meningkatkan pelatihan jiwa, karena dengan jiwa yang kuat maka bisa membuat Rune.
__ADS_1
Yang berikutnya yaitu ketenangan jiwa, untuk belajar ilmu formasi dibutuhkan ketenangan jiwa yang tinggi untuk belajar ilmu formasi, karena dengan jiwa yang tenang maka setiap goresan kuas akan berjalan dengan baik bagi kultivator pemula.