Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Di Tantang


__ADS_3

Karena belum mengenal betul tempat ini, sepanjang perjalanan Xhin terus bertanya kepada murid-murid yang dia temui.


Beberapa saat mencari kini akhirnya Xhin telah tibah di tempat pelatihan murid bagian dalam.


Xhin langsung melangkah memasuki tempat tersebut sambil terus mencari keberadaan Xiang Yu, mata Xhin langsung tertuju kepada Xiang Yu yang sedang di goda oleh Shan Dhi dan teman-temannya.


"Anak itu.. aku akan membunuhnya jika dia berbuat sesuatu yang tidak-tidak kepada Xiang Yu ku" batin Xhin sambil meremas kepalan tangannya.


Xhin lalu berjalan kearah Xiang Yu yang sedang duduk bersama Shan Dhi dan beberapa temannya yang lain.


Setibanya di sana Xhin lansung memeluk Xiang Yu dari belakang, Xhin lalu meletakan dagunya di pundak Xiang Yu.


"Sayang.. apakah kamu mau tinggal bersamaku di kediaman murid elite, dari pada kamu bergabung dengan buaya tidak berekor seperti dia" ucap Xhin sambil menunjuk ke arah Shan Dhi.


Setelah dipeluk Xhin, Xiang Yu menjadi terkejut dan hampir sempat memberontak untuk melepaskan pelukan tersebut.


Akan tetapi setelah mendengar suara Xhin dan juga dia dapat mengenali bau harum yang di keluarkan oleh keringat Xhin, Xiang Yu langsung mengurungkan niatnya itu.


"Ayo sayang kita pergi, tapi sebelum itu aku sudah sangat lapar" ucap Xiang Yu yang mulai kelihatan manja kepada Xhin.


"Hei... Lepaskan tangan kotormu itu dari Nona Yu, atau kamu akan menerima akibatnya" ancam Shan Dhi.


"Apakah kamu goblok, aku ini pacarnya dan suka-suka aku kalau mau memeluk pacarku sendiri, Makannya kamu juga cari pacar supaya bisa dipeluk. tunggu... apa jangan-jangan kamu itu pencinta sesama jenis... atau tidak ada perempuan yang mau sama kamu" balas Xhin yang membuat Shan Dhi naik darah karena dia dipermalukan di depan teman-temannya.


"Kamu begitu sombong setelah menjadi murid elite, kalau kamu berani aku menantangmu untuk berduel dengan aku, yang kalah tidak boleh mendekati Nona Yu" Teriak Shan Dhi yang membuat semua orang lansung menatap mereka.


Bahkan murid-murid yang mendengar itu lansung berdatangan mengerumuni mereka.


"Kenapa aku harus menerima tantanganmu itu, Xiang Yu adalah calon istriku dan apa urusannya dengan mu" balas Xhin lalu menarik tangan Xiang Yu untuk pergi dari tempat itu.


"Apakah Kekuatan murid elite hanya buah bibir saja, ataukah kamu saja yang berada di tempat yang salah menjadi murid elite" teriak Shan Dhi untuk mempermalukan Xhin, lebih tepatnya memancing emosi Xhin.


"Yu'er Kali ini kamu jangan melarang ku" ucap Xhin melepaskan genggaman tangannya dari Xiang Yu, lalu kembali menuju ke arah Shan Dhi.


"Kamu akan menyesal berhadapan denganku" ucap Xhin dengan tatapan mata tajam seakan-akan mau memotong tubuh Shan Dhi menjadi potongan-potongan kecil.


Tatapan mata naga Xhin membuat mereka semua yang melihatnya menjadi merinding, bahkan tatapan intimidasi Xhin membuat mereka semua yang melihatnya kesulitan untuk bergerak.


"Tatapan orang ini sangat menakutkan, aku merasa seperti dewa kematian telah menggenggam tanganku, aku tidak akan ikut campur masalah ini walaupun Shan Dhi juga adalah seorang pangeran" batin salah teman Shan Dhi yang berada di sebelah kanannya.


"Kenapa tubuhku menjadi gemetaran, padahal aku tidak berbuat salah kepadanya" batin salah satu teman Shan Dhi yang berada di sebelah kirinya.

__ADS_1


"Apakah kamu ketakutan sampai-sampai tidak bisa bergerak? padahal kamu sendiri yang menantang aku" ucap Xhin kepada Shan Dhi yang hanya terdiam dan tidak bergerak sedikitpun.


"Hehehe... Ayo kita masuk arena" ucap Shan Dhi


"Kakakku yang paling kuat saja sangat kesulitan berhadapan denganku, tetapi kamu yang hanya beruntung ini paling bertingkah" batin Shan Dhi.


Mereka berdua lansung menuju ke arena latihan setelah memberi pengajuan tanding kepada salah satu master.


Sebelumnya master tersebut sempat menolak pertandingan itu karena kedudukan murid elite hampir setara dengan kedudukan Master, akan tetapi karena di paksa oleh mereka berdua terutama Xhin sendiri, akhirnya master tersebut memperbolehkan mereka berdua bertanding.


Mereka berdua di izinkan bertanding, dengan syarat tidak boleh membunuh.


Hanya dalam lima menit kabar tersebut terdengar seisi Sakte, banyak sekali orang-orang berdatangan ke tempat pelatihan murid bagian dalam untuk menyaksikannya.


Para murid elite yang lain juga penasaran dengan kekuatan Xhin, jadi mereka datang melihatnya bertanding.


"Aku harap dia tidak mempermalukan Kita sebagai murid elite" ucap salah seorang perempuan yang juga merupakan murid elite.


"Adikku sangatlah tangguh, aku saja sedikit kesulitan menghadapinya di saat dia serius, aku yakin anak baru itu akan kalah" ucap Shan Dro yang merupakan peringatan pertama murid elite.


Shan Dro dan Shan Dhi merupakan kakak beradik berbeda ibu, Shan Dro merupakan putra mahkota kerajaan Shandian, sedangkan Shan Dhi adalah anak dari selir dan posisinya hanya sebagai pangeran.


Akan tetapi mereka berdua sangat akrab dan sudah seperti saudara kandung sendiri.


Shan Dhi lansung mengalirkan elemen Petir ke kedua pedangnya tersebut, Seketika kedua pedangnya lansung diselimuti petir biru yang berkelap-kelip.


"Kamu akan kubuat cacat hari ini" Ucap Shan Dhi sambil melepaskan Aura tingkat Dewa Putih tahap lima.


Setelah Shan Dhi bergabung dengan murid bagian dalam, dia lansung menduduki peringkat ke dua murid bagian dalam.


Karena tingkat kultivasi miliknya hanya berbeda dua tahap, dengan murid yang menempati posisi peringkat pertama murid bagian dalam dan berbeda satu tingkatan ranah dengan peringkat tiga murid bagian dalam.


Aura Dewa Putih milik Shan Dhi seketika membuat sebuah tekanan intimidasi yang sangat besar bagi para murid yang memiliki tingkat kultivasi yang berada satu tingkat ranah di bawahnya.


Untungnya segel pembatas arena telah diaktifkan, jadi mereka hanya merasakan sedikit tekanan intimidasi dari Shan Dhi.


"Apakah kamu mau melawanku dengan tekanan selemah ini" ucap Xhin.


Xiang Yu yang sebelumnya tidak ingin melihat Xhin bertarung, kini dia telah berubah pikiran dan ingin sekali mengetahui kekuatan Xhin.


"Cih... Kesombongan mu akan berakhir di sini" ucap Shan Dian lalu melesat dengan sangat cepat kearah Xhin.

__ADS_1


"Teknik pedang kembar, tebasan Halilintar"


Sreett!!!


Duaaarrtt!!!


Seketika tercipta kabut tebal dari ledakan tersebut, mereka semua mengira Xhin tidak dapat menghindar dari serangan cepat Shan Dhi.


Akan tetapi sebelum serangan itu menyentuh Xhin, dia sudah menghilang dengan cepat untuk menghindari tebasan pedang Shan Dhi.


"Kamu begitu agresif, tapi karena kamu melawanku dengan pedang, maka aku juga akan mengeluarkan pedangku" ucap Xhin yang muncul di tempat Shan Dhi sebelumnya.


l


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|

__ADS_1


^^^Bersambung... :)^^^


__ADS_2