
Kedua lengan Xhin seketika membesar, sedangkan pedang Rebellion kini berputar-putar seperti bor listrik, putaran pedang Rebellion menjadi semakin cepat hingga terlihat seperti batang besi bulat di tangan Xhin, begitu juga dengan kobaran Api Ungu yang semakin membesar, hawa Panas yang sangat ekstrim menyebar ke seluruh penjuru Colloseum membuat semua orang yang ada di situ melapisi tubuh mereka menggunakan energi spiritual untuk melindungi diri.
"Teknik apa yang Xhin Gege keluarkan, instingku mengatakan kalau teknik ini sangat berbahaya" batin Xiang Yu.
"Xhin Gege sangat hebat" batin Yao Yao yang terus memperhatikan Xhin dari kejauhan.
"Bukannya mau sombong tapi aku terlalu hebat, aku selalu bisa menciptakan teknik baru" batin Xhin lalu mengangkat wajahnya untuk melihat jarak serangan dari teknik terlarang kedua Jendral.
Setelah putaran pedang Rebellion kini telah menciptakan putaran gelombang angin kencang, Xhin lansung mengarahkan ujung pedang Rebellion ke arah serangan gabungan dari teknik terlarang Jendral Ao Ang dan Jendral Jang Gang.
Xhin lansung membuat efek kejut dari energi spiritual di tangannya sebagai tolakan untuk meluncurkan pedang Rebellion ke arah serangan teknik terlarang kedua Jendral.
"Putaran Penghancur Neraka"
Bhuuusshhh!!
Pedang Rebellion melesat dengan kecepatan tinggi ke arah serangan Hiu Banteng Melahap Darah dan Panah Lautan Darah, kecepatan pedang Rebellion bahkan lebih cepat dari kecepatan cahaya.
Pedang Rebellion lansung menghantam Hiu Banteng Melahap Darah milik Jendral Jang Gang.
Blllaammmm!!!
Drreerreerreetttt!!!
Pedang Rebellion terus berputar hingga menciptakan bunyi keras, gelombang kejut yang tercipta dari benturan kedua serangan itu sangat kuat, tanah di bawah bentrokan kedua serangan itu mulai pecah berhamburan ke segala arah hingga menciptakan kawah yang mulai membesar sering berjalannya waktu.
Krakk!!
Kraakkk!!
Terlihat retakan tercipta di kepala Hiu Banteng Melahap Darah, akan tetapi tidak lama berselang anak panah lautan darah menyusul menghantam pedang Rebellion, efek dari benturan kedua serangan itu sudah sangat kuat dan di tambah dengan serangan Panah Lautan Darah yang juga menghantam pedang Rebellion membuat efek tekanan di sekitar menjadi semakin besar.
Tubuh para prajurit yang berada di kursi yang paling dekat dengan benturan serangan itu merasa sangat tersiksa, tekanan itu membuat tubuh mereka seakan bisa remuk kapan saja, bahkan untuk bernafas pun mereka sudah sangat kesulitan.
Kraakk!!!
kedua teknik terlarang itu terus beradu beberapa saat, retakan yang sebelumnya terdapat pada Hiu Banteng Melahap Darah kini menjadi bagian yang paling lemah sehingga tidak dapat bertahan terlalu lama walaupun di bantu oleh Tombak Lautan Darah.
BOOOMMM!!!!
__ADS_1
Ledakan dahsyat tercipta saat pedang Rebellion yang di selimuti api ungu menghancurkan serangan terkini terlarang kedua Jendral, pedang Rebellion tidak berhenti sampai di situ melainkan terus melesat ke tempat ketiga Jendral berada.
BOOOMMMM!!!
kembali tercipta ledakan dahsyat saat pedang Rebellion menghantam tempat ketiga Jendral berada, ledakan itu menghancurkan separuh bagian dari Colloseum bersama para prajurit keluarga Dao yang berada di pintu masuk.
Tidak hanya prajurit keluarga Dao, prajurit yang berada di kursi penonton bagian selatan juga ikut mati karena ledakan besar itu menghancurkan sebagian bangunan Colloseum, sedangkan Xhin menciptakan pelindung ruang berlapis untuk menahan efek ledakan yang tercipta dari teknik yang baru saja dia buat.
Fhuuusss!!
Xhin menarik nafas panjang setelah api ledakan telah menghilang sepenuhnya, Xiang Yu dan Yao Yao tercengang melihat betapa mengerikan kekuatan calon suaminya, walaupun bukan pertama kali bagi mereka berdua tapi tidak menutup kemungkin kalau mereka berdua tetap terkejut saat melihat kekuatan Xhin.
Walaupun api ledakan telah menghilangkan, akan tetapi api ungu masih terus berkobar melahap sebagian Colloseum. dengan sekali lambaian tangan Xhin lansung memadamkan api ungu miliknya itu dan hanya menyisakan gepulan asap yang terus keluar.
Kini sebagian besar tempat itu di penuhi oleh arang bekas terbakar, asap juga masih mengepul dari tadi.
"Apa kalian semua ingin mati seperti mereka? Atau kalian tunduk dan di beri formasi penyegelan budak?" Ucap Xhin pelan tapi dapat di dengar oleh telinga semua orang.
Mendengar ucapan Xhin, satu persatu dari prajurit pembelot mulai menjatuhkan senjata mereka, beberapa puluh orang dari prajurit itu adalah prajurit yang tersisa dari keluarga Dao, mereka lebih memilih tidak melawan dari pada mati seperti saudara mereka yang lain.
Xhin lansung membentuk segel tangan, saat Xhin membentuk segel tangan muncul lingkaran formasi berukuran kecil di tangannya.
Formasi penyegelan budak yang sebelumnya Xhin buat kini telah di aktifkan, Xhin kemudian menyegel semua prajurit pembelot menjadi budak.
Boomm!!!
Ledakan kecil tercipta saat di tengah berjalannya formasi penyegelan budak, ledakan itu berasal dari prajurit keluarga Dao yang hatinya sedang di penuhi amarah saat melihat semua keluarganya mati di tangan Xhin.
"Yang tidak menganggap penting formasi penyegelan budak silahkan untuk mencobanya, tapi jangan mesenyesal saat berakhirnya sepertinya" ucap Xhin menatap ke tubuh orang baru saja mati.
Hanya keheningan yang di dengar oleh Xhin, tidak menunggu lama Xhin lansung kembali menjalankan formasi penyegelan budak, besar formasi yang di buat oleh Xhin melebihi ukuran Colloseum, ukuran formasi penyegelan budak itu hampir mencakup semua bagian pulau yang memiliki luas 743,4 km itu.
Tidak lama setelah Xhin selesai menyegel jiwa semua orang, Xhin kini berjalan ke tempat di mana Xiang Yu dan Yao Yao duduk, tempat itu tidak lain milik raja dan ratu kerajaan dewa laut saat ingin menyaksikan pertarungan di dalam Colloseum.
"Yu'er, yao'er, aku telah menyegel jiwa semua orang yang berada di pulau dewa laut, kalian kembali terlebih dahulu karena aku ingin pergi ke tempat Vena spiritual milik pulau ini" jelas Xhin kepada kedua calon istrinya itu.
"Baik Xhin Gege" jawab keduanya lalu balik ke istana kerajaan dewa laut, sebelum pergi Yao Yao tidak lupa untuk mengambil taruhan di meja judi.
"Mana hasil taruhan yang aku menangkan" ucap Yao Yao membuat bandar judi itu lansung terdiam.
__ADS_1
"Jendral Shao, tolong antar aku ke tempat Vena spiritual bumi milik pulau ini, " Xhin meminta tolong Jendral Shao karena dia tidak bisa menemukan tempat Vena spiritual bumi berada, walaupun telah mengaktifkan mata naga akan tetapi Xhin tidak menemukan apapun.
"Baik tuan muda, tuan muda ikuti saja aku, karena sebentar lagi sebelum matahari terbenam formasi Transisi akan muncul saat itu juga" jelas Jendral Shao karena sebentar lagi matahari akan terbenam.
"Jendral Shao, lebih baik kita bergegas dari pada kita terlambat" balas Xhin.
"Xhin Gege! Cepat hilangkan array milik mu ini, kita tidak dapat keluar" teriak Xiang Yu yang kini mulai kesal.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
__ADS_1
^^^BERSAMBUNG...^^^