Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Perangkap Yang Di Buat Xhin


__ADS_3

Sebenarnya Xhin ingin pergi bersama mereka, tetapi karena dia telah membunuh anak dari Jendral tertinggi kerajaan Dewa Tanah sehingga mau tidak mau Xhin harus kembali berjalan sendirian karena akan sangat berbahaya bagi mereka bertiga.


Saat Xhin ingin meninggalkan tempat itu, dia kini terpikirkan kalau bakalan ada orang yang datang setelah kepergiannya, "Sebelum pergi lebih baik aku membuat rune peledak di tempat ini, seseorang pasti akan datang untuk mengambil mayatnya" gumam Xhin lalu membentuk ribuan rune peledak yang dapat menyebabkan ledakan berantai.


Xhin juga memasukkan esensi api putih ke dalam rune peledak yang dia buat supaya daya ledak dari rune yang dia buat itu semakin besar sehingga kemungkinan kecil orang yang datang menjemput mayat Wun Jinchi bakal selamat.


***


Di tempat lain.


Terlihat seorang pria yang memakai zirah emas sedang melakukan kultivasi tertutup di dalam kamarnya yang terlihat sangat megah.


Tidak lama setelah itu muncul energi berwarna hijau memasuki ruangan tersebut, energi berwarna hijau itu kemudian terlihat seperti memori terakhir Wun Jinchi sebelum mati, yang mana dia disiksa oleh seorang kultivator muda, setelah itu energi dari plakat giok pesan kematian menunjukkan wajah orang yang membunuh Wun Jinchi serta lokasi terakhirnya.


"Binatanggg!!! Siapa orang yang telah membunuh putraku!!!" Teriak Wun Baie sambil mengeluarkan aura membunuh yang sangat besar.


Dari aura membunuh yang dikeluarkannya itu menandakan sudah membunuh ribuan kultivator dewa maupun beast monster.


"Mohon maaf Jenderal atas kelancanganku menerobos masuk tanpa izin, mendengar teriakan jendral tadi jadi aku takut ada yang mengirim pembunuh untuk mencelakai Jendral yang sedang melakukan pelatihan tertutup" ucap salah seorang prajurit setelah menerobos masuk ke kamar Wun Baie, dilihat dari cara berbicara orang itu dapat di pastikan kalau dia tangan kanan Wun Baie yang di suruh untuk menjaganya saat melakukan pelatihan tertutup.


"Ma Hong! kumpulkan pasukan panji hitam dalam waktu satu batang dupa dan ikuti aku ke lembah berdarah! anaku Wun Jinchi telah di bunuh kultivator kuat di sana, lihat baik-baik wajah orang itu lalu sebarkan perintah perburuan ke seluruh wilayah kerajaan dewa tanah, pasang harga tinggi untuk kepalanya!!" Ucap Wun Baie memberi perintah sambil menunjuk wajah Xhin yang di digambarkan lewat memori Wun Jinchi pada energi plakat pesan kematian.


"Baik Jendral!" seru Ma Hong lalu melesat keluar dari kamar Wun Baie.


Hanya dalam waktu yang sangat singkat Ma Hong telah mengumpulkan pasukan elite milik Jendral Wun Baie, setelah semuanya berkumpul Jendral Wun Baie lansung terbang melesat dan di ikuti oleh Ma Hong dan pasukan panji hitam.


Mereka terbang menuju ke lembah berdarah yang tidak jauh dari kota kiwi yang tidak lain kota kediaman Jendral Wun Baie.


Para penduduk kota kiwi yang menyaksikan pasukan panji hitam terbang di atas langit kota, mereka kini menyadari akan ada pertemuan besar, karena pasukan panji hitam sudah sangat terkenal sepak terjangnya saat melawan kerajaan dewa lain atau melawan organisasi pembunuh yang berada di dunia dewa.


Tidak menunggu waktu lama bagi Wun Baie untuk sampai di lembah berdarah, tetapi Wun Baie terus melesat menuju lokasi yang diteruskan oleh plakat pesan kematian.


Setibanya di Ngarai yang berada di dalam lembah berdarah, Wun Baie lansung melihat mayat anaknya yang mati dengan anggota tubuh tidak lengkap atau terpisah-pisah dari badannya.

__ADS_1


Perlahan Wun Jinchi turun menghampiri mayat anaknya itu, dia sangat terpukul melihat mayat anak satu-satunya itu, air mata Wun Baie tiba-tiba keluar saat melihat mayat anaknya Wun Jinchi, pasukan panji hitam juga mengikuti jendral mereka yang menghampiri mayat anaknya.


Wun Baie lansung memeluk mayat Wun Jinchi, rune peledak milik Xhin lansung terpicu saat Wun Baie mengangkat mayat anaknya.


"Jendral ini perangkap!!" Teriak Ma Hong tetapi semuanya telah terlambat.


Booommm!!!


Booommm!!!


Booommm!!


Seketika tercipta ledakan yang sangat besar disertai dengan gelombang kejut yang sangat kuat, ledakan itu terus terjadi berulang-ulang hampir setengah batang dupa.


Pasukan panji merah semuanya mati begitu saja, bahkan potong tubuh mereka tidak tersisa karena ledakan api putih dari rune peledak yang di buat Xhin terlalu besar dan juga ledakan berantai itu terjadi berulang-ulang sehingga untuk menyelamatkan diri pun tidak sempat.


Sedangkan jendral Wun Baie yang paling dekat dengan pusat rune peledak kehilangan kaki kanannya, artefak pelindung milik jendral Wun aktif secara otomatis dan lansung melindungi jendral Wun dan juga Ma Hong yang berada paling dekat dengannya.


Artefak pelindung itu terbuat dari baja surgawi dan berbentuk hampir seperti cangkang kura-kura dan merupakan salah satu artefak pelindung paling kuat yang di miliki jendral Wun Baie dan dinamakan artefak kura-kura hitam.


Kekurangan dari artefak kura-kura hitam yaitu responnya saat di aktifkan cukup lambat sehingga kaki kanan jendral Wun Baie hancur, bukan hanya jendral Wun Baie tetapi Ma Hong kehilangan kedua kakinya.


Api putih yang tercipta oleh ledakan rune peledak sangatlah panas, intensitas api putih juga berada tingkat ke tiga setelah api ungu, jadi tidak heran seluruh pepohonan di tempat itu kini habis terbakar tidak tersisa.


Jendral Wun Baie dan Ma Hong yang berada di dalam artefak kura-kura hitam kini merasakan panas yang sangat luar biasa, mereka seperti tikus yang di tutup menggunakan Kaleng lalu dipanaskan menggunakan api.


Kulit mereka kini terlihat berwarna merah seperti meleleh, walaupun menggunakan energi spiritual untuk melindungi tubuh mereka tetapi panas api putih terlalu mengerikan, tubuh jendral Wun Baie dan Ma Hong mengalami luka bakar yang sangat parah walaupun sedang di lindungi artefak pelindung.


Beberapa saat berlalu, api putih kini telah padam, terlihat abu dari pepohonan yang terbakar mulai berterbangan di mana-mana akibat tertiup angin, artefak kura-kura hitam tiba-tiba menghilang dan di saat yang bersamaan jendral Wun Baie menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan, karena udara di dalam cangkang kura-kura sangat panas sehingga Jendral Wun Baie maupun Ma Hong menahan nafas sangat lama.


"Siapapun kamu... Aku akan memburumu!!!" Teriak jendral Wun yang di penuhi dengan air mata.


Jendral Wun Baie tidak hanya kehilangan anaknya, tetapi pasukan panji hitam yang telah dilatihnya selama ini hancur hanya dalam hitungan menit.

__ADS_1


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2