
"Tuan lansung saja menuju ke goa tempat tinggal kami Ras naga, Goa tersebut terletak di puncak gunung yang paling tinggi di tempat ini" ucap Roh naga.
"Bagiamana saya bisa mengetahui letak gunung itu di tengah kegelapan malam, jikalau itu hanya beberapa kilometer aku bisa, dan juga aku yakin Goa itu sangat jauh dari sini" ucap Xhin.
"Eh.. maaf sebelumnya tuan, tuan hanya perlu menuju arah sebaliknya, 1000 Mil dari sini jaraknya" ucap Roh Naga.
Mendengar itu Xhin lansung melesat dengan kecepatan penuh, Xhin juga menggunakan hukum waktu untuk mempercepat pergerakannya 100x lebih cepat.
Kecepatan Xhin bagaikan angin dan tidak terlihat oleh mata manusia.
Sepanjang perjalanan Xhin melewati jutaan tanaman spirit dengan usia lebih dari 1 juta tahun.
Xhin juga tidak merasakan adanya beast monster di daratan tersebut.
"Roh naga, apakah tidak ada beast monster atau makhluk yang hidup di sini" ucap Xhin bertanya.
"Tidak ada tuan, di sini hanya tuan seorang dan tidak ada yang makhluk hidup yang lain" ucap Roh naga.
Xhin merasa suasana di daratan ini sama seperti suasana di daratan Kuil misterius, hanya Xhin seorang dan tidak ada yang lainnya.
tetapi di daratan Kuil misterius ada terdapat banyak beast monster, berbeda dengan disini yang begitu sunyi, hanya terdengar suara pepohonan yang bergerak di tiup angin.
Hanya dalam 6 jam Xhin sudah menempuh jarak 900 Mil.
dari kejauhan Xhin telah melihat sebuah gunung yang sangat tinggi, gunung itu berwarna hitam dan terlihat seperti sebuah menara.
Saat semakin dekat, Xhin merasakan energi di dekat gunung lebih tebal dibandingkan dengan tempat lain, Xhin juga merasakan adanya energi asing tetapi dia tidak begitu mempedulikannya.
kini Xhin telah berada di kaki gunung, Xhin menatap ke ujung gunung dan dia tidak bisa melihat ujungnya, ujung gunung di tutupi oleh kabut tebal yang tak lain adalah awan.
Tanpa menunggu lama Xhin lansung terbang melesat ke atas, hembusan angin di atas begitu kuat, bahkan bisa merobek kulit manusia.
Akan tetapi Xhin memiliki tubuh yang sangat keras berkat pelatihan tubuh yang dilatihnya, Xhin terus terbang melesat hingga menembus lapisan awan.
__ADS_1
Hanya butuh waktu beberapa menit kemudian Xhin sudah sampai di depan pintu Goa.
Xhin lalu berjalan masuk ke dalam Goa, terlihat ribuan batu mulia memenuhi dinding goa sehingga dalam Goa tersebut sangat terang.
"Tuan lansung saja menuju ke kolam darah yang berada di dasar Goa, di dasar Goa ada terdapat dua kolam darah, yang satunya terdapat darah Ras Phoenix dan yang satunya terdapat darah Ras Naga" ucap Roh Naga.
Mendengar itu Xhin lalu melesat turun ke dasar Goa, dan benar saja terdapat dua kolam besar, bukan hanya terdapat dua kolam darah tetapi Ribuan Kristal energi murni yang tertanam di dinding goa.
akan tetapi pandangan Xhin tertuju di dinding goa, dia melihat adanya batu yang mirip dengan tumpukan batu yang dia simpan.
batu itu dia dapat dari ruang bawah tanah di kamar raja sewaktu di daratan kuil misterius, batu itu seperti kerikil tetapi di kedua sisinya mengeluarkan cahaya.
"Roh Naga, batu apa ini? kenapa energi yang terdapat di batu ini sangat besar jika dibandingkan dengan batu mulia atau kristal energi murni" ucap Xhin bertanya sambil melihat batu tersebut secara seksama.
"Tuan, batu itu adalah Kristal Roh kelas atas, Kristal Roh kelas atas mengandung energi spirit yang sangat besar jika dibandingkan dengan batu Roh kelas bawah yang tuan dapat di daratan misterius" ucap Roh Naga.
"apakah ada kegunaan dari batu roh selain untuk berkultivasi?" ucap Xhin bertanya.
"ada tuan, Batu Roh sangat berguna di alam atas, di alam atas koin emas tidak digunakan sebagai alat pembayaran, tetapi batu Roh digunakan sebagai alat pembayaran" Jawab Roh Naga.
"benar tuan" singkat Roh Naga.
"aku akan menyimpan semuanya tetapi setelah aku selesai menempa tubuhku" ucap Xhin lalu kembali melesat turun.
tidak lama kemudian Xhin telah sampai di dasar Goa, terlihat ada dua kolam darah yang sangat besar.
anehnya darah di dalam kolam tersebut tidak kering atau mengeras, darah yang berada di kedua kolam itu begitu kental, tetapi terdapat dua gumpalan darah yang sebesar bola golf yang mengambang di atas kedua kolam darah.
"Roh Naga, kenapa gumpalan darah itu mengambang" ucap Xhin bertanya.
"tuan, kedua gumpalan darah tersebut milikku yang tidak lain adalah Raja Ras naga dan yang satunya lagi milik Raja Ras Phoenix, kedua gumpalan darah itu adalah inti darah dari Raja kedua Ras Beas suci" jawab Roh Naga.
"Selanjutnya aku harus melakukan apa" Xhin bertanya.
__ADS_1
"Tuan kembali dulu ke sakte pedang suci, setelah tuan mendapatkan air suci maka tuan harus kembali ke tempat ini" ucap Roh Naga.
Mendengar itu Xhin lansung membuka dimensi portal untuk kembali ke dunia utama yang lebih tepatnya kembali ke sakte pedang suci.
Setelah kembali, Xhin lansung merebahkan diri dan tidak butuh waktu lama untuk dia tertidur.
Keesokan harinya Xhin kembali melakukan ujian tahap terakhir.
"Bagi peserta yang masuk 10 besar akan menjadi murid dalam dan untuk juara pertama akan mendapatkan hadiah secara lansung dari master Sakte" ucap salah satu master memberi pengumuman.
Karena hanya 30 orang yang lolos di ujian tahap ketiga jadi untuk ujian tahap terakhir semua peserta akan bertanding sekaligus dalam satu arena.
Setelah mereka semua memasuki arena, Master yang bertugas lansung memberi tanda ujian dimulai.
Karena tingkatan Xhin yang paling rendah dari mereka semua maka orang pertama yang diincar adalah Xhin.
Trang!!
Salah seorang lansung melesat menebas Xhin, akan tetapi Xhin menghentikan pedang orang tersebut hanya dengan satu jari.
Baamm!!
Saat Xhin menghentikan pedang orang itu dan tiba-tiba salah seorang peserta lainnya menendang peserta yang menyerang Xhin sebelumnya hingga terlempar keluar dari arena.
"Karena kalian semua meremehkan aku maka aku akan mengeliminasi kalian semua" ucap Xhin dengan tatapan tajam.
"Ice Queen"
Seketika Xhin lansung membekukan 28 orang yang berada di arena bertarung.
Xhin membekukan mereka sebatas leher, mereka semua mencoba untuk menghancurkan lapisan es yang membekukan tubuh mereka akan tetapi sia-sia dan tidak membuahkan hasil.
Semua orang yang melihat hal itu lansung tercengang, mereka tidak menyangka Xhin bisa mengurung peserta lainnya dalam lapisan es tebal.
__ADS_1
"Ini akan cepat" ucap Liu Gao yang sedang menonton.