
Bang!!
[Selamat tuan telah naik tingkatan ke Ranah Heavenly Immortal 4]
Setelah energi spirit yang berada di dalam pedang Rebellion telah habis di serap oleh Xhin, pedang Rebellion lansung menyerap darah dan daging beast monster Hydra.
Seketika aura kematian meluap keluar dari pedang Rebellion sangat besar, bukan hanya Aura kematian milik beast monster Hydra yang diserap oleh pedang Rebellion, tetapi jiwa Beast Monster Hydra juga di serap lalu di salurkan kepada Xhin.
"Pe.. Pedang Xhin ini... bagimana bisa menyerap beast monster sebesar ini dalam sekejap" ucap Shan Dro yang baru pertama kali melihat pedang Rebellion menyerap beast monster Hydra hingga tak tersisa.
Bukan hanya Shan Dro tetapi mereka semua yang berada di tempat itu, dalam sekejap mereka semua menyaksikan keganasan dari pedang Rebellion saat menyerap tubuh beast monster Hydra, mereka semua tidak menyangka pedang Rebellion semengerikan itu.
Perlahan tekanan energi spirit mulai menghilang, Aura kematian yang tadinya membuat beberapa peserta muntah darah pun tidak lagi terasa.
Xhin lalu berjalan mendekati Shan Dro dan yang lainnya, sementara itu mata semua orang sedang tertuju kepada Xhin, raut wajah mereka menggambarkan ketakutan yang sangat besar saat melihat wajah tampan Xhin.
Mata Xhin seketika menangkap luka luka yang terlihat jelas di tubuh Shan Dro dan yang lainnya.
Xhin berspekulasi luka-luka yang berada di tubuh teman-temannya itu karena pertempuran yang mereka lakukan selama dia tidak sadarkan diri.
"Apa yang terjadi dengan kalian, kenapa kalian terluka seperti ini" ucap Xhin bertanya.
"Saat kamu tidak ada, kami bertarung melawan belasan beast monster semalam, kami berhasil membantai semua Beast Monster burung aneh itu dan hanya mengalami luka kecil tetapi tidak dengan Jixi..." Ucap Shan Dro dengan wajah tertunduk.
"Jixi kenapa... Apa yang terjadi dengan Jixi" ucap Xhin bertanya kepada Shan Dro tetapi Shan Dro hanya terdiam.
"Hei Shan Dro... Apa yang terjadi dengan Jixi, Chi Cheng.. apa yang terjadi dengan Jixi" ucap Xhin bertanya kepada mereka satu persatu.
"Terus di mana Zui Bo" lanjutnya bertanya.
__ADS_1
"Jixi terluka parah dan kesempatan untuk hidup hanya 5% dan Zui Bo sedang menjaganya saat kami mencari mu" jawab Shan Dro yang sedari tadi terdiam menyesali kesalahannya yang tidak bisa menjaga temannya sendiri.
"Untunglah dia hanya terluka... Aku bisa menyembuhkannya selama dia belum mati" ucap Xhin memegang pundak Shan Dro.
"Benarkah kamu masih bisa menyembuhkannya, tapi... Apa kamu juga menguasai ilmu pengobatan" ucap Shan Dro.
"Tenang saja, tidak ada penyakit yang tidak bisa aku obati... tetapi lebih baik aku menyembuhkan kalian terlebih dahulu, karena awal sebuah kehancuran berasal dari retakan kecil, kedepannya kita tidak tahu akan menjalani pertempuran seperti apa, jadi alangkah baiknya kalian bertempur dalam kondisi prima" ucap Xhin.
Srubb!!
Xhin lalu mengeluarkan api emas di tangan kanannya, setelah itu Xhin lansung menyelimuti tubuh kedelapan orang temannya itu.
Saat api Emas memasuki tubuh mereka, mereka merasakan rasa sakit yang sangat menyiksa tetapi hanya berlangsung selama beberapa detik, rasa sakit itu kemudian berganti dengan rasa hangat dan sangat nyaman, luka dalam maupun luar perlahan menjadi pulih.
Ratusan peserta dari berbagai Sakte tercengang saat melihat Xhin mengobati teman-temannya, yang mereka tidak habis pikir yaitu bisa melihat salah satu dari api mitos selain api hitam dan api Ungu, yaitu api Emas.
Mereka takut Xhin akan membunuh mereka, jadi mereka memutuskan untuk meninggalkan tempat tersebut dan melangkah ke Level lima perlombaan Alam Maut.
Saat sedang mengobati luka dalam teman-temannya, Xhin dapat merasakan para peserta lain telah pergi meninggalkan mereka, tetapi Xhin tidak menghiraukan mereka karena mengobati teman-temannya lebih penting dari pada membunuh musuh-musuhnya.
Walaupun Xhin baru kenal dan belum terlalu dekat dengan teman-temannya itu tetapi Xhin tetaplah seorang Xhin yang sangat menyayangi teman-temannya.
Dia telah melewati tiga kehidupan, dan dia juga telah merasakan pahitnya kehilangan orang-orang yang dia sayangi, jadi keselamatan merekalah yang diprioritaskan oleh Xhin.
Setelah selesai menyembuhkan mereka semua, Xhin lalu menyuruh mereka untuk mengantarnya ke tempat Jixi.
"Sebaiknya kita bergegas ke tempat Jixi" ucap Xhin.
"Ayo kita pergi" balas Shan Dro lalu terbang pertama untuk menunjukkan tempat Jixi, sepanjang perjalanan mereka menanyakan tentang ilmu pengobatan yang Xhin kuasai.
__ADS_1
Mereka semua sangat terkejut setelah mengetahui bahwa Xhin juga merupakan seorang Alkemis tingkat 9, dan juga mereka dapat menebak kalau Xhin juga merupakan seorang Penempa tingkat 9 setelah melihat lencana penempa yang di pakainya.
Tidak butuh waktu lama untuk sampai ke puncak gunung, karena tempat itu berada tidak jauh lagi di depan mereka.
Setelah tiba di sana Xhin melihat raut wajah Jixi yang sangat pucat, tetapi Jixi tetap tersenyum saat melihat teman-teman telah kembali dengan Xhin.
"Kalian tidak usah memikirkan ku, lebih baik kalian pergi saja untuk menyelesaikan perlombaan ini, sudah menjadi resiko bagiku saat aku menapaki jalan kultivator, jadi kematian bukanlah penyesalan bagiku" ucap Jixi yang sedang terluka.
Mendengar ucapan Jixi, Xhin seketika langsung tersenyum "Siapa bilang kamu akan mati, aku adalah dewa kematian bagi musuh-musuhku dan aku akan menjadi dewa kehidupan bagi teman-teman dan orang yang aku sayangi" ucap Xhin.
Sruubb!!
Xhin lalu kembali menyelimuti tangan kanannya dengan api Emas, setelah itu dia lansung meletakkan tangannya yang telah dilapisi dengan api emas, di atas perut Jixi yang berlubang.
Arrrhkkk!!!
Jixi berteriak kesakitan karena bukan hanya perutnya yang berlubang tetapi terdapat juga racun yang telah menyebar di tubuhnya.
"Jixi juga terkena racun Ungu, mungkin racun ungu tertinggal di paruh beast monster Pteranodon jadi saat tubuhnya dilubangi dengan paruh maka racun juga ikut masuk ke tubuhnya" jelas Xhin saat mengetahui tatapan semua orang tertuju padanya.
Setelah di selimuti dengan api emas, perlahan tubuh Jixi yang berlubang juga telah kembali beregenerasi, terlihat perutnya tertutup secara perlahan, bagian tubuhnya yang berwarna biru keunguan juga telah berangsur-angsur pulih.
Raut wajah Jixi yang tadinya terlihat memucat, kini kembali menjadi cerah.
Setelah selesai mengobati Jixi, Xhin lalu menghilangkan api emas yang menyelimuti tangannya dan tubuh Jixi.
Setelah menghilangkan api Emas, Xhin lalu mengulurkan tangannya untuk membantu Jixi berdiri, melihat uluran tangan Xhin.
Jixi lansung menangkap tangan Xhin, kemudian berdiri dengan menarik tangan Xhin untuk membantunya bangun.
__ADS_1