Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Menemukan II


__ADS_3

"Senior sekali lagi namaku Xhin, aku menemukan pedang rebellion ini saat aku bereinkarnasi di kehidupan keduaku, aku tahu pedang ini merupakan pedang pusaka yang sangat jahat, tetapi jahat dan tidaknya sebuah senjata pusaka tergantung dari penggunanya." jelas Xhin kepada potongan jiwa tersebut. "Jika penggunanya jahat maka benda itu akan terlihat sangat menakutkan seperti reaksi yang senior tunjukkan sebelumnya, tetapi akan menjadi sebaliknya jika penggunanya itu orang baik, maka pedang ini akan di gunakan sebagai mana mestinya dan hanya cukup untuk mencabut nyawa orang-orang yang di anggap tidak baik" lanjut Xhin menjelaskan.


"Aku bukanlah hakim surgawi, tetapi aku akan menjadi hakim semesta untuk orang-orang serakah yang rela melakukan apapun untuk mencapai tujuannya, aku akan menumpahkan darah dewa-dewa jahat dengan pedang ini dan pedang ini juga akan mengubah peraturan langit" ucap Xhin dan di saat yang bersamaan pedang Rebellion selesai menyalurkan energi spirit berupa Qi semesta ke dalam tubuh Xhin, sedangkan potongan roh itu kini mulai perlahan-lahan memudar.


"Energi sebanyak ini pun tidak cukup untuk menembus?" Batin Xhin.


"Oh... Aku rasa kamu orang yang sangat berjodoh dengan Galaxy ore dan juga aku harap perkataanmu akan sesuai dengan tindakan yang akan kamu buat nanti" terdengar ucapan dari potongan roh walaupun sudah menghilang sepenuhnya.


"Huufhh... Tampaknya aku tidak bisa langsung menggunakan Galaxy ore, aku akan menyimpannya di dunia Verden dulu" ucap Xhin berjalan mendekati kotak hitam di depannya dengan lesu.


Sekilas kotak hitam itu terlihat seperti kotak biasa saja, tapi sebenarnya kotak hitam tersebut sangatlah istimewa karena hanya kotak itulah yang bisa meredam kekuatan Galaxy ore.


"Sistem, kenapa kotak hitam itu memancarkan energi yang sangat kuat"


[Tuan, kotak hitam itu terbuat dari batu meteor Gorem yang memiliki material yang sangat keras dan juga mengandung esensi semesta yang sangat padat, bukan hanya esensi semesta tetapi juga mengandung lima unsur elemen, kotak hitam itu dinamakan Tabut Kehancuran karena telah menelan ribuan jiwa yang diperkuat saat menempa kotak hitam itu, karena dari itu Tabut Kehancuran bisa mengeluarkan aura kematian yang sangat mengerikan]


"Apakah Tabut Kehancuran semengerikan itu, tapi aura kematian yang terdapat di Tabut Kehancuran sangat lemah" ucap Xhin.

__ADS_1


[Hanya tuan yang bisa berkata seperti ini tapi tidak bagi orang lain, jika orang lain yang merasakan aura kematian yang berasal dari Tabut Kehancuran maka dapat dipastikan jiwanya akan hancur begitu saja, terutama bagi manusia fanah]


Mendengar penjelasan dari sistem Xhin langsung kembali berpikir, pantas saja dia merasa aura kematian yang dipancarkan oleh Tabut Kehancuran sangatlah lemah, karena aura kematian yang dia miliki bahkan lebih pekat dari dewa kematian sekalipun.


Dengan sekali lambaian tangan Xhin langsung menyimpan Tabut Kehancuran yang berisi Galaxy ore kedalam dunia Verden.


Setelah menyimpan Tabut Kehancuran Xhin langsung berjalan keluar dari dalam formasi Bintang Enam Sisi tersebut, seiring dengan bagian tubuhnya melewati di dinding kubah formasi, maka formasi Bintang Enam Sisi juga perlahan menghilang.


"Xhin, apa kamu mendapatkan sebuah pusaka berharga saat di dalam formasi" ucap Chi Cheng yang bertanya dengan sangat antusias.


Buku jurus itu merupakan jurus yang dia ciptakan sendiri, tetapi dengan bantuan sistem maka Xhin dapan menulisnya dalam waktu yang sangat singkat.


Sebenarnya saat Xhin ingin keluar dia langsung terpikirkan kalau dia bakalan di hujani pertanyaan dari teman-temannya, maka dari itu dia langsung meminta sistem membukukan jurus Tornado Kematian yang mana hanya perlu menggunakan elemen api dalam jumlah besar dan langkah-langkah putaran energi untuk menciptakan pusaran Tornado Kematian, dengan menambahkan sedikit Aura kematian yang sangat pekat ke dalam buku tersebut maka dapat meyakinkan mereka semua.


Tornado kematian yang dia ciptakan merupakan Jurus tingkat Dewa kelas atas, tidak Perlu dipertanyakan lagi daya hancur yang dihasilkan dari jurus itu karena Xhin beberapa kali memusnahkan lawan-lawannya menjadi abu dengan jurus Tornado Kematian atau Tornado api itu sendiri.


Dengan daya hancur yang mencakup wilayah yang sangat luar dan juga sangat kuat, maka dengan Xhin memilih untuk menunjukkan jurus itu. Xhin yakin mereka semua akan mempercayainya karena buku itu juga mengeluarkan aura merah kehitaman yang sangat pekat, Aura itu tidak lain yaitu Aura kematian milik Xhin.

__ADS_1


"Buku ini... Buku apaan ini dan juga Aura kematian yang dikeluarkan dari buku ini cukup tebal" ucap Shan Dro saat Xhin memberikan buku jurus Tornado Kematian ke tangan Shan Dro.


"Jurus ini sangat luar biasa, dengan menguasai jurus ini maka tidak ada lawan yang tidak bisa di bantai" ucap Shan Dro saat melihat penjelasan yang tertera di buku tersebut.


"Sayangnya aku tidak memiliki elemen api, andai saja aku memiliki elemen api, walaupun bisa merubah energi spirit menjadi perubahan elemen api tetapi tidak sekuat kultivator yang memiliki Vena elemen api itu sendiri" batin Shan Dro.


Jika seorang kultivator memiliki Vena elemen sejak lahir maka dia lansung menguasai tingkat kedua dari dasar penguasaan elemen api, dan juga elemen api yang dihasilkan memiliki intensitas yang lebih tinggi dari perubahan jenis elemen menggunakan energi spirit, karena perubahan elemen hanya bersifat lemah dan tidak begitu berdampak untuk meningkatkan tingkat kultivasi.


Seorang kultivator yang memiliki Vena elemen juga harus memiliki metode pelatihan atau teknik dasar yang bagus juga agar bisa melangkah ke tingkat kultivasi yang lebih tinggi, jika teknik dasar yang di latihnya tidak seusai dengan penguasaan elemen maka akan mengalami kendala atau hambatan berkultivasi, berbeda dengan Xhin yang mana dia hanya perlu menyerap energi spirit untuk meningkatkan tingkat kultivasinya tanpa memikirkan salah atau benarnya jurus yang dilatihnya.


Itu mungkin karena sejak awal dia sudah bergantung pada keberadaan sistem saat di kehidupan kedua dan itu juga berlanjut pada kehidupan ketiga.


Untuk kasus Dhu Fang dia memiliki dua Vena elemen tetapi pemahaman elemen miliknya tidak begitu tinggi, karena itulah intensitas api miliknya tidak begitu tinggi seperti api milik Xhin, jikalau dia ingin melatih jurus Tornado api maka dia bisa menguasainya tetapi tidak pada tingkat puncak dimana bisa menambahkan elemen lain atau menggunakan elemen lain pada metode yang sama.


"Xhin karena kamu yang mendapatkannya maka buku jurus ini milikmu" ucap Shan Dro yang ingin mengembalikan buku jurus Tornado Kematian.


"Tidak perlu, aku sudah menguasainya jadi lebih baik kalian simpan saja atau bisa di kasih ke Master Sakte" ucap Xhin.

__ADS_1


__ADS_2