
Seluruh boneka setan dan pasukan bayangan mulik Damse telah habis di bantai dan tidak dapat beregenerasi kembali, Damse menjadi bingung melihat seluruh pasukannya tersebut.
"Nana apa yang terjadi dengan boneka setan dan pasukan bayangan milikku, kenapa mereka tidak dapat bangkit saat mereka mati"
[Itu karena mereka di bunuh menggunakan kapak Orglent tuan]
"Apa..? Kapak Orglent..? Kapak apa itu, Apakah itu merupakan senjata spesial?"
[Tidak tuan, kapak Orglent merupakan senjata tingkat Dewa dan penyebab pasukan milik tuan tidak dapat bangkit karena kapak Orglent di pasang sebuah kutukan dari penyihir kuno, kapak Orglent berfungsi untuk menghilangkan skill regenerasi pada makhluk apa pun yang terluka akibat terkena kapak tersebut]
"Baiklah maka dari itu aku akan menghadapi pengguna senjata tersebut"
Damse kemudian menggunakan hukum Ruang dan muncul di samping Mo Abb, Damse lansung menggunakan hukum waktu dan memperlambat waktu 100x, Damse lansung menebas kepala kedua Primordial Demon Mo Abb, Damse juga menusuk jantung Mo Abb dan membakar tubuhnya menggunakan api hitam.
***
Di sisi lain
Dante menyadari bahwa Mo Abb telah mati, Dante lansung memerhatikan Damse dari jarak yang sangat jauh ketika Damse hendak menyerang Mo Han menggunakan cara yang sama yaitu hukum waktu, akan tetapi Dante membatalkan hukum waktu tersebut dan membuat Mo Han menyadari serangan yang di lakukan Xhin.
***
di sisi lain
Xhin kemudian menggunakan hukum waktu dan memperlambat waktu menjadi 100x lebih lambat untuk menyerang Primordial Demon Mo Han.
setelah waktu menjadi lambat, Damse kemudian menebas kepala Mo Han.
Slash!
tiba-tiba Mo Han menghilang saat pedang Rebellion hendak menyentuh tubuh Mo Han.
"kenapa dia menghilang, padahal aku sudah memperlambat waktu" Damse menjadi bingung saat menebas udara kosong.
Damse kemudian kembali melakukan hukum waktu untuk memperlambat waktu menjadi 100x lebih lambat, Xhin dengan cepat melesat menebas leher Mo Han.
akan tetapi, Mo Han menghilang sebelum Damse menebas leher Mo Han.
"apa yang terjadi kenapa waktu tidak melambat" batin Damse.
Damse kini tidak lagi menggunakan hukum waktu untuk menyerang, Damse melesat dengan cepat melancarkan serangannya kearah Mo Han.
"tebasan bayangan"
muncul delapan siluet bulan sabit mengarah ke arah Mo Han, Mo Han melesat terbang di atas tanah menghindari serangan yang di lancarkan Damse.
Mo Han langsung bertransformasi ke wujud iblis, terlihat sepasang tanduk besar memanjang ke belakang kepala Mo Han, kulit Mo Han berubah menjadi warna merah dan di punggungnya terdapat sepasang sayap berwarna hitam seperti sayap kelelawar, sayap tersebut di selimuti dengan aura kematian.
setelah bertransformasi, Mo Han melesat sangat cepat ke arah Damse dan melancarkan serangannya.
__ADS_1
"Putaran Hitam"
Tranggg!!
Tranggg!!
Tranggg!!!
Damse menangkis serangan yang dilakukan oleh Mo Han, Mo Han terlihat seperti gasing yang sedang membentur pedang Damse.
Mo Han yang sedang berputar lansung menendang perut Damse.
Bam!
Booom!!
perut Damse ditendang sehingga membuat Damse melesat ke tanah bagaikan meteor yang jatuh menghantam tanah.
tercipta kawah besar saat tubuh Damse menghantam tanah, Mo Han kemudian melesat dari atas turun ke arah Damse yang masih terbaring di atas tanah.
Booomm!!
Mo Han melancarkan tendangan kepada Damse, akan tetapi Damse yang melihatnya melesat turun lansung melakukan teleportasi dan menghilang dari dalam kawah tersebut.
"Elemen tanah"
Damse menutup Mo Han yang berada di dalam kawah.
Mo Han melesat keluar dari dalam tanah sehingga tercipta ledakan yang membuat lempengan tanah berhamburan ke langit.
Damse kemudian mengeluarkan busur Velrion lalu membidik Mo Han, Damse mengalirkan petir Ashura dan api hitam membentuk tiga anak panah, Damse kemudian melepaskan ke tiga anak panah tersebut.
Swuss!
ketika anak panah tersebut melesat menembus lempengan tanah yang berjatuhan, Mo Han yang menyadari ketiga anak panah tersebut lansung membalas serangan tersebut dengan menggunakan bola api raksasa.
"Bomba"
Mo Han melemparkan bola api raksasa kearah tiga anak panah yang sedang melesat.
BOOOMM!!!
ledakan besar tercipta sehingga membentuk Fluktuasi energi yang sangat besar, hujan api hitam membakar ribuan monster yang berada di tanah.
Damse lansung menyelimuti tubuhnya dengan elemen petir, Damse lansung melesat ke arah Mo Han dengan sangat cepat, lalu menebas Mo Han.
Trang!!
Mo Han menangkis pedang Rebellion dengan kedua kapak Orglent menciptakan gelombang kejut yang sangat besar, akibat menangkis tebasan Damse tersebut membuat salah satu kapak Orglent hancur dan Mo Han terlempar sangat jauh.
__ADS_1
Damse melesat mengikuti Mo Han, Damse terus-menerus menebas Mo Han yang sedang terlempar, akan tetapi Mo Han berhasil menangkis serangan Damse tersebut.
Trang!
Trang!
Boomm!
Trang!
keduanya terus menerus melesat sambil bertukar serangan, Damse sangat menikmati pertarungan tersebut jadi Damse tidak segera menghabisi Mo Han, tanpa Damse sadari Dante sedang menyandra Fanny sambil menikmati pertempuran mereka berdua.
sesekali Mo Han memberikan serangan yang sangat mematikan ke arah Damse, serangan tersebut bagi Damse hanya serangan kecil, jikalau pun Damse terluka pasti dia akan menggunakan Pill Healing Max untuk menyembuhkan atau meregenerasi bagian tubuh yang rusak atau terluka.
Mo Han sudah sangat kelelahan dan mulai kehabisan energi spiritual, Damse lansung menendang tubuh Mo Han sehingga melesat menghantam tanah.
terlihat Mo Han sudah tidak berdaya, Damse langsung memotong kedua sayap Mo Han.
Slash!
arrhhkk!!
kedua sayap Mo Han terputus, Damse kemudian memotong kaki dan tangan Mo Han, Mo Han berteriak kesakitan sedangkan Damse menyeringai sambil menikmati setiap jeritan kesakitan Mo Han.
Damse mengalirkan api hitam ke pedang Rebellion, Damse langsung menusukkan jantung Mo Han, Mo Han langsung mati seketika.
Damse kemudian menggunakan hukum Ruang untuk membuka dimensi ke kediaman Cullet untuk kembali.
Setibanya di sana, Damse di kagetkan dengan ribuan mayat anggota Fraksi Naga Hitam maupun keluarga Cullet yang berserakan di tanah, seluruh mayat dalam keadaan terpisah baik kepala yang putus maupun tubuh yang terpotong-potong.
"Siapa yang melakukan ini" gumam Damse.
"Fanny, di man-"
"Apakah kamu mencari perempuan ini"
ucapan Damse terhenti saat mendengar sebuah suara dari atas langit.
"Kamu akan menyesal jikalau kamu melukainya!!" Damse berteriak dengan penuh emosi, suara Damse yang di keluarkan penuh dengan penekanan aura kematian.
"Wow.. aku menjadi takut akibat ancaman mu itu" ucap Dante dengan nada mengejek
"aku yang akan membuatmu menyesal nantinya Dewa lemah" lanjutnya
Fanny telah kehilangan kesadarannya, tubuh Fanny telah di lilit menggunakan sebuah rantai spiritual.
"Saya sarankan kamu untuk memotong tangan dan kaki mu sebelah atau si cantik ini akan mati" ucap Dante sambil menjilati pipi Fanny.
"Bangsat!! Kamu akan menyesal nantinya, camkan kata-kata ku" ucap Damse.
__ADS_1
Bersambung.