
Trang~~~
Jack dengan sigap menangkis sebuah serangan pedang yang tiba-tiba mengarah kepadanya.
"Ibu..!!" Ucap Fanny dengan mata yang telah berkaca-kaca, tubuh Fanny bergetar ketika melihat ibunya.
"Fanny kau kah itu" ucap ibu Fanny
"Iya Bu ini aku Fanny!!, Fanny datang untuk membawa ibu dan ayah pulang" ucap Fanny dengan menitikkan air mata, Fanny berlari kearah ibunya dan langsung memeluk ibunya.
"Nak kenapa kamu datang ketempat ini.. disini sangat berbahaya" ibunya Fanny menangis sambil memeluk tubuh Fanny.
"Ayah mana Bu!" Fanny bertanya
"ayah mu di dalam tapi" ucap ibu Fanny yang tidak melanjutkan kata-katanya.
"ayah kenapa Bu, kalau pun ayah sakit tidak masalah, ayah akan sembuh" ucap Fanny yang sedang menangis.
"Ayahmu sedang sekarat akibat bertarung melawan seorang Boss monster portal ini" ucap ibunya Fanny.
"Bu tenang saja ayah akan selamat" ucap Fanny membujuk ibunya walaupun ibunya tahu ucapan Fanny hanya sekedar menghiburnya.
"Oh.. iya Bu kenalin pacar Fanny namanya Damse dan yang itu adiknya Damse" Fanny memperkenalkan Damse dan Jack sambil menunjuk mereka berdua secara bergantian.
"H- halo Bi saya Damse pacarnya Fanny" ucap Damse dengan gugup.
"Halo Bi saya Jack adiknya kak Damse" Jack menyapa ibunya Fanny.
"Bu di mana ayah" Fanny bertanya
"Sini ibu akan mengantar kalian" ibunya Fanny mengantar mereka bertiga.
Mereka berjalan cukup jauh kedalam goa, tak lama berjalan mereka pun tiba di sebuah ruangan dalam goa tersebut, di sana Fanny melihat ayahnya sedang terbaring dengan kondisi yang sangat mengenaskan, kedua kaki ayah Fanny telah terputus sebatas lutut dan lengan kanan juga telah terputus.
"Ayah!!" Ucap Fanny berlari memeluk ayahnya dan membuat ayahnya terbangun.
"Nak sejak kapan kamu datang ke tempat berbahaya ini" ayah Fanny bertanya
"Hampir tiga bulan Yah" Fanny menjawab.
Fanny kemudian mengenalkan Damse dan Jack kepada ayahnya, tangisan mulai terdengar selama beberapa menit.
__ADS_1
Damse kemudian mengeluarkan Pill Healing Max dan memberikan kepada ayahnya Fanny dan juga ibunya Fanny.
"Paman, bibi telan Pill ini maka tubuh kalian akan kembali beregenerasi" ucap Damse sembari memberikan Pill Healing Max.
"Pill apa ini dan juga aura dari Pill ini sangat kuat" gumam Ayah Fanny.
Ayah dan ibunya Fanny menghilangkan keraguan dalam diri mereka dan lansung menelan Pill Healing Max.
Setelah kedua orang tua Fanny menelan Pill Healing Max tiba-tiba keluar cahaya hijau dari tubuh keduanya, kaki dan tangan milik ayahnya Fanny mulai beregenerasi.
Hampir 1 menit tubuh ayah Fanny mulai beregenerasi, kedua kaki dan telah telah muncul kembali" nak dari mana kamu mendapatkan Pill sebagus ini"
"Itu Paman.. Aku mendapatkan Pill itu setelah menyelesaikan sebuah portal Rank SSS kok" ucap Damse berbohong
"Apa!! Portal Rank SSS" ayah dan ibu Fanny kaget mendengar Damse menyelesaikan portal Rank SSS.
"Seberapa kuat sih.. anak ini dan juga aku tidak bisa merasakan tingkatan kultivasinya" batin ayahnya Fanny.
"Paman sebenarnya seberapa kuat boss monster portal ini" Damse bertanya
"Boss monster di portal ini adalah seorang Primordial Demon, Dia sangat kuat bahkan aku saja belum sempat melihatnya tetapi dia membuat tidak sadarkan diri dengan kaki dan tanganku terputus " ucap ayahnya Fanny.
"Jack kenapa kamu begitu terkejut" ucap Fanny.
"Fan saat aku membaca buku tentang peperangan ribuan tahun lalu dan Primordial Demon adalah dalang di balik peperangan tersebut dan Primordial Demon sangatlah kuat bahkan para dewa saja sangat kesulitan melawan seorang Primordial Demon, apalagi
Raja Primordial Demon kekuatannya mampu melawan Kaisar Dewa bahkan lebih kuat" Jack menjelaskan
"Terus bagimana paman bisa selamat dari Primordial Demon itu, jikalau kekuatannya semengerikan itu" Damse kembali bertanya.
"Itu berkat artefak teleportasi milik istriku, tetapi artefak itu hanya sekali pakai" ucap ayah Fanny.
"Nak Damse kamu berasal dari keluarga mana dan kamu berada di Fraksi apa" ucap ibu Fanny.
"Bibi.. Saya berasal dari keluarga Cullet, Fraksi Naga Hitam dan Jack adalah adik sepupu saya." ucap Damse sambil menunjuk Jack.
"Jadi kamu adalah cucu dari Pak tua Rolland" ayah Fanny terkejut saat mengemudi asal usul Damse.
"Paman bibi seb-" ucapan Damse terpotong oleh Fanny
"Damse jangan panggil kedua orang tua ku dengan paman dan bibi tetapi kamu harus membiasakan memanggil dengan sebutan ayah dan ibu mertua karena setelah kita keluar dari portal ini kita akan menikah.. ingatlah janji kamu itu Dam" Fanny memarahi Damse tetapi tujuan utamanya adalah untuk memberi tahu kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Ciee ada yang mau menikah nhii" Jack yang sedari tadi hanya berdiam diri kini berseru.
Kedua orang tua Fanny begitu terkejut dengan perkataan Fanny barusan "Fanny apakah kamu akan menikah setelah keluar dari portal ini" ucap ibu Fanny
"Iya Bu, Fanny dan Damse sudah berjanji setelah kita menyelamatkan ayah dan ibu kita berdua akan menikah" ucap Fanny sedangkan Damse Hanya tersenyum saat mendengar perkataan Fanny.
"Apapun keputusan kamu ayah dan ibu akan mendukungmu nak, karena kamu sudah dewasa dan kamu berhak memutuskan pilihan hidupmu" ucap ayah Fanny.
"Terus hal apa yang ingin kamu katakan tadi menantuku" ucap ayah Fanny
"Itu.. ayah mertua sebaiknya kita keluar dari goa ini dan mencari keberadaan boss monster" ucap Damse.
"Tapi boss monster di portal ini sangatlah kuat kita takkan mampu melawannya" ucap ayah Fanny menjelaskan.
"Ayah mertua tenang saja biarkan aku yang melawannya" ucap Damse meyakinkan.
"Menantu Apakah kamu yakin bisa melawannya" ucap ibunya Fanny.
"Iya Bu saya sangat yakin bisa mengalahkan Primordial Demon itu" ucap Damse.
"Nak Damse kamu berada tingkatan apa yang sebenarnya karena kami tidak dapat merasakan tingkatan kultivasi dan energi di dalam tubuhmu" ibunya Fanny bertanya.
"Ibu mertua sebenarnya.. aku berada di Ranah Dewa Emas, Dewa Petir*9" jawab Damse
"Apaa!!! Dewa petir puncak!!!" Teriak kedua orang tua Fanny karena terkejut dengan ucapan Damse.
"Dengan kekuatan sebesar itu, menantu ku pasti bisa maratakan seluruh dunia jikalau menyinggungnya" gumam Ayah Fanny
"Anak ku memang pandai memilih kekasih" ucap ayah Fanny memuji
"Nak dengan kekuatan sebesar itu, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang dari Fraksi iblis api, mereka itu penuh dengan keserakahan dan juga mereka sangat biadab" ibu Fanny menasihati Damse
"Ibu mertua tidak usah Kawatir karena keinginan terbesar saya adalah hidup tenang bersama Fanny" ucap Damse
Waja Fanny memerah saat mendengar ucapan Damse tentang keinginan Damse tersebut.
"Damse kenapa sih bisa-bisanya kamu merayuku di depan ayah dan ibu, aku kan jadi malu" ucap Fanny mencubit perut Damse.
"Aduh.. Ampun Fan sakit" walaupun Damse tidak merasakan sakit tetapi Damse tetap bertingkah seolah-olah dia merasakan sakit akibat cubitan Fanny.
Bersambung~~~~
__ADS_1