
Xhin menciptakan dimensi ruang lalu Xhin masuk ke dimensi tersebut untuk menghindari serangan gabungan dari ribuan beast monster.
BOOOOOMMMMM!!!
"Kakak!! Tidak mu.. ngkin" teriak Xiao Yuan yang melihat kejadian tersebut.
Pandangan Xiao Yuan Seketika memucat, terlihat Xiao Yuan terbengong dengan pandangan seakan kosong, dia tidak bisa merasakan aura kakaknya itu, jadi dia tahu kakaknya telah tewas.
"20 tahun baru pulang ke rumah, dan sekarang mati begitu saja" ucap Xiao Yuan dengan tatapan kosong.
Dari serangan gabungan itu, tercipta ledakan yang sangat besar dalam radius 10 mil, ledakan besar tersebut meratakan pepohonan yang berada di tengah hutan Gelap, wajar saja dia mengira Xhin sudah mati terkena serangan tersebut dan juga dia tidak bisa merasakan aura milik Xhin.
Bahkan ada juga ribuan beast monster yang berada tingkat Saint kebawah mati begitu saja, hutan yang tadinya penuh dengan pepohonan berwarna hitam kini menjadi gundul.
Tiba-tiba pandangan Xiao Yuan tertuju pada lingkaran dimensi ruang yang muncul, seketika wajahnya kembali tersenyum karena dia melihat Xhin keluar dari lingkaran dimensi ruang tersebut.
"Aku sudah tahu kalau kakak tidak akan mudah mati" ucap Xiao Yuan.
Xhin kini lansung mengalirkan hampir seluruh energi spiritnya yang tersisa ke pedang Rebellion, Xhin lansung menggabungkan elemen angin dan api Pink.
"Tebasan Tornado Api"
Dengan memutarkan tubuhnya dua kali dan diakhiri dengan tebasan kearah ribuan beast monster yang tersisa.
Sruuss!!!
Seketika muncul tornado api Pink yang semakin membesar, Tornado Api Pink sangat panas karena intensitas api Pink sangat tinggi, berbeda dengan api biasa.
Seketika udara di sekitar sangat panas, bahkan Xiao Yuan yang berada jauh di atas awan saja sangat tersiksa.
Tornado api Pink terus melesat ke arah ribuan beast monster yang tersisa, Bahkan hawa panas dari Tornado Api Pink membuat tubuh beast monster terbakar hingga menjadi abu.
Putaran Tornado api lansung menghisap ribuan Beast Monster ke tengahnya, Beast Monster yang telah terhisap kini terbakar menjadi abu dan hanya menyisakan inti beast monster.
Kini Xhin telah membantai ribuan beast monster yang ada di Hutan Gelap, bahkan dia telah memenuhi hampir 30 cincin penyimpanan untuk menyimpan jutaan inti beast monster.
Xhin saat ini sudah sangat kelelahan, karena dikiranya semua Beast Monster telah habis dibantai, Xhin lalu berjalan sempoyongan ke arah batu meteor.
Saat hendak menyentuh batu meteor tersebut, tiba-tiba sebuah bola api raksasa melesat ke arahnya.
BOOOOMMMM!!!
Xhin tidak dapat menghindar dan terkena ledakan besar tersebut dengan telak.
"Kakak!!!!" Xiao Yuan berteriak kencang saat melihat bola api raksasa tersebut meledak di atas tubuh Xhin.
Xiao Yuan sangat yakin Xhin kali ini kakaknya mungkin akan mati, atau terluka sangat parah karena tidak sempat bereaksi saat terkena serangan besar tersebut.
__ADS_1
Terlihat sebuah kawah besar kembali terbentuk di tengah hutan Gelap, batu meteor tersebut tidak hancur akibat ledakan besar tersebut, bahkan tergores saja tidak.
Uhuk... Uhuk...
Xhin memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya, ledakan besar tersebut membuat seluruh tulang-tulangnya patah, kini Xhin terbaring di dasar kawah besar sambil memegang gagang pedang Rebellion.
"Hehehe... Aku tidak menyangka akan semenyedihkan ini" batin Xhin lalu menyelimuti tubuhnya dengan api emas.
Perlahan api emas menyembuhkan luka-luka Xhin, bahkan tulang-tulangnya juga kembali beregenerasi.
GOOOAAARR!!!
Terdengar auman yang sangat besar dari beast monster yang menyerang Xhin tadi, bahkan telinga Xhin menjadi kesakitan akibat mendengar auman besar tersebut.
Setelah beberapa menit kemudian, kini tubuh Xhin telah sepenuhnya pulih, Xhin lalu melompat ke luar dari dalam kawah besar tersebut.
Mata Xhin begitu melebar saat melihat ukuran dan bentuk beast monster yang berada di depannya.
Tubuh beast monster itu sangat besar dengan tinggi mencapai 70 meter, Xhin memprediksi tubuhnya mungkin seberat beberapa puluh ton bahkan seratus ton lebih.
Mata Xhin ternganga pada seekor beast monster singa api yang sangat besar, akan tetapi dari punggungnya Tumbuh Kepala kambing dan ekornya adalah ular.
"Chimera!! Bagiamana bisa ada hewan mitologi di sini... Tidak heran, Hydra sudah pernah ku temui, bahkan roh Naga juga di dalam kepalaku" batin Xhin.
"Beast monster Chimera juga berada di tingkat Immortal God tahap lima, berada tiga tingkat di atasku, tapi tidak masalah bagiku" lanjutnya lalu tersenyum.
Swuuss!!!
Xhin juga mengeluarkan aura spirit Immortal God tahap dua dan aura kematian secara bersamaan, kedua aura tersebut Seketika menekan aura intimidasi dari Chimera hingga menghilang.
Xhin lalu melesat dengan sangat cepat kearah beast monster Chimera, pergerakan Xhin sangat cepat bahkan tidak bisa dilihat oleh mata manusia Fana.
"Kegelapan tak berujung"
Slash!!!
Xhin menebas udara kosong karena beast monster Chimera menghindari serangan Xhin dengan sangat cepat, walaupun memiliki ukuran tubuh yang sangat besar.
Ekor Chimera yang tak lain adalah ular itu langsung menyerang Xhin yang menebas udara kosong.
Xhin menghindar dari serangan ekor Chimera dengan sangat cepat lalu kembali melancarkan serangannya.
Keduanya saling bertukar berbagai macam serangan, saat melihat adanya celah Xhin melakukan tendangan memutar ke wajah singa dari beast monster Chimera.
Tendangan Xhin bisa dihindari dengan sangat mudah oleh chimera, akan tetapi tiba-tiba kepala kambing yang berada di punggung Chimera langsung menyundul kaki Xhin.
Baammm!!!
__ADS_1
Seketika tercipta sebuah Ledakan gelombang kejut akibat benturan kedua serangan tersebut.
Keduanya kini masih Terus saling mengadu kekuatan mereka dan tidak mau mengalah.
Kraaggg!!!
Booommm!!!
Beast monster Chimera lansung terpental sejauh 40 mil, beast monster Chimera melesat bagaikan peluru ke arah timur salah satu Kota milik dinasti Ling.
"Sial, kakiku terasa sangat keram" ucap Xhin sambil menahan perih di kakinya.
Sebelum Xhin melesat terbang melesat kearah beast monster Chimera, Xhin lalu menyimpan batu meteor ke dalam dunia Verden dalam sekali kebasan tangan.
Setelah itu Xhin terbang melesat ke arah Chimera yang masih terpental di udara, tanpa Xhin Sadari beast monster Chimera terpental ke arah Dinasti Ling.
Xhin lalu berteleportasi di atasnya tubuh Chimera yang sedang terlempar di udara, Xhin lansung mengalirkan Petir Merah dalam jumlah yang sangat besar di kaki kanan.
"Tendangan Meteor"
Dengan memutarkan badannya, Xhin lansung mendaratkan tumit kakinya di tubuh beast Monster Chimera.
BOOOOMMMM!!!
tercipta Ledakan fluktuasi energi yang sangat besar akibat Serangan Xhin barusan, tubuh Chimera lansung melesat dengan sangat cepat ke arah tanah akibat tendangan Xhin barusan.
BOOOMMMM!!!
Tubuh Chimera lansung menghantam tanah sehingga tercipta gempa besar dalam radius ratusan mil, diwaktu yang bersamaan debu-debu berterbangan menutupi tempat tersebut.
|
|
|
|
|
|
|
|
^^^Bersambung...^^^
__ADS_1