
Xhin lansung berpura-pura menangkis tendangan Lae So dengan satu tangannya melindungi kepalanya.
Seketika Xhin meluncur turun kearah Rune yang dia buat sendiri, dengan elemen angin Xhin sedikit menolak tubuhnya di udara agar tidak terjatuh di atas Rune yang dia buat sendiri.
Baamm!!!
Xhin lansung tertanam di permukaan tanah, Lae So yang melihat Xhin tertanam dan tidak bisa bergerak, lalu turun perlahan menyusul Xhin.
"Hahaha... Aku akui kamu memang hebat, kamu dapat bertanding seimbang dengan aku yang memiliki tingkat kultivasi lebih tinggi dari mu, dan juga apakah kamu dari tadi tidak tahu, atau lupa kalau aku kultivator yang bertarung mengandalkan kecepatan" ucap Lae So sambil berjalan perlahan-lahan kearah Xhin.
"Kamu memang bisa mengimbangi kecepatan ku dan kamu sangat hebat untuk kultivator setingkat denganmu, tapi hari ini kamu memang sangat sial... karena kamu berhadapan denganku dan pedangmu itu akan jadi milikku setelah kematian mu" ucap Lae So berjalan sambil menyeringai.
Triiing... Triiiriring...
Lae So yang tidak menyadari Rune peledak didepannya hanya terus melangkah menuju Xhin sambil menyeret scythe miliknya hingga menimbulkan bunyi logam diseret.
"Hahaha... Apakah hanya ini kemampuan mu" ucap Xhin memanasinya dengan senyuman mengejek.
"Sudah mau mati tapi masih berlagak sok jagoan" balas Lae So tatapan jijik.
Saat Lae So melangkahkan kaki kanannya tepat di atas Rune peledak, seketika tercipta senyum lebar di wajah Xhin.
"Benarkah... aku pikir kamu yang akan Mati" ucap Xhin tersenyum.
Booommm!!!
Seketika tercipta sebuah Ledakan besar, Xhin dengan sangat cepat membentuk segel tangan.
"Hukum Ruang"
Seketika tercipta sebuah portal ruang di bawahnya, sehingga membuat Xhin lansung menghilang masuk ke dalam ruang hampa.
Boomm!!!
Booommm!!!
Booommm!!!.
Ledakan besar itu tidak hanya sekali, tetapi disusul juga dengan ledakan besar lainnya secara beruntun dan tidak ada habis-habisnya selama Dua menit.
Beberapa saat kemudian Xhin kembali keluar dari ruang hampa, Xhin lansung menyebarkan pandangannya ke segala arah.
Kini dia melihat Lae So yang sedang terbaring dengan satu kaki, terlihat seluruh tubuh Lae So penuh dengan luka dan juga satu kakinya telah hancur.
Xhin lansung menghilang lalu kembali muncul di dekat Lae So yang sedang terbaring.
"Selamat, kamu mendapatkan hadiah ledakan besar dariku" ucap Xhin mengejek.
"Rebellion"
Xhin lansung memanggil pedangnya yang tertancap di tanah tidak jauh darinya, Kini pedang Rebellion telah muncul di tangan Xhin.
"Kamu memang hebat, aku mengakui kalah darimu" ucap Lae So pasrah.
Slash!!!
Tiba-tiba saja Xhin lansung memotong telinga kanannya hingga membuat Lae So terkejut dengan perlakuan Xhin, tetapi Lae So tidak berteriak kesakitan karena rasa sakit telinganya di potong belum seberapa jika dibandingkan dengan keadaan tubuhnya sekarang.
__ADS_1
Xhin kembali memotong kedua tangan dan satu kaki Lae So yang tersisa.
Slash!!!
Slash!!
Slash!!
Ahhrrrklkk!!!
Kali ini tidak bisa dipungkiri bahwa Lae So harus menjerit kesakitan, bagimana tidak menjerit kalau seluruh tangan dan kakinya telah hilang terlepas dari tubuhnya.
Seiring dengan tangan dan kaki Lae So yang ditebas oleh Xhin, pedang Rebellion juga menyerap kultivasinya hingga turun ke ranah Dewa putih.
Saat Pedang Rebellion berada di tingkat semesta, kekuatan menghisap kultivasi juga lebih kuat. Jika itu kultivator tingkat Saint maka dapat dipastikan dia akan turun sampai tingkat yang paling rendah.
Ahhrrkk!!!
Lae So yang terbaring lemah kini kembali menerima siksaan jiwa dari Xhin,
Xhin menggunakan api hitam untuk menyiksa jiwa Lae So.
"Apa kamu menikmatinya, tampaknya kamu sangat bahagia disiksa" ucap Xhin dengan senyuman jahat terlukis di wajahnya.
"Aku mohon, cepat bunuh aku" ucap Lae So memohon.
"Baiklah karena kamu yang meminta, lagi pula waktu juga tidak banyak" balas Xhin.
Jleeebb!!!
Bang!!
Bang!!
Terdengar dua kali ledakan teredam dari dalam tubuh Xhin, kini Xhin naik ke tingkat Kaisar Dewa pertama.
Ding!
[Selamat, tuan telah naik tingkatan ke Ranah Dewa Alam 8]
[Selamat, tuan telah naik tingkatan ke Ranah Dewa Alam 9]
Xhin sedang dalam perubahan Dewa jadi dia hanya naik ke tingkat Kaisar Dewa palsu, jika dia menghilangkan perubahan Dewa maka tingkat kultivasinya juga akan turun ke tingkat Dewa Alam puncak.
"Bangkitlah"
Seketika Xhin lansung menggunakan Skill Necromamcer untuk membangkitkan Lae So.
Lae So yang telah mati kini kembali hidup seperti semula, tetapi kulitnya menjadi Gelap dan tubuhnya yang sebelumnya dipotong oleh Xhin juga kembali tersambung..
"Hormat kepada Yang mulia Raja" ucap Lae So sambil berlutut dengan lutut sebelah kanan menumpu pada tanah.
"Nama kamu sekarang adalah To" ucap Xhin memberikan nama kepada bawahan pertamanya yang dia bangkitkan.
Seketika tubuh Lae So memancarkan cahaya yang tidak terlalu terang dan hanya bertahan beberapa detik.
To kini naik ke tingkat Dewa Immortal God, karena tingkat kultivasinya telah di serap pedang Rebellion sebelumnya jadi dia hanya bisa mencapai tingkat Immortal God.
__ADS_1
"Lae So, kenapa kamu berlutut kepadanya" ucap seorang iblis yang tiba-tiba muncul dan di temani oleh seorang iblis lainnya.
Xhin sebelumnya telah merasakan keberadaan dua iblis kuat yang menuju ke padanya, akan tetapi dia tidak menghiraukannya dan membiarkan mereka berdua langsung datang kepadanya.
Mendengar teriakkan itu To atau Lae So lansung mengarahkan pandangannya ke sumber suara.
"Tuan, apakah aku harus membunuh mereka berdua" ucap To dengan mengangkat wajahnya menghadap ke arah Xhin.
"Tidak perlu... mereka berdua terlalu kuat untukmu yang sekarang, Kamu sebaiknya masuk kedalam bayanganku" jawab Xhin.
"Titah Yang Mulia Raja akan dilaksanakan" balas To lalu menghilang masuk ke dalam bayangan Xhin.
"Bagaimana bisa, apa yang terjadi sebenarnya" batin kedua iblis yang baru datang.
Mereka berdua sangat bingung dengan apa yang mereka lihat, Lae So merupakan orang terkuat kedua di kelompok mereka.
Lae So juga dikenal tidak pernah tunduk kepada orang lain selain pemimpin kelompok mereka dan Tuan mereka sendiri yang tidak lain adalah Dante, dia sangat kuat dan kejam tetapi apa yang baru saja mereka lihat membuat mereka menjadi bingung.
Kedua iblis itu bernama Hun Po dan Hun Pi, mereka berdua adalah kembaran yang sangat kuat, mereka berdua juga merupakan orang kepercayaan Dante saat kehilangan ketuju bawahan Primordial Demon.
"Hei... Dewa busuk, apa yang kamu lakukan kepada Lae So" teriak Hun Pi.
"Aku sudah membunuhnya.. lalu kembali membangkitkan dia menjadi bawahan ku, apakah kalian tidak senang... sini lawan aku dan aku juga akan membuat kalian seperti dia yang menjadi bawahan ku " jawab Xhin dengan santainya.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
^^^^^^BERSAMBUNG... :)^^^^^^
__ADS_1