
Xhin yang sedang bertempur kini merasa adanya sebuah tekanan besar yang tiba-tiba menekan paksa tubuhnya, tidak hanya tekanan besar yang tiba-tiba muncul tapi Xhin juga melihat sebuah bayangan tangan berukuran raksasa di bawah kakinya, "bayangan tangan sebesar ini... apa mungkin tangan milik patung itu..." Xhin lansung mengedarkan pandangannya ke atas dan benar saja, apa yg dia duga tadi kini terjadi.
Blaammm!!!
Patung dewa laut lansung menyerang Xhin, telapak tangan besar milik patung dewa laut menghantam tanah tempat Xhin berdiri sebelumnya, "Gila..!! patung brengsek ini sudah sangat keterlaluan...!! uhuukk... uhuukk..!! Patung ini sungguh tidak tau diri, sudah menyerap energi spiritual dari tubuhku malah balik menyerang ku!!" Xhin mengoceh saat dia masih terus ditindih tangan patung besar itu.
Patung dewa laut kini mengangkat telapak tangan kirinya yang tadi menghantam Xhin, saat telapak tangan kiri patung itu terangkat, tiba-tiba sebuah kepalan tangan besar menyusul ke arah Xhin yang masih terbaring di atas tanah.
"Sial!! Patung Bangs.."
Blaamm!!!
Uhuukk... Uhuuk...
Xhin lansung memuntahkan darah segar dari mulutnya, tubuhnya yang berada di luar dunia semu trisula dewa laut atau yang lebih tepatnya di dunia dewa juga memuntahkan darah segar di saat yang bersamaan.
"Dasar patung yang tidak tau diri!!" teriak Xhin sambil bangkit setelah kepalan tangan patung dewa laut telah terangkat.
"Itu pelajaran untukmu yang sudah menyentuh anakku"
Xhin terkejut saat mendengar patung dewa laut dapat berbicara, "Eh... Calon ayah mertua!!" ucap Xhin terkejut sambil menatap mata Patung Dewa Laut, ekspresi wajahnya yang penuh dengan emosi lansung hilang seketika seperti membalikkan lembaran halaman buku.
"Patung ini masih memiliki serpihan jiwa dari Dewa Laut, Pantasan dia memukuli ku setelah membaca ingatan ku" batin Xhin yang menundukkan wajahnya sambil mengelus dagunya.
Xhin kembali mengarahkan pandangannya ke atas lalu menatap mata Patung Dewa Laut, "Walaupun hanya tersisa potongan roh Primordial yang berada di patung sia.. eh.. maksudnya.. patung ayah mertua, tapi aku tidak menyangka ayah mertua dapat mengetahuinya" ucap Xhin yang terlihat mulai canggung.
Monster-monster yang tadinya terus bermunculan itu kini menghilang dalam sekejap, monster-monster itu telah menjadi butiran energi spiritual dan terkumpul menjadi satu dalam jumlah besar.
"Aku dapat mengetahui semua hal itu saat menyerap energi spiritual dari tubuhmu, aku sudah membaca ingatanmu tapi tidak semuanya karena hanya berupa potongan-potongan yang tidak lengkap, aku tidak tau kenapa bisa begitu, tapi ini kegagalan pertama kalinya bagi aku saat mencoba membaca ingatan seseorang. Dulu... Kaisar Dewa dan dewa kebijaksanaan saja tidak bisa menyembunyikan rahasia dariku karena aku bisa baca ingatan mereka, tapi kamu sangat berbeda dengan mereka, untuk membaca ingatanmu sangatlah sulit... aku tidak tau kenapa bisa seperti begini" balas patung dewa laut.
"Apa!! Jadi... calon ayah mertua juga sudah melihat aku melakukan permainan sapi-sapian dengan istriku di dalam ingatanku!" ucap Xhin yang terlihat memojokkan Dewa Laut dengan pertanyaannya itu.
__ADS_1
"Ehem... Ehem... Jangan salah paham, aku dewa laut yang agung tidak sekotor pikiranmu" jawab dewa laut berbohong sambil mengalihkan tatapannya ke tempat lain.
"Cih... Dasar orang tua mesum, mungkin semasa hidupnya sebagai dewa bergelar dia telah meniduri banyak wanita" batin Xhin kembali merubah ekspresinya dengan sangat cepat setelah mendengar jawaban dari patung dewa laut.
"Calon ayah mertua, apakah kamu dapat memberitahuku cara untuk pergi ke kekaisaran Langit?" Xhin lansung mengubah topik untuk mengalihkan pembicaraan.
"Aku tau kamu ingin membunuh penghianat itu, tapi dengan kekuatanmu yang sekarang akan sangat mustahil, orang itu (Dewa Cahaya) dapat menghancurkanmu dengan satu jari tanpa bergerak sedikitpun dari tempatnya, dengan bakatmu yang sangat mengerikan ini... lebih baik kamu tunggu beberapa ratus tahun lagi" jawab patung dewa laut.
"Hah! Beberapa ratus tahun lagi? Memang orang itu sudah berada di tingkat apa" ucap Xhin bertanya.
"Pada era Kaisar Langit Jiang Fuyang, ranah kultivasi puncak hanya berada di tingkat Kaisar Dewa, saat itu Kaisar menemukan kalau ada tingkat lanjutan dari ranah kultivasi Kaisar Dewa. selama 600 tahun Kaisar berkulvasi dan menciptakan metode baru yang tidak lain menggabungkan tiga Qi utama menjadi Qi semesta dan dia berhasil menembus tingkat lanjut tetapi semua itu hanya sementara. Metode yang di ciptakan itu belum sempurna jadi Qi semesta tidak stabil sehingga Kaisar mengalami retakan pada Dantia nya, kultivasinya kembali turun ke tingkat Kaisar Dewa, dewa cahaya yang paling dekat dengan Kaisar mengetahui semua rahasia Kaisar termasuk artefak Jubah Emas, dengan siasat liciknya... dia bekerja sama dengan Dewa Iblis dan beberapa dewa lainnya..." Dewa laut menceritakan panjang lebar kepada Xhin, walaupun Xhin sedikit bosan mendengar cerita itu tetapi Xhin terus menyimaknya.
"Setelah membaca ingatanmu aku kini mengetahui kalau dewa Petir juga di jebak, dulu aku kira dia satu komplotan dengan dewa cahaya tapi aku sudah salah besar dan untuk pergi ke istana kekaisaran Langit kamu harus membentuk Piringan Dewa untuk mendapatkan gelar dewa, cara yang satunya kamu menjadi prajurit langit tetapi kamu akan di tanamkan formasi pengunci hati yang dapat menghancurkan jantungmu saat kamu berpikiran jahat"
"Aku sekarang hanya teringgal potongan roh primordial yang sebentar lagi akan menghilang, dilihat dari carabertarung mu, kamu tidak cocok dengan trisula dewa laut, tapi kamu bisa menggabungkan esensial semesta yang dimiliki Trisula dewa laut, dengan begitu kamu tidak hanya meningkatkan pedangmu itu ke tingkat semesta menengah, tetapi pedangmu juga mendapatkan kemampuan sepesial dari trisula dewa laut" jelas patung dewa laut, Xhin dapat melihat cahaya di mata patung dewa laut mulai meredup.
Selama ini trisula dewa laut telah menyerap banyak energi spiritual dan diubah menjadi Qi semesta, setelah kesadaran roh Primordial milik dewa laut telah menghilang sepenuhnya meninggalkan Piringan Dewa yang melambangkan gelar dewa laut, detik berikutnya energi spiritual dalam jumlah besar lansung memasuki tubuh Xhin.
Xiang Yu merasakan lonjakan energi spiritual memasuki tubuh Xhin, tidak hanya Xiang Yu tapi Yao Yao, jendral Shao dan Patriak akademi kerajaan dewa laut pun merasakan hal yang sama.
Bang!!
Bang!!
Terdengar dua kali suara ledakan terendam dari dalam tubuh Xhin yang menandakan kalau dia telah naik dua tingkat.
"Lansung naik dua tingkatan? Tuan putri sungguh pandai memilih Suami" ucap jendral Shao kagum kepada Xhin.
Sesaat kemudian trisula dewa laut yang sedang tertancap kini diselimuti oleh api yang sangat panas, keempat orang itu dapat melihat dengan jelas api yang Xhin keluarkan berwarna-warni sangatlah panas, seisi ruangan makam itu kini mulai berwarna merah membara.
|
__ADS_1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1