Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Xhin dan Xiang Yu (Fanny)


__ADS_3

Di tengah langit malam yang di Sinari rembulan yang sangat terang, perempuan itu lansung ternganga saat melihat wajah milik Xhin yang sangat tampan, wajah Xhin sangat terlihat dengan jelas walaupun hanya sedikit tersinari cahaya rembulan.


Dengan wajah memerah, perempuan tersebut lansung membalikkan pandangannya karena ketahuan menatap wajah Xhin dengan waktu yang cukup lama.


"Apa sekarang kamu bisa percaya" ucap Xhin.


"Jangan bercanda... apakah kamu tidak tahu, kata ibuku kebanyakan pria yang berwajah tampan sepertimu yang harus di waspadai, mereka seperti rubah yang sangat licik" ucap perempuan tersebut.


Duk!!


Xhin lansung mengetok pelan kepala perempuan tersebut.


"Aduh!" Pekiknya.


"Nyawaku sebagai taruhan kalau aku berbohong, aku hanya ingin kamu tinggal di kamar yang sudah aku pesan itu selama lima hari atau kalau kamu mau, aku akan membeli penginapan itu untukmu, yang penting aku tidak melihatmu seperti ini" ucap Xhin.


"Aku tidak ingin melihat orang yang paling aku cintai menderita" lanjutnya.


Deg!!


Jantung perempuan itu lansung berdetak kencang saat mendengar ucapan Xhin, dia tidak menyangka pria yang baru sekali bertemu dan juga tidak dia kenal bisa berbicara seperti itu, dan juga dia merasa sikapnya Xhin seperti telah mengenal dirinya sejak lama.


"A.. Apa maksudmu dengan kata mencintaiku, kita saja baru bertemu" ucap perempuan tersebut.


"Aku akan memberitahu semuanya, tetapi sebelum itu aku ingin kamu mengikutiku" ucap Xhin.


"Baiklah, tapi kalau kamu berani macam-macam denganku maka pedang ini akan menacap di jantungmu" ucap perempuan itu.


"Apapun itu terserah selama kamu tidak merasa terancam" jawab Xhin.


Mereka berdua langsung kembali menuju ke penginapan tadi dan langsung menuju ke kamar yang ditempati Xhin.


"Semoga saja kamu itu reinkarnasinya Fanny" batin Xhin yang sedang berjalan dengan perempuan tersebut.


Setibanya di kamar, Xhin lansung berjalan keluar, akan tetapi dia di cegat.


"Berhenti!!"


Mendengar itu Xhin lansung menghentikan langkahnya.


"Aku ingin tahu siapa namamu dan apakah kamu mengenalku sebelumnya" ucap perempuan tersebut.


"Di kehidupan dulunya namaku Damse, tapi sekarang namaku adalah Xhin" jawab Xhin.


Mendengar nama Damse, perempuan tersebut kembali mengkerutkan dahinya, nama itu seperti tidak asing di ingatannya.


"Damse... kenapa namamu seperti tidak asing di telingaku" ucap perempuan tersebut sambil berpikir.

__ADS_1


"Tidak salah lagi... kamu itu Fanny ku" batin Xhin yang hampir meneteskan air matanya, tetapi dia menahannya sebisa mungkin.


"Kalau kamu merasa tidak asing dengan namaku itu, maka aku akan memberitahumu setelah aku menyelesaikan hutang darah dengan seseorang, kamu tinggal saja sepuasnya aku akan membeli tempat ini" ucap Xhin ingin berjalan keluar.


"Tunggu! Namaku Xiang Yu, aku mohon bisakah kamu menjelaskannya sedikit" ucap perempuan tersebut yang kembali menghentikan langkah kaki Xhin.


"Baiklah, aku akan menunjukan sedikit ingatanku tentangmu di kehidupan sebelumnya" ucap Xhin yang berbalik menatap Xiang Yu.


Xhin lalu berjalan mendekati Xiang Yu, dengan jari tangannya membentuk sebuah pistol, Xhin lansung mendaratkan ujung jari telunjuknya di kepala Xiang Yu.


"Tenso"


Dug.. dug..


Jantung Xiang Yu berdetak sangat kencang setelah Xhin mentransfer ingatannya.


arrrhkkk!!!


Terdengar jeritan Xiang Yu, dia merasakan kepalanya sangat sakit, rasa sakit yang di rasakan Xiang Yu tidak terlalu besar jika di bandingkan dengan mentransfer sebuah jurus.


Xiang Yu perlahan melihat gambar seorang pemuda yang wajahnya mirip dengan Xhin, akan tetapi kulit Xhin lebih cerah dan wajahnya juga lebih tampan dari pemuda tersebut, dan juga ada seorang wanita cantik yang wajahnya sangat mirip dengannya.


Xiang Yu melihat awal kedekatan mereka berdua dan hari di mana mereka berdua menikah.


Xhin hanya memberikan sedikit gambaran tentang mereka berdua sewaktu di kehidupan sebelumnya, hanya separuh gambaran tentang kedekatan mereka berdua yang terlihat seperti sepasang kekasih, Xhin juga memberikan tanda jiwanya supaya dia bisa mengetahui keberadaan Xiang Yu dimana pun.


"Tidurlah Nona, aku akan pergi" ucap Xhin berjalan keluar meninggalkan Xiang Yu yang sedang terduduk sambil mengeluarkan air mata.


Xhin lansung menuju ke lantai satu yang tidak lain adalah restoran dan tempat para pelayan berada, setibanya di sana terlihat perempuan pelayan tadi sedang duduk bersama seorang pria.


"Pelayan, aku ingin membeli penginapan ini, apakah bisa?" Ucap Xhin yang baru datang.


Mendengar itu mereka berdua langsung membalikkan pandangannya menatap kearah suara tersebut.


"Hahaha... Tuan apakah anda sedang bercanda, penginapan ini sangat mahal, aku yakin tuan tidak akan mampu membelinya" ucap pelayan pria.


"Bilang saja harganya dan aku akan lansung membayarnya" ucap Xhin dengan raut wajah serius.


Melihat raut wajah Xhin yang tampak serius, kedua pelayan tersebut lansung terdiam sejenak dan beberapa saat kemudian pelayanan pria tadi lansung mengangkat suara.


"Tuan, penginapan ini bukan milik kami, aku akan segera menghubungi Tuan Ouyang selaku pemilik penginapan ini" ucap pelayan tersebut lalu beranjak pergi dari sana.


Setelah pelayan pria pergi, Xhin lansung memesan makanan lalu meminta pelayan perempuan itu membawakan makanan yang dia pesan ke kamarnya.


Selesai memesan makanan, Xhin lansung balik ke kamarnya, saat membuka pintu kamar, terlihat Xiang Yu yang belum tidur, dia sedang duduk di samping tempat tidur.


Melihat Xhin telah kembali, Xiang Yu langsung menundukkan kepalanya dan tidak berani menyapa Xhin.

__ADS_1


"Aku telah memesan makan, kamu makanlah sebelum tidur" ucap Xhin.


"Terima kasih tuan Xhin, aku akan membalas kebaikanmu suatu hari nanti" ucap Xiang Yu sambil tersenyum.


Melihat senyuman Xiang Yu, Xhin seketika teringat dengan Fanny yang tersenyum sewaktu pertama kali Xhin mengajaknya ke rumah saat naik mobilnya.


"Di kehidupan ini pun kamu masih memiliki senyuman yang sama" batin Xhin.


"Tidak perlu, hanya dengan melihat kamu tersenyum bahagia saja sudah membuatku senang dan satu lagi jangan memanggilku dengan sebutan Tuan" ucap Xhin.


Mendengar ucapan Xhin, raut wajah Xiang Yu lansung berubah murung.


"Kamu kenapa, apakah kamu ada masalah, katakanlah padaku apa masalah mu" ucap Xhin.


"Maaf, aku tidak ingin merepotkan mu tuan Xhin.. eh maksudku Xhin" jawab Xiang Yu lalu kembali tersenyum.


Tidak lama kemudian pelayan telah membawakan makanan yang dipesan Xhin tadi, mereka berdua langsung menyantap makanan tersebut.


"Tuan, ini makan yang anda pesan" ucap pelayan wanita masuk meletakkan makanan di atas meja dan di ikuti oleh beberapa pelayan wanita lainnya.


Setelah mengantar makanan yang dipesan oleh Xhin, para pelayan itu keluar satu persatu meninggalkan Xhin dan Xiang Yu.


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|

__ADS_1


^^^Bersambung... :)^^^


__ADS_2