
"Pedang Rebellion!!" Ucap Xhin saat melihat pedang Rebellion telah menembus inti Beast Monster Hydra, Xhin juga dapat melihat dengan sangat jelas saat pedang Rebellion menyerap energi inti beast monster Hydra dengan sangat gila.
Kini perlahan terlihat inti beast monster Hydra kini telah redup sepenuhnya, yang menandakan bahwa tidak ada lagi energi spirit yang terkandung di dalam inti beast monster Hydra.
[Tuan, sistem akan mulai menambahkan elemen baru ke dalam tubuh tuan, dan tuan hanya perlu memejamkan mata]
"Okay.."Ucap Xhin setelah mendengar perkataan dari sistem.
Xhin kemudian memejamkan matanya, perlahan dia merasakan sensasi hangat di dalam tubuhnya, perlahan kini kesadarannya mulai menghilang.
Sistem lansung menutupi Xhin dengan array pelindung Agar keberadaan tidak bisa di deteksi oleh siapapun, sistem mencegah agar tidak ada yang mengganggu Xhin selama proses penyatuan elemen.
***
Di balik awan.
Setelah menyaksikan pertempura Xhin selama kurang lebih hampir dua jam, kini mereka semua tidak lagi mendengar suara jeritan Beast Monster, maupun suara pertarungan yang terjadi.
Badai besar yang terjadi selama pertempuran juga telah menghilang, hanya menyisakan kabut ungu tebal menutupi kembali lembah tersebut.
"Apa yang terjadi... Kenapa suasananya tiba-tiba menjadi hening" ucap Chi Cheng yang sedari tadi berbicara banyak selama pertarungan Xhin melawan Beast Monster Hydra.
"Xhin... Apakah kalian bisa merasakan kehadiran Xhin" ucap Yeu Fan setelah menyebarkan kesadarannya sejauh mungkin tetapi dia tidak bisa menemukan kebenaran Xhin.
"Tunggu sebentar" ucap Shan Dro.
Shan Dro langsung menyebarkan kesadarannya untuk mencari keberadaan Xhin, bukan hanya shan Dro tetapi mereka semua juga melakukan hal yang sama untuk mencari keberadaan Xhin.
Karena tempat tersebut masih di tutupi dengan kabut racun Ungu, sehingga sangat sulit untuk mencari keberadaan Xhin jika dilakukan secara langsung.
Jadi mereka semua memilih untuk mencarinya dengan menyebarkan kesadaran mereka.
Hampir tiga jam mencari, tidak satu pun dari mereka yang menemukan keberadaan Xhin, mereka dapat melihat dengan jelas bangkai beast monster Hydra yang berukuran raksasa, karena kabut beracun kini mulai perlahan menghilang di tiup angin.
Karena hari sudah menjadi gelap, mereka semua memutuskan untuk beristirahat dan meneruskan pencarian Xhin di keesokan harinya.
Mereka beristirahat di puncak gunung yang tidak jauh dari tempat mereka, karena kabut racun ungu yang masih menyebar di udara jadi mereka memilih untuk menjauh dari tempat tersebut sementara waktu.
Dalam perjalanan ke gunung mereka tiba-tiba di hadang oleh belasan beast monster Pteranodon yang bermunculan entah dari mana.
"Dhu Fang menghindar!" Teriak Shan Dro saat menyadari kemunculan Beast Monster Pteranodon yang melesat dari bawah.
mendengar teriakan Shan Dro, Dhu Fang lansung menghindar ke kanan dengan sangat cepat, Lie Gu yang juga merupakan salah satu dari bawahan Shan Dro langsung melesat menyerang beast monster Pteranodon yang tadi menyerang Dhu Fang dengan menggunakan katana miliknya.
__ADS_1
Lie Gu lansung menyelimuti Katana miliknya dengan elemen Petir, gerakan Lie Gu sangatlah lincah saat menebas beast monster Pteranodon di udara.
Shan Dro dan yang lainnya juga di sibukkan dengan kemunculan belasan beast monster Pteranodon dari balik kabut ungu di bawah mereka.
Dhu Fang dan Lie melakukan serangan kombinasi untuk mengalahkan beast monster pertama tadi dengan begitu cepat, setelah itu mereka lansung melesat membantu Yeu Fan yang terlihat kesulitan menghadapi dua beast monster Pteranodon sekaligus.
Chi Cheng dengan tongkat miliknya menyerang beast monster Pteranodon yang berada di depannya, pergerakan Chi Cheng tidak secepat teman-temannya yang lain tetapi kekuatan serangannya tidak bisa di anggap remeh, bahkan Shan Dro yang paling kuat di antara mereka saja akan berpikir dua kali untuk menerima sebuah serangan Chi Cheng tanpa menangkisnya.
saat beast monster Pteranodon terkena serangan Chi Cheng, beast monster tersebut terlempar di udara tetapi dengan memutarkan tubuhnya, beast monster itu kini dapat kembali menstabilkan tubuhnya untuk kembali terbang.
beast monster itu memutar arah kembali ke Chi Cheng yang terlihat melesat terbang ke arah beast monster Pteranodon, Chi Cheng memutar-mutar tongkat miliknya kemudian mengayunkan tongkatnya secara vertikal.
"Serangan tongkat dua sisi"
Chi Cheng memutar-mutarkan tongkat miliknya di udara hingga seketika tercipta siluet Ying dan Yang yang muncul dari putaran tongkat miliknya.
Chi Cheng kemudian mengayunkan tongkatnya secara vertikal menyerang beast monster Pteranodon yang melesat tajam ke arahnya, ujung paruh beast monster Pteranodon sangatlah tajam dan menjadi senjata andalan mereka.
Dang!!!
shuush!!
Tongkat milik Chi Cheng lansung mendaratkan tepat di ujung paruh beast monster sehingga tercipta gelombang angin saat keduanya beradu serangan.
Krakk!!
Krakkk!!
Terlihat ujung paruh beast monster Pteranodon mulai retak, Chi Cheng lansung dengan cepat menarik bagian tongkat miliknya yang masih beradu dengan beast monster Pteranodon dan bagian ujung tongkat yang lain di gunakan sebagai pegangan.
Chi Cheng lalu mengayunkan tongkatnya secara horizontal dari kanan ke kiri menghantam mata kiri beast monster Pteranodon.
craakss!!!
Huuuaaarrkk!!!
mata sebelah beast monster seketika pecah dan di saat bersamaan darah menyembur keluar dari mata kiri beast monster Pteranodon yang pecah.
"Ini rasanya kalau ingin memakan ku" ucap Chi Cheng menyeringai saat dia mendengar jeritan beast monster Pteranodon.
kaki kanan Chi Cheng lansung menendang rahang bawah beast monster Pteranodon hingga terpental ke atas, saat beast monster Pteranodon terpental naik.
Chi Cheng lansung terbang melesat menyusul beast monster Pteranodon dengan sangat cepat, setelah tiba di atas kepala beast monster Pteranodon Chi Cheng lansung kembali mengayunkan tongkatnya secara vertikal.
__ADS_1
"Tongkat Pembalik Langit"
Daang!!!
Krakkkss!!!
terdengar suara renyah saat kepala beast monster Pteranodon dihancurkan oleh Chi Cheng.
***
Zui Bo dengan Double Stick miliknya menghantam sayap beast monster Hydra hingga terlihat luka lebam yang membiru di kedua tulang sayap.
Serangan yang di lancarkan Zui Bo sangat terarah dan hanya berfokus pada bagian yang sama secara berulang-ulang hingga kedua sayap beast monster Pteranodon patah.
saat beast monster Pteranodon yang dilawannya akan terjatuh, Zui Bo lansung memegang salah satu bagian Double Stick miliknya, dia kemudian mengalihkan elemen petir ke Double Stick miliknya.
setelah itu dia mutarkan tubuhnya di udara dan di saat yang sama dia mengayunkan Double Stick miliknya ke kepala beast monster Pteranodon.
"Petir Penghancur"
Duuaaarrrtt!!!
kepala Beast Monster Pteranodon seketika hancur di udara dan di saat yang bersamaan tubuh beast monster itu seketika melesat turun ke bawah memasuki kabut beracun hingga hilang dari pandangan Zui Bo.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
__ADS_1
^^^Bersambung... :)^^^