
"Di daratan Alam Maut terdapat Enam tahap, sebelum menyelesaikan masuk ke tahap pertama kalian akan diberikan lima buah token peserta lomba Alam Maut, yang akan dibagikan kepada ketua tim dan lima orang anggota lainnya, karena jumlah kalian ada sepuluh orang maka tim akan dibagi menjadi dua bagian" ucap master Sakte.
"Shan Dro memimpin satu kelompok dengan posisi leaderboard ganjil yaitu: satu, tiga, lima, tujuh, dan sembilan. Sedangkan Xhin akan memimpin satu kelompok yang tersisa dengan posisi leaderboard genap yaitu: dua, empat, enam, delapan, dan sepuluh" lanjutnya.
"Level pertama yaitu kalian harus bisa mengumpulkan Inti Beast Monster tingkat dewa alam sebanyak dua puluh biji untuk satu orang, karena jumlah satu kelompok ada lima orang maka kalian membutuhkan 100 biji inti beast monster tingkat Dewa Alam, jika kalian bisa mengumpulkan Inti Beast Monster tingkat Kaisar Dewa maka kalian hanya membutuhkan lima buah Inti Beast Monster" jelas master Sakte.
"Level kedua yaitu, kalian harus mencapai puncak gunung Pedang dan di tempat itu juga kalian bisa mengasah pemahaman berpedang kalian jika kalian inginkan. Untuk mencapai puncak gunung Pedang kalian akan diharuskan membunuh kelompok lain untuk mengambil token peserta untuk melangkah ke level selanjutnya" lanjut master Sakte.
"Level ketiga sampai ke level lima, kalian hanya perlu mencapai akhir jalan dan untuk level ke terakhir, selama ini belum pernah satu orangpun melewatinya, karena mereka terus tertahan di level ke empat dan level Lima" lanjutnya
"Baiklah Master Sakte, kami akan berusaha sebisa mungkin" ucap Xhin dan diikuti oleh satu persatu dari mereka.
Tidak lama kemudian pelayan tadi dan beberapa pelayan wanita lainnya telah membawakan makanan yang dipesan oleh Xhin.
"Selamat makan semuanya" ucap Xhin lalu menyantap daging beast monster yang buat menjadi daging saus.
"Pantas saja mahal, makanannya saja sekelas restoran bintang lima di bumi" batin Xhin yang terus menyantap makanannya.
Mereka semua begitu menikmati makanan yang di pesan oleh Xhin, hampir dua jam mereka makan dan kini semuanya telah selesai makan.
Xhin langsung memanggil pelayan tadi untuk menghitung jumlah yang harus dibayarnya.
"Pelayan, berapa harga semuanya" ucap Xhin bertanya kepada pelayan tadi.
"Untuk makannya berjumlah Lima ratus ribu batu roh kualitas tinggi, dan untuk arak berjumlah dua ratus ribu batu roh kualitas tinggi, jadi totalnya tujuh ratus ribu batu roh kualitas tinggi" jawab pelayan tersebut membuat mereka semua lansung melebarkan mata.
"Hah... Xhin apakah kamu bisa membayarnya, kalau tidak bisa lebih baik kita patungan saja" ucap master Sakte.
"Xhin ini... jumlah batu roh milikku hanya tiga ratus buah, cukup untuk membantunya membayar kalau uangnya tidak cukup" batin Master Sakte.
"Tidak apa-apa master Sakte, biar aku saja yang membayarnya" jawab Xhin sambil tersenyum.
Xhin lalu mengeluarkan salah satu cincin penyimpanan kosong miliknya, Xhin lalu memindahkan tujuh ratus ribu batu Roh kualitas tinggi ke dalam cincin penyimpanan tersebut.
Setelah itu Xhin memberikan cincin penyimpanan itu kepada pelayan tersebut.
"Silahkan dicek dulu jumlahnya" ucap Xhin.
__ADS_1
"Semuanya pas tuan, tidak kurang dan tidak lebih" jawab pelayan tersebut setelah memeriksa cincin penyimpanan yang diberikan oleh Xhin.
Melihat itu, semua orang lansung penasaran tentang asal-usul Xhin... bagimana tidak, Xhin dengan sangat mudah mengeluarkan batu roh sebanyak itu hanya untuk makan saja, jadi mereka berpikir kalau Xhin berasal dari salah satu kerajaan yang berada di dunia dewa.
"Xhin, tampaknya kita berdua satu tim" ucap Yeu Fan menatap Xhin sambil tersenyum.
"Ehm... Dari tadi kalian berdua terus berbicara, apakah kalian berdua ada masalah.. dan Xhin, kamu sudah memiliki kekasih apakah kamu ingin mengambil semua wanita yang ada di Sakte Petir Langit menjadi kekasihmu, janganlah serakah begitu aku juga ingin memiliki kekasih seperti Fan'er" ucap Chi Cheng yang menekan kata Fan'er.
Chi Cheng merupakan Salah satu murid elite tetapi memiliki agak badan gemuk, dia yang paling penakut di antara para murid elite lainnya, tetapi kemampuannya tidak bisa dipandang sebelah mata.
"Apakah kamu mau mati... Kalau mau aku akan mengabulkannya" ucap Yeu Fan menatap tajam Chi Cheng.
"Sudah-sudah, lebik kalian semua beristirahat untuk mengikuti perlombaan besok" ucap Master Sakte memisahkan mereka.
Mendengar itu mereka semua lansung membubarkan diri, saat Xhin hendak pergi... Tiba-tiba Xhin di tahan oleh master Sakte.
"Xhin... perlombaan Alam Maut kali ini sebagai penentu segalanya, jika kita menang maka Sakte Petir Langit masih menduduki posisi pertama, dan jika kalah maka Sakte Petir Langit kita akan turun ke tingkat keempat, jadi aku harap kamu bisa memenangkan perlombaan ini karena hanya kamu yang mampu melakukannya" ucap Master Sakte.
"Master Sakte tenang saja, aku akan melakukan yang terbaik" jawab Xhin lalu berjalan pergi ke kamarnya.
Setibanya di sana Xhin lansung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, tanpa disadari Xhin langsung terlelap dalam tidurnya.
"Xhin... Bangun perlombaan akan dimulai sebentar lagi" teriak master Fhu Ghui dari luar kamar.
"Sebentar master Fhu, aku akan kebawah" balas Xhin.
Xhin langsung mencuci wajahnya dengan menggunakan elemen air yang dimunculkan di kedua telapak tangannya.
Setelah selesai membersihkan wajahnya, Xhin lansung berjalan keluar dari kamarnya menuju lantai pertama.
Setibanya di lantai pertama, terlihat semua orang telah bersiap-siap.
"Apakah semuanya sudah berkumpul, kalau begitu kalian semua ikuti aku" ucap master Sakte lalu melesat pergi.
Melihat master Sakte telah pergi, mereka semua lansung mengikutinya dari belakang.
Mereka semua lansung menuju ke tengah kota Jiang, hanya butuh waktu beberapa menit untuk mereka sampai di sana.
__ADS_1
Setibanya di sana, terlihat tempat tersebut begitu ramai, karena perlombaan Alam Maut di ikuti oleh banyak sekali kultivator dari berbagai Sakte.
"Kalian semua... kalian lihat yang sana, mereka adalah Sakte Tanah illahi dan yang sana Sakte Angin Musim Semi, kedua Sakte itu sangat kuat dan para peserta dari mereka rata-rata berada di tingkat Dewa Alam sama seperti kalian, tetapi mereka dilengkapi dengan artefak tingkat dewa tertinggi, jadi kalian harus berhati-hati terhadap kedua Sakte itu" jelas master Sakte.
"Master Sakte, aku sebenarnya telah melangkah ke Ranah Kaisar Dewa 3, aku sengaja menyembunyikan tingkat kultivasiku" telepati Xhin kepada master Sakte.
"Ranah Kaisar Dewa tahap 3! Bagimana bisa kamu naik tingkatan secepat itu" balas telepati dari Kaisar Dewa.
"Aku rasa itu tidak perlu di jelaskan... Benarkan Master Sakte" balas telepati Xhin tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
__ADS_1
|
^^^BERSAMBUNG... :)^^^