
"Aku juga ada hadiah untukmu" ucap Zhu Lien.
"Apa hadiahnya?" Mao Le bertanya.
"Nanti juga kamu akan merasa senang" ucap Zhu Lien yang berjalan meninggalkan mereka.
"Pelayan, tolong antar saudaraku ke salah satu kamar dan tolong berikan apapun yang dia minta" ucap Mao Le
Mao Le yang ditinggal langsung melesat mengikuti Zhu Lien, sedangkan Xhin menggendong putranya lalu melesat Bersama dengan Zhu Lian dengan.
Long Ju dibawah oleh pelayan menuju salah satu kamarnya.
Setelah sampai di dalam istana kerajaan, Xhin begitu terkejut melihat Mao Le juga mengendong seorang anak perempuan.
"Mao Le, apakah itu anakmu" bertanya Xhin.
"Benar Xhin namanya, Mao Zhu sama dengan anakmu" ucap Mao Le dengan bangga.
"Ohh... Aku kira namanya Wu Jie" ucap Xhin memancing.
"Ehm.. tidak-tidak, namanya Mao Zhu bukan Wu Jie" ucap Mao Le sambil memberikan tatapan memohon kepada Xhin.
"Hahaha... Saudaraku, kamu yang akan mengurus sendiri masalahmu kali ini, begitu juga denganku" ucap Xhin yang membuat Zhu Lian dan Zhu Lien menatap Xhin.
"Kakak Mao Le sangat hebat, kakak ipar pasti senang mengetahuinya" ucap Long Ju yang baru muncul dengan seorang pelayan wanita Elf
"Sayang, kamu dalam masalah apa, aku akan membantumu" ucap Zhu Lien kepada Mao Le.
"Aku akan menceritakan kepadamu, tapi kamu harus berjanji dan tidak akan marah" ucap Mao Le.
"Tenang saja sayang, aku tidak akan marah kok" ucap Zhu Lien.
Lalu mereka bertiga serta putri mereka pergi ke kamar Zhu Lien.
"Lian'er ikut aku, aku akan menceritakan masalahku" ucap Xhin.
Setelah mereka hendak pergi, tiba-tiba Ratu Nuwa datang menghampiri mereka.
"Xhin, kamu sudah datang" ucap Ratu Nuwa.
Seketika Xhin, Zhu Lien, Xiao Zhu dan Long Ju menatap sumber suara tersebut.
"Nenek!, nenek ayahku sudah pulang" ucap Xiao Zhu.
"Iya cucuku, nenek sudah mengetahuinya" ucap Ratu Nuwa.
"Ratu Nuwa, aku dan Mao Le sudah datang, Mao Le sedang bersama Zhu Lien dan perkenalkan ini saudara ketiga ku, namanya Long Ju" ucap Xhin.
"Baiklah, aku akan pergi memberitahukan kedatangan kalian berdua kepada semua orang dan juga kamu Long Ju, sebaiknya kamu pergi denganku aku akan menceritakan tentang Xhin dan Mao Le" ucap ratu Nuwa
"penyebab sehingga mereka sangat terkenal di kerajaan Ras Elf" lanjutnya.
"Baik Ratu Nuwa" ucap Long Ju
__ADS_1
Ratu Nuwa dan Long Ju lansung pergi berjalan keluar.
Xhin kemudian mengajak Zhu Lian ke Gazebo, setibanya di sana mereka berdua duduk sedangkan Xhin memangku Xiao Zhu.
"Lian'en, sebenarnya..."
"sebenarnya apa Xhin?"
"sebenarnya"
"apa sih.." ucap Zhu Lian sambil mengusap kepala Xiao Zhu.
Xhin kembali menguatkan dirinya lalu menarik nafas.
"sebenarnya aku sudah menikah kemarin. fhuu.." ucap Xhin dengan cepat
Zhu Lian seketika terdiam saat mendengar ucapan Xhin.
"Apa.. men.. ikah" ucap Zhu Lian dengan suara bergetar, perlahan dia meneteskan air matanya.
"Xhin, aku tidak menyangka kamu seperti itu" ucap Zhu Lian yang ingin pergi.
"Rin'er"
"Jangan memanggilku Rin'er!! dan kembalikan anakku" bentak Zhu Lian.
"Tunggu dulu, kenapa kamu tidak ingin mendengar alasanku" ucap Xhin.
"Ayah, kenapa ibu menangis" ucap Xiao Zhu bertanya.
"Zhu'er jangan memanggilnya dengan panggilan ayah, dia tidak pantas untuk menjadi ayahmu" bentak Zhu Lian.
Xhin kemudian mendudukkan Xiao Zhu di bangku lalu memeluk Zhu Lian.
"Lepaskan aku bren**k" teriak Zhu Lian.
"Baiklah jikalau itu maunya kamu, aku tidak akan memaksa" ucap Xhin melepaskan pelukannya kemudian berjalan meninggalkan Zhu Lian.
Xhin lansung melesat pergi ke tempat pelatihan prajurit kerajaan Elf tanpa balik menengok ke belakang.
"Kakak apa yang terjadi, dimana Xhin" ucap Zhu Lien yang datang bersama Mao Le.
"Jangan pernah menyebut nama pria breng**k itu dihadapanku" teriak Zhu Lian.
"Kamu akan menyesal Zhu Lian, aku mengetahui Xhin lebih dari siapapun di dunia ini, sekali dia pergi maka selamanya dia tidak akan pernah kembali, dia memiliki alasan mengapa dia melakukannya" ucap Mao Le
"Lien'er aku akan kembali, aku akan pergi menyusul Xhin, dia masih berada di kerajaan Elf, dia tidak mungkin pergi meninggalkanku" ucap Mao Le lalu melesat pergi mencari Xhin.
"Kakak semua tergantung keputusanmu, aku tidak ingin kakak menyesal di kemudian hari, Mao Le juga sudah memiliki istri lainnya dan aku juga bersedia menjadi istri keduanya" ucap Zhu Lien.
Zhu Lian kini hanya terdiam sambil menangis, dia kembali mencerna semua perkataan Mao Le dan juga Zhu Lien.
"Ibu, jangan menangis Bu, kenapa ayah pergi" ucap Xiao Zhu.
__ADS_1
"Zhu'er, apakah kamu ingin dia menjadi ayahmu, apakah kamu menyayanginya" ucap Zhu Lian kepada anaknya.
"Aku menyayangi ayah, aku juga menyayangi ibu dan akan menjadi seperti ayah nantinya" ucap Xiao Zhu.
Zhu Lian Seketika terdiam mendengar jawaban anaknya, dia kembali berpikir Xhin pasti memiliki alasan sampai dia harus menikah.
***
"Apa yang sedang terjadi, kenapa di orang-orang pergi ke tempat latihan" batin Mao Le.
"Hei, kenapa kalian semua ingin pergi kesana" ucap Mao Le menghentikan seorang pria.
"Tuan Mao Le, hei kalian disini juga tuan Mao Le m" Teriak pria Elf tersebut.
"Hei, jawab dulu pertanyaanku" ucap Mao Le.
"Tuan Mao Le, mereka semua sedang melihat tuan Xhin berlatih dengan jendral Hio Yang" ucap pria Elf tersebut.
"Baiklah, ayok kita ke sana" ucap Mao Le.
Mereka berdua langsung pergi ke tempat latihan, terlihat Xhin sedang menghindar dari tebasan pedang Hio Yang.
"Tuan Xhin kini lebih hebat, aku saja tidak bisa menyentuh sehelai Rambutmu" ucap Hio Yang.
"Kamu juga sudah meningkat pesat" ucap Xhin.
"Ayo kita lakukan serangan terakhir seperti pertempuran terakhir kali" lanjutnya.
"Baiklah tuan Xhin" ucap Hio Yang.
"Bola petir"
Hio Yang kini membuat bola petir Biru, tetapi ukurannya lebih besar dari sebelumnya.
Xhin juga membuat Bola petir Merah, tetapi Xhin menyesuaikan ukuran dengan bola petir milik Hio Yang.
Dengan Wajah putih bersih, rambut putih kebiruan, dengan memakai jubah hitam, semua orang begitu terpanah dengan ketampanan Xhin.
Xhin Dimata mereka terlihat bagaikan seorang Dewa, dengan Wajah putih bersih, rambut putih kebiruan, dengan memakai jubah hitam.
"Bola petir merah"
Xhin melancarkan serangannya, begitu juga dengan Hio Yang, Kedua serangan bola petir tersebut melesat selaras hingga kedua serangan tersebut saling bertabrakan.
Boooommm!!!
Duaaarrtt!!!
Xhin lansung melakukan segel tangan.
"Array pelindung"
Seketika tercipta sebuah Array pelindung yang meredam ledakan besar tersebut, semua orang yang melihatnya sangat terkagum-kagum dengan kehebatan Xhin.
__ADS_1