Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Sekte Pedang Api II


__ADS_3

"Matilah aku kali ini, Maju salah mundur pun salah" batin murid tersebut.


Xhin lansung mendorong punggung murid itu, murid tersebut, merasa di dorong oleh Xhin murid itu kembali melangkah menaiki anak tangga dan di ikuti oleh Xhin dari belakang.


Xhin tiba-tiba merasakan adanya serangan yang menuju ke arahnya, saat menoleh ke arah tetua itu, mata Xhin menangkap guci arak yang di pegang tetua tadi melesat ke arahnya dengan dilapisi dengan energi spiritual yang sangat padat.


Braakkk!!!


Guci arak itu lansung pecah di udara saat menabrak perisai hukum ruang yang Xhin buat, mata tetua itu melebar saat melihat Xhin menggunakan hukum ruang.


"Siapa sebenarnya kamu anak muda" tetua itu lansung berdiri, tangannya tiba-tiba sudah memegang pedang dengan ukuran bila berukuran besar.


Xhin kini mulai emosi saat tetua itu melemparkan guci arak dengan kekuatan penuh ke arahnya, "Apa kamu tuli? Sudah aku bilang namaku Xhin masih saja bertanya!" ucap Xhin menatap tajam tetua Kuangmo sambil mengarahkan niat membunuh yang sangat besar.


Deg!!


"Perasaan apa itu? Kenapa dia memiliki rasa haus darah semengerikan itu dan juga aku dari tadi tidak dapat merasakan ranah kultivasinya, apa dia menggunakan artefak untuk menyembunyikan hawa keberadaan dan tingkat kultivasinya ataukah memang kekuatan dia sangatlah tinggi?" batin tetua tersebut.


"Tetua Kuangmo! Apa yang ingin kamu lakukan dengan pedangmu itu?" Teriak salah satu tetua yang datang dengan seguci arak di tangannya.


Mendengar suara yang dia kenali, tetua Kuangmo lansung mengarahkan pandangannya ke sumber suara, "Hei tua bangka! Ada yang menerobos masuk Sekte Pedang Api, dia juga menyandra salah satu murid luar" teriak tetua Kuangmo.


Mendengar ucapan tetua Kuangmo, tetua yang baru datang itu lansung menyimpan guci arak ke dal cincin penyimpanan miliknya, tangan tetua itu lansung menarik gagang pedang pendek yang berada di punggungnya.


"Kenapa kamu tidak menyerangnya" ucap tetua yang baru datang itu lalu melesat dengan cepat untuk menerjang Xhin.


swuussshh!!!


Melihat temannya telah bergerak, tetua Kuangmo lansung menyusulnya untuk menyerang Xhin.


"Tebasan Panas Matahari!"


"Tebasan Rubah Api"


Kedua terus itu lansung melancarkan serangan kepada Xhin yang telah berada di puncak anak tangga, sedangkan murid yang bersama Xhin mulai berkeringat dingin saat melihat kedua tetua itu melancarkan serangan ke arah mereka.


Bhuuss!!!


Braaakkk!!!


Xhin lansung melambaikan tangannya ke arah belakangnya sehingga tiba-tiba muncul tekanan angin kencang yang menghempaskan tubuh kedua tetua itu.


Kedua tetua itu memuntahkan darah segar saat tubuh mereka membentur tanah dengan keras, merasakan fluktuasi energi spiritual dalam jumlah besar, beberapa petugas hukum dari divisi hukum dalam sekte lansung melesat ke sumber fluktuasi energi spiritual.


Setibanya di sana mereka melihat kedua tetua terbaring dengan mulut penuh darah, "apa yang terjadi tetua Kuangmo, tetua Riomu" petugas divisi hukum mengeluarkan dua botol eleksir penyembuh.


"Kalian cepat laporkan ke master Sakte kalau ada penyusup yang menerobos masuk ke Sekte Pedang Api, penyusup itu memiliki tingkat kultivasi sangat tinggi dan aku yakin dia berada di ranah Heavenly Immortal" ucap tetua Kuangmo.


***


Xhin kini dibawa oleh murid Sekte Pedang Api yang bersamanya itu, sebenarnya dia tau lokasi kediaman murid elite di Sekte bagian dalam karena dia sesekali menyelinap masuk bersama murid bagian dalam, jadi dia tau lokasi kediaman Kai Loon dan Sei Xoji.

__ADS_1


Keduanya melesat dengan cepat melewati para murid Sekte yang berlalu lalang, Xhin merasakan banyak sekali kultivator tingkat Kaisar Dewa Puncak dan ada juga beberapa orang yang telah menembus ranah Heavenly Immortal bergerak secara bersamaan.


"Berhenti! Kita di kepung" ucap Xhin.


"Kalian berdua menyerah lah, kalia..." Ucap Orang itu terhenti saat melihat wajah dari Xhin.


"Boss Xhin... Kau kah itu" ucap orang yang tadi berbicara.


Xhin merasa begitu familiar dengan suara orang tersebut, tetapi saat orang itu melepaskan topengnya Xhin akhirnya mengenal orang itu.


"Sialan!! Sudah tau kalau aku datang kemari tapi masih tidak menyambutku!!" Ucap Xhin manatap tajam orang tersebut.


"Sei Xoji menghadap Bos Xhin" ucap orang itu berlutut sambil menangkupkan kepalan tangannya.


Melihat salah satu dari murid elite berlutut, murid-murid sekte Pedang Api yang sedang melihat itu seketika terdiam, mereka bingung apa yang sebenarnya terjadi.


"Bangs*t!! Apa kalian ingin mati!! Masih belum cukup kah kalian melihat aksi pembantain boss Xhin" teriak Sei Xoji menatap para petugas divisi hukum yang ingin menangkap Xhin.


"Senior Xoji, kita sebelumnya tidak mengetahui kalau yang kita kejar ini adalah sang pembantai" ucap salah satu murid yang bertugas di divisi hukum.


"Tadi aku sudah mengatakan namaku dan maksud kedatanganku ke sini, tapi aku malah tidak di sambut di sini, aku di usir oleh salah satu tetua kalian yang mabuk-mabukkan di dekat tangga, dia dan temannya bahkan dia menyerangku, kekuatan sebesar itu menghantam punggungku, dengan sekuat tenaga aku melawannya tapi aku berhasil melumpuhkannya" ucap Xhin yang telah menyadari kehadiran master Sakte Pedang Api.


"Apaa!! Dasar pemabuk tua itu!! Kenapa dia membuat kita dalam masalah seperti ini" ucap salah seorang petugas divisi hukum.


"Tunggu-tunggu... Kamu bilang dia menyerang mu di punggungmu, kenapa kamu tidak menghindar" ucap suara yang terdengar dari balik keramaian di belakang Xhin.


"Dia sangat cepat, bahkan aku tidak sempat melihatnya, master Sakte pasti tau kalau kekuatan orang tua itu sangat kuat" balas Xhin saat melihat master Sakte telah menunjukkan dirinya.


"Andai saja tadi mataku tidak kemasukan pasir, mungkin aku tidak akan terkena serangannya" ucap Xhin kembali beralasan.


"Kalian penjarakan saja kedua Pemabuk itu" ucap master sekte memerintahkan murid divisi hukum, "apa kamu sudah puas sang pembantai?" Lanjutnya menatap ke arah Xhin.


"Belum, aku ingin mereka berdua mati" ucap Xhin menatap tajam ke arah master sekte sambil melepaskan Aura kematian hingga tubuh master Sakte bergetar.


"Apa? Kalau ingin membunuh mereka kenapa tidak langsung saja dari tadi, malah berpura-pura tersakiti di depanku" balas master Sakte yang berusaha mengontrol tubuhnya agar tidak gemetar.


"Santai-santai... Aku cuman bercanda, kalian tidak usah membunuh atau menghukum mereka berdua, kekuatan kedua orang itu masih di perlukan di pasukanku" ucap Xhin merubah ekspresi wajahnya dengan sangat cepat, Xhin juga menarik kembali aura kematian yang merembes keluar dari tubuhnya.


"Terus di mana Kai Loon?" Ucap Xhin menatap ke arah Sei Xoji.


"Eh... Dia mungkin masih berduaan dengan pac... Baik boss Xhin, aku akan segera memanggilnya" jawab Sei Xoji yang merasa ketakutan saat tatapan tajam Xhin mengarah padanya.


|


|


|


|


|

__ADS_1


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|

__ADS_1


|


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2