
"Kesunyian dari tadi itu seperti kesunyian sebelum badai" ucap Xhin menyelesaikan suapan terakhir lalu berdiri seperti meregangkan otot-otot tubuhnya.
"Hei... Kalian lebih baik cari para warga desa yang masih belum mengungsi lalu evakuasi mereka ke sini, tiga batang dupa lagi akan tiba gerombolan beast monster dari lembah berdarah, jadi usahakanlah yang terbaik" ucap Xhin kepada kelima orang laki-laki yang duduk di belakangnya.
Mendengar ucapan Xhin, mereka semua awalnya ingin marah karena diperintah oleh Xhin, tetapi setelah mendengar gelombang beast monster akan datang jadi mereka lansung berlari mencari warga desa yang masih tinggal di rumah mereka.
"Jumlah yang sangat banyak, kebetulan akan membuka usaha di bidang kuliner jadi membutuhkan banyak daging" batin Xhin tersenyum.
Waktu dua batang dupa telah selesai, beberapa kultivator yang tadi telah kembali ke Kedai Dahaga bersama beberapa wanita dan anak-anak, ada juga seorang kakek tua yang sakit keras.
Xhin menyadari kalau kakek tua itu tidak terlihat biasa, karena di usia yang sudah tua dia masih memiki tingkat kultivasi yang berada di Heavenly Immortal tiga, kakek tua itu terlihat sudah sekarat tetapi masih dipapah oleh beberapa orang tadi.
"Apakah semua rumah telah di periksa" ucap Xhin bertanya.
Mereka berempat menatap Xhin lalu menjawab "sudah tuan, semua rumah telah kami periksa dan isinya kosong, hanya beberapa rumah yang masih terdapat penghuninya dan mereka semua telah di bawah ke sini"
"Hm.. bukannya tadi kalian berlima?"
"Benar tuan, tapi salah seorang dari kamu telah kabur karena katanya serangan gelombang beast monster kali ini sangat besar dan juga kita tidak mampu mengatasinya, dia juga mengajak kami tetapi kami tidak mengikutinya"ucap salah seorang dari mereka.
"Kenapa kalian tidak lari saja, bukannya lebih baik kalau kalian lari, kalian akan aman kalau kalian meninggalkan tempat ini" balas Xhin.
"Tidak tuan, keselamatan warga desa merupakan prioritas kami, kami lahir di sini jadi kami harus mempertahankan rumah kami, meskipun kematian adalah konsekuensinya tetapi kami tidak akan mundur" jawab salah seorang dari mereka.
"Pemikiran yang sangat bagus" ucap Xhin lalu dengan sangat cepat Xhin membentuk sebuah gerakan tangan dengan sangat cepat.
"Array Pelindung Dewa, aktif"
Seketika dinding array berwarna emas muncul menyelimuti bangunan tersebut, mereka semua yang berada di tempat itu seketika terdiam saat melihat apa yang dilakukan oleh Xhin. Mereka tidak menyangka kalau orang yang mereka anggap kira cacat tidak bisa berkultivasi merupakan seorang kultivator hebat.
"Kalian semua aman di dalam sini, kalian jangan keluar dari dalam array ini, biarkan aku saja yang mengatasi gerombolan beast monster itu" ucap Xhin.
Mendengar ucapan Xhin, mereka semua yang berada di situ mulai berpikir apakah Xhin berniat cari mati atau terlalu bodoh hingga berpura-pura hebat di depan mereka.
"Apakah anak muda ini gila, bagimana cara dia mengatasi gerombolan beast monster yang dipimpin beberapa beast monster tingkat kaisar dewa itu"
__ADS_1
"Kamu jangan tanya aku yang tidak tahu ini, kamu saja tanya ke aku terus aku mau bertanya ke siapa?"
"Mungkin saja dia bisa mengatasinya, cara kerja keluarga bangsawan sangat misterius dan rapi"
"Apakah dia dari keluarga bangsawan?"
"Apakah kamu bodoh, aura emas yang dikeluarkan anak itu terlihat sangat agung dan berwibawa, apakah sampah masyarakat seperti kamu bisa mengeluarkan aura seperti itu"
Xhin berjalan keluar dari kedai, dia lansung melangkah keluar menembus dinding array yang dia buat.
"Inti beast monster pasti akan berguna dan dihargai dengan harga tinggi, daging beast monster pun dibutuhkan, darah beast monster juga di butuhkan untuk memurnikan beberapa Pil, dan juga untuk beberapa teknik bertarung pasti membutuhkan darah beast monster, karena semua bagian penting lebih baik aku menggunakan pedang elemen angin" batin Xhin.
Xhin lalu mengeluarkan pedang elemen angin dari cincin penyimpanan, "mari kita lihat sehebat apa perpaduan antara pedang elemen angin dan elemen angin milikku" ucap Xhin sambil menatap pedang yang berada di tangannya itu.
Clatak!!
Saat gelombang pertama beast monster telah berada di tidak jauh lagi, Xhin lansung menjentikkan jarinya seketika terlihat butiran air hujan berhenti, angin yang tadinya berhembus kencang kini tidak lagi terasa bahkan gemerlap cahaya petir terhenti membuat terang seisi daratan tersebut.
Xhin melesat dengan kecepatan tinggi ke arah gerombolan beast monster, dengan sekali ayunan pedang Xhin menebas leher beast monster hingga terpisah dari tubuhnya.
Mereka tau Xhin hanya berdiri di tengah hujan sambil memegang pedang dan tiba-tiba semua beast monster juga terjatuh dengan kepala terpisah dari tubuh.
Darah beast monster setiap jenis disimpan ke dalam botol kaca yang dibelinya di shop sistem.
Xhin menyimpan sekitar 100 ribu botol darah beast monster dari berbagai jenis dan tingkatan, Xhin melakukan semua itu dengan cepat karena dibantu oleh pasukan bayangan hitam miliknya, bergerak di malam hari jadi tidak ada yang menyadari kehadiran pasukan bayangan hitam milik Xhin.
Setelah selesai dengan perkerjaannya, Xhin kembali masuk ke dalam Kedai Dahaga yang baru dia beli beberapa saat lalu.
"Kenapa kalian semua melihatku begitu" ucap Xhin saat melihat semua orang menatapnya tanpa bergerak sedikitpun, bahkan mereka juga seperti bernafas dengan hati-hati.
"Kalian semua tenanglah, anggap aja yang tadi tidak pernah terjadi" ucap Xhin kepada mereka.
Xhin kemudian di antar oleh perempuan pelayan Xhin yang sebelumnya merupakan pemilik kedai Dahaga, dia mengantar Xhin ke kamar yang telah disiapkan.
Saat Xhin berjalan pergi ke dengan perempuan pelayan itu, seorang anak kecil berusia belasan tahun bertanya kepada kakek tua yang sebelumnya di lirik oleh Xhin. "Kakek Chu, kekuatan seperti apa yang di miliki oleh tuan tadi sehingga dia bisa meratakan seluruh beast monster dalam beberapa sekali kedipan mata"
__ADS_1
"Hukum Waktu, teknik yang tadi dilakukan oleh pemuda tadi itu merupakan teknik legendaris milik Dewa Penguasa Waktu yang bernama Hukum Waktu, dengan menguasai hukum waktu seseorang dapat menghentikan waktu sesuka hati mereka, tetapi kelemahan dari teknik ini yaitu tidak mempan terhadap orang yang memiliki tingkat kultivasi melampaui beberapa tingkatan tahap dari sang pengguna, selagi di tingkatan yang sama maka orang itu tidak akan terkalahkan" jawab kakek tua tersebut menjelaskan dengan penuh semangat kepada bocah itu.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
__ADS_1
^^^BERSAMBUNG...^^^