Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Berkorban


__ADS_3

Terdengar bunyi keras saat serangan siluet bulan sabit pertama milik Xhin beradu dengan Hiu Banteng Penghancur Ombak milik Jendral Jang Gang, akan tetapi siluet bulan sabit yang ke dua menyusul menghantam serangan Hiu Banteng Penghancur Ombak milik Jendral Jang Gang hingga hancur.


Siluet bulan sabit yang ketiga lansung menghantam Pertahanan Paus Biru milik Jendral Ao Ang, kedua serangan kuat itu beradu hingga menciptakan gelombang kejut yang sangat kuat.


"Jangan meremehkan Pertahanan Paus Biru milik ku, teknik pertahan ku ini merupakan teknik tingkat surgawi tahap dua dan belum pernah ada yang menghancurkannya" ucap Jendral Ao Ang tersenyum.


"Benarkah?" Ucap Xhin dan di saat yang bersamaan ke lima siluet bulan sabit secara bersamaan menghantam Pertahanan Paus Biru milik Jendral Ao Ang.


Blllaaammm!!!


Blaammm!!!


Blaammm!!!


Arrhhkkk!!!


Senyum di wajah Jendral Ao Ang menghilang ketika kelima siluet bulan sabit lansung menghantam Pertahanan Paus Biru miliknya secara bersamaan hingga hancur, kedua Jendral itu terlempar menghantam dinding Colloseum yang lebih tepatnya kursi penonton.


Jendral Dao Sing melesat ke arah Xhin, dia terlihat muncul menembus dari kabut asap yang berada di udara, Jendral Dao Sing lansung menerjang ke arah Xhin yang juga berada di udara.


"Teknik Tombak Kaisar Laut, Tusukan Seribu"


Jendral Dao Sing lansung melancarkan teknik ke tiga dari teknik tombak kaisar laut.


Muncul genangan air yang terangkat ke udara lalu membentuk susunan seribu tombak, di saat yang bersamaan Jendral Dao Sing lansung melesat menusuk ke arah Xhin.


Xhin dapat menghindari ujung tombak yang mengarah ke lehernya itu dengan muda, karena sebelumnya telah melawan Dao He, Xhin telah mengetahui teknik Tombak Kaisar Laut yang terus melesat saat dia menghindari ujung tombak Jendral Dao Sing.


Gerakan Xhin saat cepat saat menghindari setiap tusukan Jendral Dao Sing dan ribuan tombak airnya yang terus menghujani setiap kali Xhin mengambil langkah untuk menghindar.


"Akan aku tunjukkan hujan serangan yang sebenarnya" ucap Xhin lansung mengangkat tangan kanannya ke atas.


"Hujan Pedang"


Dalam sekejap muncul ribuan Pedang berukuran besar sepuluh tombak dari di kepala Xhin, semua orang ternganga saat melihat kemunculan ribuan pedang besar yang menutupi langit Colloseum, detik berikutnya Xhin lansung mengayunkan tangannya ke depan.


Swuussh!!!


Swuusshh!!!


Swuusshh!!!

__ADS_1


"Jimat Pelindung Naga Laut"


Pedang-pedang besar itu lansung melesat ke arah jenderal Dao Sing, Jendral Ao Ang yang masih tertanam di dinding Colloseum melihat jendral Dao Sing dalam bahaya, Jendral Ao Ang lansung melemparkan jimat pertahanan sekali pakai untuk melindungi Jendral Dao Sing.


Hoooaaarrr!!!


Setelah melemparkan kertas jimat sekali pakai, seketika muncul energi kultivator Heavenly Immortal King yang membentuk seekor naga biru berukuran besar yang meraung di atas langit, naga biru itu menyelimuti tubuh Jendral Dao Sing, naga biru itu tidak hanya melindungi Jendral Dao Sing tetapi juga menyemburkan serangan berupa meriam air dari mulutnya.


Blllaaammm!!!


Meriam air itu menghantam pedang-pedang besar milik Xhin, satu persatu pedang-pedang besar itu hancur tetapi jumlah yang sangat banyak masih melesat ke arah meriam air.


Pedang-pedang besar itu lansung membelah meriam air, setelah meriam air telah hancur, pedang-pedang besar itu terus meluncur ke arahnya Jendral Dao Sing yang sedang di selimuti oleh naga biru.


Trrraaannkkk!!!


Traaanngggkkk!!!


Traaanngggkkk!!!


Kembali terdengar suara keras dari atas langit saat serangan Xhin menghantam naga biru yang menyelimuti tubuh jendral Dao Sing, kini tersisa sebuah pedang terkahir yang memiliki ukuran lebih besar dari yang lainnya, pedang itu lansung menghantam bayangan naga biru itu hingga hancur.


Di saat bayangan naga Biru telah hancur, Jendral Dao Sing juga melesat turun menghantam tanah, tepat di samping mayat anaknya.


"Aku juga tidak menyesal kalau kematianku hari ini, malahan aku bangga karena kita tumbuh bersama dan mati pun bersama" ucap Jendral Jang Gang memasang kuda-kuda untuk melancarkan serangan terkuat miliknya.


"Apa kamu masih memiliki kartu truf?" Tanya Jendral Ao Ang.


"Benar, serangan terakhir ku ini menggunakan vitalitas usiaku dan di tambah dengan seluruh energi yang terdapat di dantianku, bahkan seorang yang berada di puncak Heavenly Immortal belum tentu dapat selamat dari seranganku ini, tapi sekarang energi spiritual ku tersisa sedikit, aku tidak tau dapat membunuhnya atau tidak tapi inilah serangan terakhir ku, sisanya aku serahkan pada kalian berdua"


"Hiu Banteng Melahap Darah!!"


Seketika muncul aura berwarna merah darah menyelimuti tubuh jendral Jang Gang, aura itu tidak lain adalah luapan darah yang keluar dari tubuh jendral Jang Gang.


"Jangan lupa kalau masih ada aku" Jendral Ao Ang lansung mengeluarkan sebuah anak panah berwarna hijau.


Jendral Ao Ang lansung meneteskan dara ke anak panah itu, saat darah di teteskan, anak panah itu lansung menyerap seluruh darah yang berada di dalam tubuh jendral Ao Ang, sedangkan tangan kiri Jendral Ao Ang menyentuh tubuh Jendral Jang Gang untuk mengalirkan seluruh energi spiritual miliknya yang tersisa.


"Panah Lautan Darah!!"


Kedua serangan itu mengeluarkan Aura yang begitu mengintimidasi, aura kuat dari kedua serangan itu membuat seisi Colloseum bergidik ngeri, Hiu Banteng Melahap Darah milik jendral Jang Gang lansung melesat ke Arah Xhin dan di susul oleh Panah Lautan Darah milik jendral Ao Ang.

__ADS_1


"Orang idiot...sudah di kasih jalan ke surga malah pilih jalan ke neraka... Kita lihat Pedang ku lebih hebat atau teknik terlarang kalian berdua" ucap Xhin mengalirkan Api Ungu menyelimuti pedang Rebellion.


Xhin membentuk kuda-kuda, dengan memegang gagang pedang Rebellion dengan kedua tangannya yang di aliri dengan Petir Merah, ujung pedang Rebellion di arahkan ke belakang samping paha kanannya, Xhin terus mengumpulkan energi spiritual yang sangat besar di kedua lengannya.


"Masih kurang" ucap Xhin yang lansung mengaktifkan kekuatan sisik naga.


"74 ribu sisik Naga"


Kedua lengan Xhin seketika membesar, sedangkan pedang Rebellion kini berputar-putar seperti bor listrik, putaran pedang Rebellion menjadi semakin cepat hingga terlihat seperti batang besi bulat di tangan Xhin, begitu juga dengan kobaran Api Ungu yang semakin membesar, hawa Panas yang sangat ekstrim menyebar ke seluruh penjuru Colloseum membuat semua orang yang ada di situ melapisi tubuh mereka menggunakan energi spiritual untuk melindungi diri.


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2