
"Kalau itu syaratnya sih.. gampang! Yang penting kamu harus selalu kuat saat kita bercinta" ucap Xhin bisik-bisik di telinga Lou Rin.
"Aku kuat kok" ucap Lou Rin memalingkan wajahnya yang memerah.
"Ehhmm.... kalau kamu kuat sih, ok.." balas Xhin yang tersenyum mengejek yang membuat Lou Rin jadi salah tingkah.
"Satu lagi sebelum kamu pergi, aku ingin kamu juga menikahi kakak Lian dan nikahnya di laksanakan di sini" lanjutnya.
"Itu juga pasti akan kulakukan Ratuku" jawab Xhin yang memegang dagu Lou Rin
Setelah Xhin memegang dagu Lou Rin, Xhin lalu mengangkat wajah Lou Rin menatapnya.
Xhin lansung mencium bibir Lou Rin, tidak butuh waktu lama lid** keduanya sudah saling m*mbl**.
lama mereka berdua berciuman, Lou Rin lalu melepaskan mulutnya.
"Xhin, ada kakak Lian yang sedang menunggu kita di luar, jadi kita akan melanjutkan nanti malam" ucap ucap Lou Rin.
Xhin kemudian mengehentikan aktivitasnya, mereka berdua langsung keluar menuju Zhu Lian dan Xiao Zhu.
"Ayah!! apakah aku bisa mandi di danau ini" ucap Xiao Zhu.
"Tunggu sebentar" ucap Xhin lalu menyebarkan kesadarannya kedalam danau.
"Zhu'er, danau ini sangat berbahaya, tapi ayah akan mengatasinya" ucap Xhin.
"Baik ayah" jawab Xiao Zhu.
Xhin lalu mengeluarkan tubuh beast monster Hiena, setelah itu Xhin memotong tubuh Hiena menjadi beberapa potong.
Xhin lalu melemparkan tubuh beast monster Hiena yang sudah dia potong.
Bhuusss!!!
Tidak butuh waktu lama muncul seekor beast monster belut listrik menyambar upan Xhin di udara.
"Ice Queen"
Seketika seluruh air danau Membeku.
Plaakk!!
Tubuh beast monster belut listrik jatuh di atas lapisan es tebal.
Xhin kemudian berjalan mendekati belut listrik yang berada di atas lapisan es.
"Aku membutuhkan energi listrik didalam tubuhmu untuk mengembalikan energi spiritku yang terkuras" ucap Xhin lalu meletakan tangannya di mulut belut listrik.
Sririttt... Srirriitt...
Energi listrik dalam jumlah besar masuk ke dalam tubuh Xhin akibat terkena gigitan belut listrik.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Xhin tidak lagi merasakan adanya energi listrik yang masuk ke tubuhnya.
Slash!!
Xhin memenggal kepala beast monster belut listrik yang membuat lelehan darah mengalir di atas lapisan es.
Xhin lalu menyimpan tubuh belut listrik tersebut didalam cincin penyimpanan.
Setelah itu Xhin mencairkan kembali air danau, Xhin juga menggunakan api putih untuk mengembalikan suhu air danau.
"Sekarang Zhu'er bisa mandi sepuasnya" ucap Xhin.
"terima kasih ayah" jawab Xiao Zhu lalu berlari masuk kedalam air.
Setelah Xiao Zhu pergi mandi, mereka bertiga lansung duduk berbicara.
Xhin menjelaskan semuanya kepada Zhu Lian, eskpresi wajah Zhu Lian yang sebelumnya ditekuk kini tersenyum lebar.
"Terima kasih adik Rin" ucap Zhu Lian memeluk Lou Rin.
"Kalian berdua ambillah ini, didalamnya terdapat ratusan batu energi murni dan inti beast monster tingkat tinggi, mungkin kalian bisa dengan cepat baik ke tingkat Tyran" ucap Xhin kemudian mengeluarkan dua cincin penyimpanan.
"Suamiku bukankah kam-"
"Kalian berdua jangan membantah, aku tidak mungkin selalu bersama kalian untuk melindungi kalian selalu, jadi ambil saja Dan juga setelah aku pergi baru kalian bisa menyerapnya, aku juga akan membuat beberapa Pill Liliang untuk membantu perkembangan pelatihan kalian" ucap Xhin.
"Terima kasih suami" ucap keduanya.
Xhin juga memberikan ratusan koin emas kepada mereka berdua.
Mata keduanya melebar saat memeriksa isi cincin penyimpanan, isi cincin penyimpanan mereka berdua setara dengan kekayaan suatu kekaisaran.
"Xhin ap-"
"Tsuut.. sudah kubilang terima saja dan jangan membantah" ucap Xhin memotong ucapan Zhu Lian.
"Aku akan kembali ke sakte untuk membantu menyembuhkan murid-murid yang sedang terluka" ucap Xhin.
"Baiklah tapi jangan pulang terlalu larut malam" ucap Lou Rin.
"Oh.. iya lupa, kalian ambil ini terus masak untuk makan malam kita nanti, mungkin Mao Le dan yang lainnya akan datang jadi kalian berdua masak" ucap Xhin lalu mengeluarkan dua buah cincin penyimpanan yang berisi ratusan beast monster.
"Aku pergi ya Rin'er, Zhu'er" ucap Xhin lalu melesat pergi.
Tidak butuh waktu lama untuk Xhin sampai di Sakte Serigala Malam, setelah tiba terlihat Lou Fang dan beberapa tetua sedang memperbaiki Sakte.
"Xhin, kamu istirahat saja biar aku dan Tetua lainnya yang mengerjakannya" ucap Lou Fang.
Mendengar itu Xhin lalu pergi ke kediamannya di Sakte Serigala Malam, sesampainya di sana Xhin terlihat kesal karena kediamannya juga iku hancur.
Xhin lalu berjalan ke bawah pohon depan kediamannya, setelah itu dia lalu bermeditasi bawa pohon tersebut.
__ADS_1
sebelum bermeditasi Xhin telah menelan sebuah Pill Regenerasi energi tingkat randah.
hampir tiga puluh menit kemudian Xhin telah selesai bermeditasi, kini energi spiritnya telah sepenuhnya pulih.
Xhin lalu kembali ke Lou Fang yang sedang memperbaiki Sakte.
"Ayah mertua, apakah ayah mertua tahu di mana letak sakte Tulang Merah" ucap Xhin bertanya.
mendengar pertanyaan Xhin, Lou Fang lalu balik menatap Xhin.
"Sakte Tulang Merah berada di lembah hitam sebelah timur kerajaan Jingziao, yang lebih tepat berada gunung Wade, butuh waktu lima jam untuk sampai di sana" ucap Lou Fang yang telah menebak jalan pemikiran Xhin.
"Baiklah ayah mertua, aku pergi dulu dan aku mohon jangan bilang kepada siapapun termasuk Rin'er" ucap Xhin.
"Kamu berhati-hatilah Xhin" jawab Lou Fang.
"Panther, aku ingin kamu menjaga kedua istri dan anakku selama aku pergi" Xhin Mentelepati panther.
"Baik tuan" jawab panther.
"Hukum waktu"
Xhin memperlambat waktu menjadi 100x lebih lambat, karena Xhin tidak ingin terlambat makan malam jadi dia menggunakan hukum waktu.
Xhin lansung melesat terbang dengan kecepatan maximal, Xhin terlihat bagaikan sebuah bayangan yang melesat.
Sejam kemudian Xhin telah melihat gunung Wade, tanpa berlama-lama Xhin kembali melesat ke arah gunung Wade.
Setengah jam kemudian kini Xhin sudah sampai di gunung Wade, untuk waktu aslinya Xhin hanya butuh kurang dari 10 menit.
Tanpa banyak bicara Xhin langsung mengeluarkan tombak Hyperion Fury, Xhin lalu menyalurkan Petir merah dan api ungu pada Tombak Hyperion.
"Tombak penghancur"
Swoos!!!
Tombak Hyperion Fury melesat dengan sangat cepat, terlihat pepohonan yang berada di jalur lesatan tombak hancur terpotong-potong akibat angin yang tercipta.
Banggg!!!
Krak!
Kraakk!!
Krakkk!!!
Booommmm!!!
Ledakan besar tercipta saat tombak Hyperion Fury menembus kubah formasi pelindung.
Murid-murid dan tetua Sakte Tulang Merah yang tersisa lansung berhamburan keluar karena mereka merasakan getaran hebat dan juga untuk melihat ledakkan besar yang mengguncang Sakte mereka.
__ADS_1
Raut wajah mereka semua seketika berubah saat melihat hanya seorang yang menyerang Sakte mereka.