
"Xhin, Zhu Lien sangat cantik ya, bentuk tubuhnya juga begitu indah, membayangkannya saja aku sudah sangat puas, bahkan melebihi wanita penghibur di rumah bordil yang sering kita berdua masuki" ucap Xhin.
"Hehehe.. iya sih, tapi Zhu Lian juga tidak kalah cantiknya, mungkin dia lebih cantik dan juga bentuk tubuhnya juga lebih bagus dari Zhu Lien, bagian atasnya saja sebesar itu" ucap Xhin sambil memikirkannya.
Mereka berdua terus berbisa tentang hal-hal indah, akan tetapi Xhin yang menyadari ada yang berjalan mendekati mereka sehingga dia lansung mengubah topik pembicaraan.
"Hai.. Xhin, Mao Le, aku gabung ya" ucap Zhu Lian.
Tak lama kemudian kini Zhu Lien juga sudah datang dan gabungan bersama mereka, Mao Le kini berbicara tentang kehebatannya sewaktu membunuh kawanan beast monster Hiena, dia juga mengeluarkan tubuh beast monster Hiena yang dia simpan di cincin penyimpanan untuk menunjukkan bukti, padahal semua Beast monster itu dibunuh oleh Xhin.
"Mao Le ini kenapa dia sudah begitu meninggikan dirinya, sejak kapan dia begitu hebat, biarlah yang penting keinginannya tercapai" batin Xhin saat mendengar Mao Lee mengarang cerita.
Saat hari mulai larut malam, Zhu Lien pamit dengan alasan sudah mengantuk, akan tetapi Mao Le mengikutinya dan menariknya ke kamar Mao Le.
"Mao Le, apa yang kamu lakukan" ucap Zhu Lian pelan.
"Ikut saja aku" Mao Le menjawab dengan nada bisik-bisik.
Setelah memasuki kamar yang Mao Le tempati, Mao Le lansung mencium Zhu Lien, Zhu Lien hanya pasrah dan tidak melakukan apapun.
"Apakah kamu belum pernah melakukannya" Mao Le bertanya.
Zhu Lien hanya mengangguk dan kini kembali di cium Mao Le, satu persatu pakaian mereka berdua terlepas sampai tidak tersisa sehelai benang pun yang melekat di tubuh mereka.
Mao Le kemudian lanjut dengan aktivitasnya sampai akhirnya mereka berdua bercocok tanam.
Di sisi lain
Xhin dan Zhu Lian hanya terdiam dan tidak berbicara sedikit pun, keadaan mereka kini menjadi hening karena kecanggungan di antara mereka berdua.
Xhin lansung menarik tangan Zhu Lian, Zhu Lian hanya mengikutinya dari belakang bagaikan sapi yang sudah dicucuk hidungnya.
"Fanny, kamu adalah masa lalu, aku akan tetap pada tujuan utama yaitu untuk membalaskan kematian kita, tetapi untuk kehidupan yang sekarang, aku ingin menikmati indahnya hidup ini" batin Xhin.
__ADS_1
"Xhin, kita mau kemana" ucap Zhu Lian, sebenarnya Zhu Lian sudah mengetahui tujuan utama Xhin tetapi dia seakan dihipnotis dan tidak bisa melakukan apapun.
Setelah tiba di kamar yang Xhin tempati, Xhin lansung mencoba untuk mencium Zhu Lian akan tetapi Zhu Lian membuang mukanya menghindari ciuman Xhin sehingga Xhin mencium telinga Zhu Lian.
"Xhin, apa yang kamu lakukan" ucap Zhu Lian dengan tubuhnya yang bergetar.
"Kita akan melakukan itu, apakah kamu belum pernah melakukannya" ucap Xhin.
"Aku tidak tahu dan aku juga belum melakukan apapun" ucap Zhu Lian.
"kita berdua akan bermain sapi-sapian" ucap Xhin dengan lembut di telinga Zhu Lian yang runcing.
"aku yang akan mengajarimu" lanjut Xhin lalu menciumi bibir Zhu Lian dengan lembut.
Zhu Lian sama seperti Zhu Lien, mereka berdua hanya pasrah saat diperlakukan sedemikian rupa.
Satu persatu pakaian mereka berdua terlepas dari tubuh mereka, Xhin dengan ganasnya mendaki gunung indah milik Zhu Lian dengan mulutnya, Xhin kemudian menelusuri lembah maut yang ada di daratan dunia bawah, aktivitas bercocok tanam pun tidak dapat dihindari.
Aktivitas bercocok tanam yang di lakukan keduanya berakhir dengan pencapaian masing-masing dari kedua pasangan, Xhin dan Zhu Lien terus melakukannya hingga beberapa kali sampai mereka berdua betul-betul kelelahan, karena tidak kuat lagi untuk bangun maka mereka tidur bersama pasangan mereka masing-masing.
Lama mereka tertidur, kini mereka terbangun akibat getaran hebat yang mengguncang kerajaan Elf Hijau, getaran tersebut disebabkan karena bangsa Elf Biru menyerang formasi pelindung kerajaan Elf Hijau.
Booomm!!!
Dddrrreeeettt!!!
"Lian, bangun kerajaan ini sedang diserang" ucap Xhin membangunkan Zhu Lian.
"Mati... Kita akan ketahuan oleh ibunda Ratu" ucap Zhu Lian.
Mereka berdua dengan cepat berpakaian dan Xhin yang pertama keluar dari kamar, setelah Xhin menyebabkan kesadarannya dia tidak menemukan siapa pun yang berada dekat dengan mereka, Xhin lalu memberi kode untuk Zhu Lian keluar.
Zhu Lian melesat dengan cepat ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya, sedangkan Xhin juga kembali masuk ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya.
__ADS_1
Ledakan dan getaran terus terjadi, setelah selesai mandi Xhin lansung keluar dan menemukan Mao Le dan kedua Putri sedang berada.
"Apa yang terjadi" Xhin bertanya.
"Kerajaan Elf Biru kembali menyerang kita, kini kedua formasi pelindung telah di hancurkan, kalian bertiga tunggu di sini, aku akan pergi membantu pasukan kita untuk berperang" ucap Zhu Lian.
"Mao Le, untuk sementara kita batal pergi menjalankan ujian, kalian berdua tunggu di sini atau kalian berdua bisa membantu pasukan pemanah" ucap Xhin.
"Baiklah, aku akan membantu pasukan pemanah walaupun aku tidak bisa menggunakan busur" ucap Mao Le
Mereka berempat lansung menuju ke tembok perbatasan kota kerajaan, di sana Xhin melihat banyak sekali pasukan Elf Hijau telah tumbang, cara membedakan kedua pasukan tersebut hanya dari ikat kepala dan baju zirah, pasukan Elf Hijau tidak memakai baju zirah tetapi pasukan Elf Biru memakai baju zirah tingkat menengah, karena perbedaan perlengkapan perang maka pasukan Elf Hijau kalah telak.
Pandangan Xhin teralihkan kepada raja kerajaan Elf Biru yang sedang menunggangi Beast monster Bandak cula api, Rasa kerajaan Elf Biru datang bersama gelombang ketiga.
"Hyperion Fury, Velrion" Xhin mengeluarkan tombak Hyperion Fury dan busur Velrion.
Seketika Mao Le tercengang karena dia baru pertama kali melihat Xhin menggunakan tombak dan busur, bukan hanya itu, tombak dan busur milik Xhin juga mengeluarkan aura yang tidak biasa seperti senjata tingkat langit lainnya.
"Xhin"
Hanya terdengar suara Zhu Lian memanggil pelan.
Xhin mengalirkan energi spirit dalam jumlah yang sangat besar ke tombak Hyperion Fury, Xhin juga menggunakan petir merah dan api hitam pada Tombak tersebut.
Seketika ledakan gelombang kejut mengguncang tempat berdirinya mereka berempat, ada juga pasukan pemanah yang melihat Xhin karena mereka berdiri di atas tembok yang membentengi kota kerajaan Elf Hijau.
Gelombang kejut menerpa tubuh pasukan pemanah kerajaan Elf Hijau sehingga membuat mereka terhenti untuk melakukan serangan.
Untuk sesaat, pasukan kerajaan Elf Biru kembali menggila saat membantai pasukan Elf Hijau.
Kraaggg!!
Terjadi retakan di dinding tembok saat Xhin mengangkat tombak membentuk pose untuk melemparkan tombak Hyperion Fury.
__ADS_1