
"Oh... Pulau itu... dulu pulau itu adalah tambang batu Roh yang tidak terbatas dan tempat bagi para Kultivator bertarung untuk mendapatkan batu Roh kualitas tinggi untuk pergi ke dunia dewa. di pulau mengambang juga terdapat banyak sekali beast monster dan tanaman spirit yang sangat banyak, akan tetapi suatu hari seorang dewa turun ke dunia tengah lalu mengusir semua orang dari pulau mengambang dan menyegel pulau mengambang sehingga sampai sekarang pulau itu tidak bisa di temukan.
ada yang bilang bawah pulau itu disegel karena keserakahan manusia." jelas master Sakte.
"Apakah master Sakte mengetahuinya tempatnya" ucap Xhin.
"Benar, aku tahu tempatnya dimana" jawab master Sakte.
"Master aku punya hadiah untuk mu, ini Pill Liliang tingkat langit dengan khasiat 80%" ucap Xhin memberikan sebuah cincin penyimpanan.
"Xhin, apakah kamu serius mau memberikan Pill semahal ini" ucap master Sakte seakan tidak percaya dengan apa yang diberikan oleh Xhin.
"Benar master, tapi di mana tempat pulau mengambang itu berada master, tolong beritahu aku" ucap Xhin.
"Dari peta yang aku miliki" jawab master Sakte.
"Tunggu sebentar, aku akan mengambil petanya" ucap Master Sakte pergi meninggalkan Xhin.
Beberapa saat kemudian kini Master Sakte telah kembali, terlihat di tangannya terdapat sebuah gulungan tua.
"Ini, peta menuju ke pulau mengambang" ucap Master sakte memberikan gulungan tua tersebut.
"Master Sakte, apakah tidak apa-apa memberikan aku benda berharga seperti ini" ucap Xhin.
"Aku mempunyai banyak, jadi kamu simpan saja, tapi buat apa kamu menanyakan tentang pulau mengambang, apakah kamu ingin pergi ke sana" jawab master Sakte.
"Terima kasih master Sakte, dan benar aku ingin pergi ke sana" ucao Xhin.
"Hahaha... Dasar anak bodoh, Xhin kamu itu sudah di tipu, buanglah pikiranmu itu, berlatihlah dan jangan buang-buang waktumu, jalan menuju ke tempat itu sangat berbahaya dan jikalau kamu bisa melewatinya, kamu belum tentu menemukan pulau itu" balas Master Sakte.
"terima kasih master Sakte, aku pergi dulu" ucap Xhin lalu menghilang dari pandangan master Sakte.
Xhin terbang melesat menuju ke arah yang ditunjukkan di peta, saat terbang menuju lokasi pulau mengambang dia sedikit kesulitan karena angin yang bertiup sangat kencang, bahkan baju Xhin saja mulai terkoyak oleh angin kencang tersebut.
Di pertengahan jalan, terlihat badai besar dengan petir yang menyambar-nyambar.
Xhin tidak ambil pusing, dia lansung melesat menuju badai tersebut karena itu adalah jalan satu-satunya.
__ADS_1
Xhin terus terbang mendekati badai besar tersebut, pakaiannya sudah terkoyak habis dan kini dia sudah telanjang bulat.
"Hukum waktu"
Xhin lansung menghentikan waktu, terlihat butiran air yang mengambang di udara, kilatan petir yang terhenti dan terlihat seperti akar tumbuhan yang menjalar.
Xhin lansung terbang lurus, tidak lama kemudian Xhin telah sampai di lokasi yang di tunjukkan, akan tetapi dia tidak melihat adanya pulau apa pun, tapi dia bisa merasakan adanya energi yang tidak asing baginya, energi tersebut seakan menutupi sesuatu.
"Array ilusi, aku bisa merasakannya dengan jelas" ucap Xhin lalu terbang mendekat.
Xhin lansung memajukan tangannya ke depan, benar saja dia menyentuh sebuah penghalang yang tak lain adalah array yang melindungi pulau mengambang.
Xhin lansung memasukan tanda jiwanya ke dalam array ilusi tersebut, tidak lama kemudian Xhin lansung membentuk segel tangan dengan sangat cepat.
"Terbuka"
Seketika perlahan Array tersebut memudar dan terlihat sebuah pulau yang sangat besar, mengambang di atas langit.
Terlihat juga air terjun yang sangat indah mengalir turun dari Pulau mengambang ke permukaan laut.
Tidak tunggu lama Xhin lansung terbang masuk ke dalam pulau mengambang tersebut.
Xhin lansung menyebarkan kesadarannya memenuhi pulau mengembang, dia tidak merasakan adanya Beast Monster tetapi dia melihat banyak sekali tumbuhan spirit.
Xhin juga melihat adanya sebuah meja batu di tengah pulau dan terdapat sebuah kotak kayu di atasnya.
Karena penasaran Xhin lansung melesat menuju ke meja batu tersebut, letaknya berada di tengah pulau.
Tidak butuh waktu lama bagi Xhin untuk pergi ke sana, Sesampainya di sana Xhin lansung melihat kotak kayu tersebut.
Saat hendak menyentuhnya, tiba-tiba muncul Roh yang menjaga kotak kayu tersebut.
"Jutaan tahun akhirnya ada yang bisa menemukan tempat ini, kamu memang jenius anak muda, tidak sembarang orang bisa membuka Array ilusi milikku, bahkan seorang dewa Array saja tidak mampu membukanya" ucap Roh tersebut.
"Untuk membuka Array itu sangat mudah bagiku, tapi Siapa kamu.. kenapa kamu bisa berada di sini" ucap Xhin.
"Aku adalah Dewa dimensi atau kaisar dewa pertama Jiang Fuyang, aku berada di sini karena Dewa api dan Dewa petir mengkhianati ku dan menciptakan perang besar selama Seribu tahun, mereka berdua berkomplotan dengan Raja dewa neraka pertama Bael von vegelion, aku berhasil membunuhnya tetapi aku juga mengalami luka berat, aku dengan cepat mengetahui niat busuk ke dua dewa tersebut lalu aku melarikan diri" ucap Roh tersebut bercerita.
__ADS_1
"Dengan cekat aku melarikan diri dari Dunia Dewa ke dunia tengah, aku lalu menemukan tempat ini dan lansung menyegelnya" lanjutnya.
"Kenapa mereka mengincar mu Tuan Fuyang" ucap Xhin bertanya.
"Aku yakin mereka mengincar ku karena ingin menguasai dunia Dewa, tetapi aku sangat yakin mereka adalah pion dari seorang kultivator yang sangat kuat" ucap Roh Jiang Fuyang.
"Tunggu.. tadi katamu kamu berhasil membunuh Raja Dewa Neraka dan namanya Bael Von Vegelion, apakah dia mempunyai keturunan lainnya yang bernama Dante Von Vegelion?" ucap Xhin bertanya.
"Dia mempunyai banyak sekali keturunan, tetapi semua anaknya dimakan olehnya untuk meningkatkan kultivasinya, tetapi ada seorang anak yang tidak dia makan, mungkin dia itu yang kamu maksud" jawab Roh Jiang Fuyang.
"kenapa dia memakan anaknya sendiri hanya untuk meningkatkan kultivasi, sedangkan Dante anaknya malah membunuh untuk berkultivasi" ucap Xhin.
"Mereka adalah Ras iblis tertua, hanya dengan cara itu mereka bisa berkultivasi, tapi untuk masalah Dante yang tadi kamu sebutkan aku tidak tahu" ucap Roh Jiang Fuyang.
"Anak ini.. saat membicarakan tentang Dante amarahnya seakan ingin meledak-ledak, apakah ada dendam di antara mereka" batin Roh Jiang Fuyang.
"Anak muda, apakah kamu memiliki dendam kepada si Dante itu?" ucap Roh Jiang Fuyang bertanya.
"Benar.. aku ada hutang darah dengannya, di kehidupan sebelumnya dia dan keenam anak buahnya membunuh seluruh manusia di dunia yang aku tempati, aku berhasil mengalahkan mereka semua kecuali Dante, Dante membunuh semua keluargaku yang merupakan manusia terakhir dan juga dia membunuh istriku di depan mataku. maka terjadilah pertarungan antara aku dengan dia selama beberapa bulan, karena melihat istriku mati di depan mataku jadi emosiku tidak terkontrol dan malah membuatku kalah darinya" jelas Xhin.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
__ADS_1
^^^Bersambung... :)^^^