
"Semua tampilan Status ku berubah, Ras? Kenapa aku termasuk ras dari Naga, Phoenix dan Hydra juga?" Xhin bingung karena sebelumnya hanya terdapat satu yaitu, God.
[Tuan, tuan mewarisi darah dan kemampuan dari ketiga beast itu, jadi tuan termasuk dalam kelompok ras mereka]
"Terserah kamu saja" ucap Xhin kembali memeriksa statusnya.
"Job dihilangkan, hanya Tittle dan Tidak ada necromancer hanya Shadow Monarch, sistem coba jelaskan apa maksudnya"
[Tuan, Job itu dihilangkan karena kecacatan sistem sebelumnya, dan Necromancer di ganti dengan Shadow Monarch yang mana Shadow Monarch adalah tingkat lanjutan dari Necromancer]
"Transformasi Shadow Monarch, transformasi Wujud Naga, ARISE.."
Seketika muncul banyak sekali bayangan hitam semua mayat itu, Xhin hanya terbengong melihat semua jiwa yang telah mati kini di panggil kembali menjadi bayangan hitam yang berbeda dari sebelumnya, hanya bayangan tanpa tubuh tetapi memiliki tingkat kultivasi sama seperti sewaktu sebelum di tebas oleh pedang Rebellion.
"Makhluk rendahan menghadap yang Mulia" ucap mereka semua serempak.
"Jadi begini kah yang seharusnya, sama seperti di kehidupan kedua ku" batin Xhin.
"Sistem coba jelaskan cara peningkatan bayangan hitam yang lebih cepat dari melahap jiwa"
[Baik tuan, caranya yang kedua yaitu bayangan hanya perlu hitam saling memakan satu sama lain, yang kuatlah akan bertahan tuan]
"Oh... kalau begitu sih bisa lah" ucap Xhin.
"Kalian semua, selama waktu satu Minggu, kalian bertarung lah satu sama lain, mangsa yang lemah untuk meningkatkan kekuatan, suplai energi spiritual dariku akan terputus selama kalian bertarung, berjuanglah" ucap Xhin memberikan perintah.
Perintah dari Xhin tidak hanya di dengar oleh pasukan bayangan yang berada di situ tetapi dapat di dengar oleh semua pasukan bayangan miliknya.
"Perintah Yang Mulia Adalah Nyawa kami" ucap mereka semua.
Setelah Xhin menghilang dari tempat itu, pertempuran kini menjadi semakin besar, bukan hanya pasukan bayangan hitam milik Xhin melawan beast monster, tetapi mereka melawan masing-masing dari mereka sendiri.
"Aku penasaran dengan Transformasi Shadow Monarch dan Transformasi Wujud Naga, Nana gunakan Poin Sistem untuk meningkatkan pemahaman .
[Baik Tuan]
[Meningkatan Pemahaman Tranformasi Shadow Monarch 1%... 20%... 60%... 90%... 100%]
[Meningkatan Pemahaman Tranformasi Wujud Naga 1%... 20%... 60%... 90%... 100%]
Muncul potongan-potongan pemahaman Tranformasi kedua bentuk di pikiran Xhin.
"Akhirnya aku tidak susah payah untuk perlu berlatih" ucap Xhin.
"Transformasi Shadow Monarch, aktif"
Ahhhrkkk!!!
Xhin tiba-tiba menjerit kesakitan, dia merasakan rasa yang begitu sakit di dadanya.
[Proses Penambahan Jantung Shadow Monarch 1%... 20%... 60%... 90%... 100%]
Tubuh Xhin seketika dilapisi oleh zirah hitam, terdapat warna Ungu di beberapa bagian seperti mata dan pola bergaris seperti lidah api di kedua tangannya.
[Dalam mode ini tuan tidak bisa di bunuh, karena tuan sendirilah yang berkuasa atas hidup tuan dan Baju zirah yang melapisi tubuh tuan bahkan lebih keras dari Jubah Emas itu sendiri]
"Cuman Begini saja? Payah, kenapa tidak di gabungkan saja dengan Transformasi perubahan Dewa?"
[Tidak, Bisa tuan]
"Payah, lebih baik aku coba Tranformasi Wujud Naga" ucap Xhin lalu menghilang transformasi Shadow Monarch.
__ADS_1
"Transformasi Wujud Naga, Aktif"
Seketika terlihat tubuh Xhin mulai berubah, muncul kedua tanduk di kepala Xhin yang memulai memanjang, leher dan tubuh Xhin mulai memanjang, sisik naga berwarna emas mulai menutupi seluruh tubuhnya, kepala Xhin telah berubah seperti kepala naga dan di susul dengan seluruh tubuhnya, sisik emas yang tadinya menyelimuti tubuh Xhin kini lansung di selimuti dengan bara api Ungu di seluruh tubuhnya. Xhin kini telah berubah menjadi seekor naga Api raksasa dengan panjang sekitar 1000 meter, diameter tubuhnya sekitar 50 meter.
"Apa seperti ini rasanya menjadi Naga Kuno, bahkan seluruh tubuhku di selimuti api Ungu" batin Xhin melesat terbang ke atas langit lalu melesat turun dengan sangat cepat.
Mata naga dapat melihat dengan sangat jelas dari jarak ratusan ribu Mil, Xhin yang dalam wujud Naga Kuno melesat menuju gerombolan beast monster.
"Bola api"
Tccfffuuu!!
Xhin lansung menembak bola api ungu berukuran raksasa dari mulutnya, bola api super besar itu terlihat seperti matahari ukuran mini.
BOOOOMMMM!!!
ledakan dahsyat tercipta saat bola api super besar itu menghantam tanah tempat segerombolan beast monster, dari kejauhan dapat di lihat dengan jelas muncul awan jamur saat ledakan besar itu terjadi.
Fwuussshh!!
Gelombang angin menghancurkan segala sesuatu yang berada di radius ledakan dan di susul dengan api Ungu yang membakar hambis semuanya.
"Mengerikan!! Tapi bagus lah, tidak sia-sia aku berjuang mencari bloodline Naga" batin Xhin yang masih dalam wujud Naga Kuno.
Xhin lansung terbang melesat ke tempat kediaman manusia di dunia Abbys berada.
Para manusia yang melihat naga raksasa melesat ke arah mereka seketika menjadi panik, mereka lansung berhamburan melarikan diri, tetapi gelombang angin kencang yang tercipta dari ledakan dahsyat itu menghempaskan tubuh mereka semua.
"Kenapa orang-orang itu berlarian saat ak... Pantasan, aku masih menjadi seekor Naga" batin Xhin.
Setelah mendekati jarak sekitar 50 tombak, Xhin lansung kembali bertranformasi ke wujud manusianya.
Semua orang yang berada di situ seketika terdiam, Sarvio William dan Andre Smith lansung bernafas legah saat melihat kalau seekor naga itu adalah Xhin.
Xhin lansung mendarat di tangan-tangan semua orang, "heheh... Itu masih belum seberapa kok" ucap Xhin.
Dari tengah kerumunan itu muncul dua orang yang berpakaian mewah, Xhin dapat mengetahui dengan jelas kalau mereka berdua adalah Raja dan Ratu kerajaan Dragon Cullet.
"Salam hormat, Kepada leluhur" sepasang raja dan ratu lansung berlutut di depan Xhin.
Melihat raja dan ratu mereka berlutut, semua orang juga lansung bersujud lebih rendah dari pada raja dan ratu mereka.
"Kalian semua berdirilah" ucap Xhin.
"Baik leluhur" jawab raja yang bernama Simon Cullet.
"Dari mana kalian tau kalau aku leluhur kalian?" Ucap Xhin bertanya.
"Kamu telah mendengar cerita dari Andre Smith dan Sarvio William tentang anda leluhur ku" ucap Simon Cullet.
"Tapi..." Ucap Simon yang terlihat ragu-ragu.
"Tapi apa?" Ucap Xhin.
"Menurut cerita dari leluhur Mei Cullet yang di ceritakan selama turun temurun, Leluhur Damse mempunyai Sebuah pedang yang sangat menyeramkan, bahkan untuk melihatnya saja bisa membuat kami kehilangan nyawa, apakah Leluhur masih memiliki pedang Rebellion" Simon Cullet selama ini penasaran dengan pedang yang di ceritakan luhurnya Mei Cullet.
"Rebellion"
Seketika Pedang Rebellion muncul di tangan kanan Xhin, Xhin melepaskan Aura kematian dari pedang Rebellion agar pedang itu terlihat liar seperti di kehidupan keduanya.
|
__ADS_1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
__ADS_1
^^^BERSAMBUNG...^^^