
Gi Yo Wuo seketika terkejut saat melihat cahaya petir merah melesat dengan sangat cepat, melewati celah di tengah mereka bertiga dan menuju kearahnya, dan juga Gi Yo Wuo tidak sempat menghindar dari Xhin yang melesat dalam kecepatan tinggi.
"Kegelapan tak berujung"
Jleeebb!!!
Xhin langsung menusukkan pedang Rebellion tepat di jantung Gi Yo Wuo, pedang Rebellion menembus tubuh Gi Yo Wuo dan hanya berjarak beberapa inci dari wajah Yao Yao.
Dalam waktu sepersekian detik, Xhin langsung melancarkan tendangan susulan ke perut Gi Yo Wuo hingga membuatnya terhempas ke belakang menabrak barisan pepohonan.
Baaamm!!!
Di saat yang bersamaan Xhin juga menarik tubuh Yao Yao dari bahu Gi Yo Wuo, saat Xhin menyentuh tubuh Yao Yao Petir Merah yang menyelimuti tubuhnya juga menghilang secara perlahan.ada
Uhuuk... Uhuuk...
Terlihat Pedang Rebellion yang masih tertancap di tubuh Gi Yo Wuo, Gi Yo Wuo juga memuntahkan darah segar dari mulutnya, akan tetapi darah yang keluar tidak berwarna merah melainkan berwarna hitam.
[Selamat, tuan telah menyelamatkan Dunia Qilin dari kehancuran]
[Selamat, tuan mendapatkan 1000 Poin sistem]
[Misi baru, Tuan harus mengambil Pill hitam dari Iblis]
Xhin kini menggendong Yao Yao di depan dadanya, Xhin lalu mengelus lembut wajah Yao Yao yang belum sadarkan diri, sambil berpura-pura tidak mendengar suara notifikasi sistem.
"Bahkan dalam keadaan tidak sadarkan diri pun kamu masih sangat cantik" ucap Xhin.
Xhin lalu menotok belakang leher Yao Yao untuk menyadarkannya.
Uhuuk... Uhuuk...
Yao Yao kemudian membuka matanya secara perlahan, Yao Yao seakan tidak percaya dengan apa yang dia lihat pertama kali saat membuka matanya.
"Xhin... Apakah ini kamu ataukah ini hanya mimpi... aku mohon jangan bangunkan aku" ucap Yao Yao dengan mata yang mulai berkaca-kaca, sambil menyentuh wajah Xhin.
"Benar Yao'er, ini aku... Xhin dan kamu tidak sedang bermimpi" jawab Xhin.
Hiikksss... Hiikksss....
"Aku sudah menunggu kamu begitu lama... Tetapi kamu tidak kunjung datang dan di saat iblis itu menangkapku, aku mengira tidak akan pernah bertemu denganmu lagi" tangis Yao Yao sambil memukul-mukul dada Xhin.
"Tenanglah... Aku akan selalu melindungi mu, walaupun aku tidak berada di sisimu tapi aku tetap mengawasi mu" ucap Xhin.
Yao Yao lansung memeluk erat tubuh Xhin, Xhin juga sebaliknya.
Setelah berpelukan beberapa saat, Xhin langsung menurunkan tubuh Yao Yao dari gendongannya.
"Yao'er , kamu tunggu sebentar, aku harus membereskan semuanya" ucap Xhin.
"Baiklah Xhin Gege, aku menunggumu di sini" balas Yao Yao.
__ADS_1
Swoos!!
Xhin langsung melakukan teleportasi ke mayat Gi Yo Wuo, terlihat pedang Rebellion yang masih tertancap di tubuh iblis Gi Yo Wuo.
Xhin langsung memegang gagang pedang Rebellion, lalu mencabut pedangnya itu dari tubuh iblis Gi Yo Wuo.
Saat Xhin memegang tangan Gi Yo Wuo, energi spirit dalam jumlah besar juga memasuki tubuhnya.
Semua energi spirit tersebut milik iblis Gi Yo Wuo yang diserap oleh pedang Rebellion, lalu di berikan kepada Xhin dan kini energi spiritnya telah kembali pulih sebanyak 40%.
Xhin lalu menggeledah dua cincin penyimpanan milik iblis Gi Yo Wuo, beberapa saat mencari Xhin tidak menemukan Pil Hitam di kedua cincin penyimpanan milik iblis Gi Yo Wuo.
Xhin kemudian berteleportasi ke mayat iblis Lon Kae, Xhin menemukan sebuah cincin penyimpanan yang masih terpasang di jari iblis Lon Kae, tidak menunggu lama dia lalu memeriksa cincin penyimpanan milik iblis Lon Kae.
Xhin seketika tersebut lebar saat dia menemukan Lima butir Pil Hitam sebesar bola Golf di cincin penyimpanan milik iblis Lon Kae.
"Ini dia Pil Hitamnya, Pil ini mengandung Aura kematian yang sangat besar" ucap Xhin sambil memegang Pil Hitam yang di ekstrak dari mayat-mayat manusia yang mereka bunuh.
[Selamat, tuan telah berhasil mendapatkan Pil Hitam]
[Selamat tuan mendapatkan 100 Poin sistem dari misi tambahan]
Setelah menemukan Pil Hitam, Xhin lansung menyimpannya ke dalam dunia Verden, selesai itu Xhin lalu membangkitkan semua mayat iblis yang tersisa.
"Bangkitlah kalian semua"
Seketika iblis Gi Yo Wuo dan iblis Lon Kae yang berada jauh dari posisi Xhin, lansung bangkit dengan tubuh berwarna gelap.
"Hormat kepada Yang mulia Raja" ucap mereka berdua serempak.
"Nama kalian berdua Yaitu, So dan Si" ucap Xhin menunjuk ke arah Lon Kae dan Gi Yo Wuo secara bergantian.
Seketika tubuh mereka berdua memancarkan cahaya yang tidak terlalu terang, Lon Kae atau So lansung naik ke tingkat Dewa Putih 3, sedangkan Si atau Gi Yo Wuo lansung naik ke tingkat Immortal Emperor 5.
"Kalian semua masuklah ke bayanganku" ucap Xhin memerintahkan, dan di saat itu juga mereka berdua dan ketiga bawahan pertamanya langsung melesat masuk kedalam bayangan Xhin.
Swoos!!
Setelah menyelesaikan apa yang ingin di lakukannya, Xhin lalu kembali berteleportasi ke tempat Yao Yao.
"Ayo kita pergi" ucap Xhin yang mungkin dibelakang Yao Yao.
"Eh... Xhin Gege, apakah sudah selesai " ucap Yao Yao yang terkejut dengan kemunculan Xhin secara tiba-tiba.
"Iya... sudah selesai" jawab Xhin.
Xhin lalu menggenggam tangan Yao Yao, seketika mereka berdua lansung berteleportasi kembali ke kota Hanzixo.
Setibanya di tengah kota Hanzixo, Yao Yao melihat sebuah kubah pelindung yang sangat besar menutupi hampir sebagian kota Hanzixo.
"Xhin Gege apa itu, apakah itu formasi pelindung?" ucap Yao Yao bertanya.
__ADS_1
"Tidak, itu namanya array pelindung, Hampir mirip dengan teknik formasi, hanya saja teknik Array sangat rumit lebih dari teknik formasi" jelas Xhin.
"Oh... Tapi siapa yang membuatnya, apakah..."
"Benar, aku yang membuatnya untuk melindungi warga kota" ucap Xhin memotong.
"Menghilang" Xhin langsung mengebaskan tangannya dan sedetik kemudian array dewa perlahan memudar lalu menghilang sepenuhnya.
Terlihat ribuan kultivator maupun warga biasa sedang duduk, ada juga yang berdiri.
Tetapi setelah Array Dewa menghilang, mereka semua lansung berdiri sambil melihat ke arah langit kubah yang perlahan memudar lalu menghilang.
"Yao Yao" teriak Dhu Ji sambil melambaikan tangannya.
Mendengar teriakkan Dhu Ji, semua orang lansung mengarahkan pandangan mereka mengikuti Dhu Ji.
"Raja kota, itu tuan Putri tapi laki-laki itu yang menyelematkan kita semua" ucap salah satu pejabat kepercayaan Raja kota.
"Iya benar, itu putriku tapi kenapa dia terlihat sangat gembira dan tidak seperti biasanya" ucap Raja kota yang tampak bingung dengan putrinya.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
^^^BERSAMBUNG... :)^^^
__ADS_1