
Damse menghilang dan muncul di samping kepala monster, Damse kemudian menebas leher monster hingga terlepas dari tubuhnya, Damse melakukan teknik tersebut berulang-ulang.
dalam hitungan menit Damse sudah menebas ribuan monster, tetapi jumlah monster yang keluar makin bertambah banyak.
Banyak juga manusia yang telah mati baik itu kultivator maupun manusia biasa yang tidak bisa berkultivasi.
Dua hari Siang dan malam bertarung, Damse telah membunuh milyaran monster, pasukan bayangan milik Damse terus membantai monster yang ada, tetapi tingkat kultivasinya telah naik drastis, tingkat kultivasi Damse yang awalnya berada di ranah Dewa Ashura*² kini telah naik ke Ashura*⁹.
Keasikan membunuh para monster kini Damse di kejutkan dengan munculnya 6 orang yang memiliki aura Mirip Mammon dan orang pertama yang keluar dari portal.
"Sial.. jikalau melawan mereka semua sekaligus akan tidak mungkin aku memenangkan pertarungan" batin Damse.
Damse yang tidak pernah kelelahan di setiap pertempuran kini tampak lelah tak bertenaga, sebenarnya bukan rasa lelahnya tetapi rasa kesal karena dari tadi ia terus membunuh ribuan monster, tetapi jumlah monster tidak pernah habis-habis dan terus bermunculan.
Tetapi di balik rasa kesalnya, Damse kini mulai bersemangat untuk terus membunuh monster-monster, karena dia mulai berpikir, semakin banyak monster yang dia bunuh maka tingkat kultivasinya akan meningkat.
Damse lansung menyelimuti tubuhnya dengan elemen petir sehingga dia terlihat seperti Petir itu sendiri.
"Petir Ashura" Damse lansung menghujani monster-monster dengan petir Merah dalam radius 10 mil.
Seluruh manusia yang berada di dalam kota Garrat telah mati, ada juga yang kabur menyelamatkan diri, tetapi tidak jauh melarikan diri malah di bunuh oleh monster yang mengikuti.
monster-monster telah menyebar di seluruh darat dunia Abyss, banyak kota-kota besar telah jatuh, kekaisaran Celestial telah hancur akibat serangan monster.
Primordial Demon yang sedari tadi sedang mengawasi Damse dari atas langit kini mulai kesal dan tidak sabar untuk membunuh Damse tetapi di cegat oleh kemunculan pimpin mereka.
"Kalian bersabarlah, kita lihat sampai berapa lama dia akan tetap bertanggung, jurus petir barusan pasti telah menguras banyak energinya, palingan beberapa hari lagi dia akan kehabisan energi dan mati oleh monster-monster tersebut"
Hampir satu Minggu Damse terus membantai monster-monster, sudah tidak terhitung berapa banyak monster yang telah dia bunuh, Damse juga terus menghisap aura kematian dengan menggunakan Vortex miliknya, tingkat kultivasinya telah menerobos tingkatan Dewa Indra*¹.
Tiba-tiba Damse merasakan langit seakan terasa mulai gelap, tetapi Damse tidak menghiraukannya dan tersebut melesat menebas Monster-monster dengan membabi buta.
GGGOOOAAARRR!!!
__ADS_1
Bammm!!
Keasikan menebas jutaan monster tiba-tiba Damse di kagetkan dengan sebuah pukulan yang sangat besar menghantam seluruh tubuhnya beserta seluruh monster yang ada sehingga Damse terpental sangat jauh, menembus deretan gedung dan kembali terpental di atas tanah sejauh 7 mil.
"Sialan monster apa itu, pukulannya sakit sekali" gumam Damse.
BBOOOMMM!!
Setelah tubuh Damse menghantam tanah dan terhenti, tiba-tiba sebuah bola api besar menghantam tubuhnya.
Ledakan besar tercipta dengan radius 1 mil akibat serangan bola api tersebut, tetapi banyak juga monster yang di sekitarnya mati akibat terkena dampak dari ledakan besar tersebut.
Ledakan tersebut membuat kota Garrat rata seketika dengan tanah bahkan ledakan besar tersebut menciptakan kawah yang sangat besar.
Bang!!!
Ledakan aura kematian yang sangat besar tercipta akibat Damse melakukan transformasi ke wujud setengah Dewa kematian.
Damse lansung melesat menuju monster besar yang menyerangnya tadi.
Monster tersebut kembali membentuk bola api raksasa dengan mulutnya.
"Baiklah kita lihat api milik siapa yang paling panas" Damse lansung membentuk sebuah bola api putih yang sangat besar bahkan besar 3x lipat, bahkan melebihi ukuran yang dibuat monster itu, udara di sekitar terasa sangat panas, bahkan besi reruntuhan bangunan menjadi meleleh, Primordial Demon terkejut saat Damse mengeluarkan api putih.
GGGOOOAAARRR!!!
Damse lansung melancarkan bola api hitam raksasa kepada monster besar yang masih membuat bola api raksasa tersebut.
BBBOOOOOMM!!!
Tercipta sebuah ledakan yang sangat dahsyat dengan radius 200 mil, gelombang kejut memiliki panas yang luar biasa, menerpa lautan monster dan seketika menjadi abu, pepohonan dan tumbuhan-tumbuhan yang berada dalam radius ledakan lansung habis terbakar, tanah seketika menjadi gersang, enam orang Primordial Demon yang berada di langit lansung menjauh dari ledakan besar tersebut.
tetapi sialnya, dua orang Primordial Demon yang sedari tadi tidak sabaran itu, berada terlalu dekat dengan ledakan sehingga keduanya terluka parah akibat terbakar api putih, tetapi luka-luka tersebut bisa sembuh dengan cepat karena kecepatan regenerasi mereka begitu luar biasa.
__ADS_1
Monster besar tersebut dan juga jutaan monster yang berada di dekat mereka juga telah mati akibat terkena ledakan api putih tersebut.
Untungnya Damse telah memasang array pelindung di kediaman Cullet sehingga dampak dari ledakan hanya membuat Array pelindung menjadi retak dan mulai memudar.
"Cih... Api kecil begitu tidak pantas digunakan untuk membunuh, tetapi lebih baik dipakai untuk masak air panas" Damse yang berbicara sendirian.
Damse melihat sekelilingnya, tetapi hanya terlihat tanah yang telah berubah menjadi bata api akibat ledakan tersebut, Damse kemudian membekukan area yang terkena ledakan api putih tersebut.
setelah itu Damse langsung melesat ke arah kediaman keluarga Cullet, sesampainya di sana Damse di sambut oleh pelukan Fanny.
"Dam apakah kamu yang melakukan ledakan besar tersebut" ucap Fanny.
Damse hanya mengangguk setelah mendengar pertanyaan dari Fanny.
******
di sisi lain
Setelah memulihkan diri, lima orang Primordial Demon lansung membentuk segel tangan tangan secara bersamaan, kemudian muncul pentagram, pentagram tersebut menyerap seluruh darah dan jiwa monster maupun manusia yang telah mati di daratan tersebut.
Darah dan jiwa yang diserap lansung membentuk sebuah bola berwarna merah kehitaman yang berbentuk seperti Pill, tetapi proses penyerapan terus dilakukan.
Sementara masih menyerap darah dan jiwa, seorang Primordial Demon Yang sedang mengawasi lansung membentuk sebuah segel tangan, muncul sebuah portal berwarna hitam, dari portal tersebut kembali muncul jutaan monster yang berdesakan keluar dari Portal.
"hahah... Aku akan menghancurkan Dunia kecil ini, kalian teruslah menyerap darah dan jiwa yang ada, setelah itu kita kembali." teriak orang tersebut.
***
Di sisi lain
Damse merasakan kehadiran seorang yang lebih kuat darinya telah mendekat.
"Ada seseorang yang kekuatannya melebihi ku dan di tambah ke enam orang lainnya yang setara dengan ku, aku tidak akan bisa menghadapi mereka secara bersamaan." ucap Damse
__ADS_1
Bersambung.