Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Kematian


__ADS_3

"Saya sarankan kamu untuk memotong tangan dan kaki mu sebelah atau si cantik ini akan mati" ucap Dante sambil menjilati pipi Fanny.


"Bangsat!! Kamu akan menyesal nantinya, camkan kata-kata ku" ucap Damse.


Damse langsung menggunakan hukum waktu untuk memperlambat waktu 100x, Damse kemudian menghilang dan muncul di depan mereka berdua akan tetapi setelah Damse muncul, Dante lansung menghilang dari tempatnya dan muncul kemudian di atas tanah tak jauh dari Damse.


"Kamu begitu naif, apakah kamu kira saya tidak bisa mematahkan Teknik hukum waktu?" Ucap Dante


"Sesama pengguna hukum waktu dapat mematahkan hukum waktu, jadi jurus itu hanya sia-sia di hadapanku" lanjutnya.


"Kamu seperti seekor anjing yang hanya bisa menggonggong tanpa bertindak, saya akan mulai dari kedua tangannya apabila kamu tidak bisa memotong tangan dan kaki mu" ucap Dante yang telah membentuk sebuah pedang menggunakan energi spiritual.


"Satu... Dua... Tig"


Slash!!


Slash!!


Arrhhkk!!


Damse langsung memotong tangan kiri dan kaki kirinya.


"Hahaha... Saya tidak menyangka kamu begitu menyayanginya, itulah kelemahan seorang kultivator hebat sepertimu" ucap Dante


"Wanita dan keluarga adalah kelemahan utama dari kebanyakan kultivator puncak, tapi sayang kamu akan menderita!"


Slash!!


Kepala Fanny di tebasan hingga terputus.


"Tidak!!!" Damse berteriak akibat melihat kepala Fanny menggelinding terjatuh.


Wuush!!!


BOOOMM!!!


Ledakan besar terjadi saat Damse bertransformasi ke wujud dewa kematian.


Tangan di dan kaki milik Damse lansung beregenerasi, awan hitam lansung menutup langit merah.


Duaar!!


Duaar!!


Hujan petir menyambar seluruh daratan, kini mata Damse berwarna merah menyala seperti Petir ilahi, kedua sayap milik Damse di selimuti dengan api berwarna ungu, pedang Rebellion di lapisi dengan dengan aura kematian begitu pekat.


"Hahaha... Kamu pantas menjadi lawan ku" Dante tertawa


Swuss!!


Booomm!!


Dante lansung bertransformasi ke wujud Dewa iblis, tubuh Dante menjadi lebih besar dan berotot, muncul kedua tanduk hitam yang keluar dari kepalanya, di lengkapi dengan kedua sayap yang muncul dari punggungnya.


Sayap tersebut berwarna hitam seperti sayap kelelawar tetapi kedua sayapnya juga di selimuti dengan api, kulit Dante kini telah berwarna merah maroon, gigi taring Dante menjadi panjang sedangkan gigi lainnya hanya menajam.


Seluruh mayat bahkan pepohonan yang berada di sekitar terbakar menjadi debu akibat api yang dikeluarkan mereka berdua sangatlah panas terlebih api milik Damse.


"Kamu akan mati" teriak Damse yang sudah di penuhi dengan emosi.


Damse melesat dengan cepat lansung menebas Dante, Dante lansung menyambut tebasan Damse dengan pedang miliknya.


Booomm!!!


Terjadi ledakan hebat akibat benturan kedua pedang tersebut.


Trang!

__ADS_1


Trang!


Trang!


Bunyi suara benturan besi beradu akibat kedua Damse dan Dante bertukar serangan.


"Tebasan bayangan" Damse muncul di belakang Dante


Trang!


Trang!


Trang!


Boomm!


Boomm!!


Dante menangkis serangan ketiga siluet bulan sabit milik Damse dengan sangat cepat, Dante kemudian melompat mundur kebelakang menghindari serangan cepat milik Damse sehingga membuat ledakan besar saat kedua serangan Damse mengenai tanah.


Dante kembali melesat dengan cepat untuk menyerang Damse.


"Neraka abadi"


Booomm!!


Damse menangkis serangan pedang Dante yang mengakibatkan Damse terpental jauh.


Dante melesat dengan kecepatan tinggi kemudian kembali menebas Damse tetapi Damse berhasil menangkis serangan Dante tersebut.


Setiap kali keduanya melesat pasti tercipta ledakan besar, akibat besarnya kekuatan yang mereka berdua keluarkan secara berlebihan.


Seluruh daratan dunia Abyss telah hancur di porak-poranda, tidak ada lagi kehidupan yang tersisa kecuali mereka berdua.


"Petir Ashura"


Duaar!!!


Damse yang melihat Dante menggunakan hukum Ruang, Damse lansung menggunakan hukum Ruang juga untuk mengikuti Dante.


Keduanya kembali melakukan pertemuan di dalam dimensi ruang, Dante menendang perut Damse sehingga membuatnya terhempas keluar dari dimensi ruang.


Dante membuka dimensi ruang tepat di belakang Damse yang sedang terpental, tetapi Damse telah menyadarinya.


Damse dengan cepat membalikan badannya kemudian menebas Dante yang telah keluar dari dimensi Ruang tersebut.


Traangg!!


Bam!!


Kedua serangan pedang kembali beradu, Damse lansung menendang perut Dante sehingga membuatnya terhempas ke tanah menghantam bebatuan.


"Hujan Pedang" Damse memunculkan ribuan pedang emas yang sangat besar muncul di langit.


Damse kemudian mengayunkan tangannya ke bawah, arah Dante yang sedang terpental.


Boom!!


Boom!!


Boom!!


Ribuan pedang menghujani Dante, tetapi sebelum ribuan pedang berjatuhan, Dante telah membuat perisai energi spiritual berlapis-lapis.


Ribuan pedang emas berjatuhan membuat pelindung yang di buat Dante hancur perlahan-lahan, setelah hampir tersisa lapisan terakhir, Dante membuka dimensi portal menggunakan hukum Ruang.


Dante keluar dari dimensi portal kemudian muncul di belakang Damse.

__ADS_1


"Domain penjara neraka" Dante menjebak Damse di dalam domain yang dia buat


"Kali ini kamu akan mati, Belenggu penyiksaan"


Tiba-tiba rantai api membelit tubuh Damse.


"Cambuk roh" Dante memunculkan cambuk di tangannya dan mengayunkan cambuk untuk menyerang Damse.


Setelah cambuk hendak mengenai tubuh Damse, Damse kemudian mengeluarkan api yang sangat panas.


"api ungu"


Booom!!


Sebuah ledakan besar menghancur domain penjara neraka milik Dante, untungnya Dante menyadari serangan tersebut, jadi Dante membuat pelindung energi spiritual berlapis-lapis, jikalau tidak Dante mungkin terluka parah bahkan tidak bisa memadamkan api tersebut.


"Traangg!!


Damse langsung memotong tangan Dante tetapi Dante menggunakan artefak perisai yang melindungi lengannya.


Serangan Damse tersebut menghancurkan artefak perisai yang terpasang di lengan Dante.


Damse memiliki energi spiritual yang tak terbatas sedangkan Dante memiliki lautan energi spiritual yang sangat besar, bahkan Dante memiliki 5 cadangan Pill pemulihan energi spiritual.


Damse menyalurkan kelima elemen pada pedang Rebellion, energi spiritual yang Damse gunakan sangat besar pada pedang Rebellion, Damse kemudian melesat dan menebas Dante.


"Kegelapan tak berujung"


BOOOOMMM!!!


tercipta ledakan yang sangat dahsyat saat Dante menangkis serangan Damse tersebut.


Ledakan tersebut membuat keduanya terpental begitu jauh, seluruh permukaan daratan telah hancur, tercipta tsunami yang sangat besar.


Kedua kembali melesat dan kembali bertukar serangan demi serangan.


Hari demi hari telah terlewati kini telah bulan ke 10 sejak pertama kali mereka berdua bertarung.


Dante telah kehabisan Pill pemulihan energi spiritual, sedangkan Damse mulai kelelahan.


Di saat Damse sedang lengah Dante lansung tiba-tiba melesat untuk melancarkan serangan kepada Damse akan tetapi Damse yang merasakan kemunculan Dante di belakangnya dengan sigap langsung melakukan tebasan memutar.


Slash!!


Sluub!!


Kepala Dante bergelinding di tanah akan tetapi pedang milik Dante telah tertancap tepat di jantung Damse.


"Fanny aku telah berhasil membunuhnya, aku akan segera menyusul mu" batin Damse


Uhuk.. uhuk...


Damse memuntahkan seteguk darah, akan tetapi kesenangan yang Damse rasakan sesaat telah menghilang saat Damse melihat kepala Dante telah beregenerasi.


"Hahaha.. kamu pikir kamu sudah membunuh ku, kamu memang lawan yang sangat hebat, tetapi kamu bertarung dengan penuh emosi sampai-sampai kamu tidak memiliki strategi dan juga kamu tidak menyadari tubuhku akan tetapi beregenerasi asalkan jantung ku baik-baik saja, dasar lemah matilah" ucap Dante.


Slash!


Slash!


Slash!


Arrhhkk!!!


Damse menjerit kesakitan saat Dante memotong kedua kaki dan tangannya.


"Matilah bodoh" ucap Dante.

__ADS_1


Slash!


Bersambung.


__ADS_2