
Orang-orang yang menyaksikan keduanya bertarung lansung melebarkan mata mereka, bukan hanya mereka yang tidak percaya dengan apa yang mereka lihat tetapi master Ang dan master Byuo juga begitu tercengang.
Armor Hitam yang selama ini dibangga-banggakan hancur ditangan Xhin Xhin yang mereka anggap remeh.
Xhin kemudian melancarkan tendangan susulannya tepat di perut master Ye hingga membuatnya terpental beberapa meter ke belakang menabrak reruntuhan bangunan.
Master Ye memuntahkan darah segar, seluruh bajunya sudah basah dengan darahnya sendiri, tendangan Xhin seketika membuat dantianya menjadi retak.
Perlahan pandangan master Ye menjadi gelap kemudian tidak sadarkan diri, tubuhnya mulai ditutupi oleh reruntuhan bangunan yang mulai berjatuhan.
"Satu sudah lalat sudah beres, kurang dua lalat lagi dan juga ku kira dia keras ternyata kertas" ucap Xhin yang mengarahkan pandangannya ke arah master Ang dan master Byuo.
"Apakah kalian ingin beristirahat dulu atau lansung saja?" Lanjutnya Xhin bertanya.
"Hahaha... Kami bukan orang bodoh yang akan menerima usulmu anak muda, kekuatan yang barusan kamu tunjukkan mungkin sudah menguras separuh energi spirit milikmu, dan saat inilah kesempatan untuk membuatmu merasakan apa itu rasa putus asa" balas Master Byuo yang lansung masuk ke Perubahan Dewa.
Shwuus!!!
Angin berhembus sangat kencang, perlahan muncul kedua sayap berwarna putih di punggung master Byuo, rambutnya yang tadi di ikat seketika tergerai seperti berada di dalam air, di tubuhnya juga terdapat corak berwarna Emas yang menjalar di kedua tangan sampai leher master Byuo.
Luapan energi spirit yang keluar dari tubuhnya sangat besar, tingkat kultivasinya yang tadinya berada di Heavenly Immortal tiga kini lansung naik ke tingkat Heavenly Immortal lima, Pedangnya juga kini di selimuti oleh aura membunuh yang tampak seperti api hitam.
"Kalau Master Byuo sudah serius maka aku juga" ucap Master Ang.
Shuush!!!
Angin yang tadinya mulai berhenti berhembus kencang, kini kembali berhembus kencang saat master Ang masuk ke perubahan Dewa miliknya.
Terlihat muncul sepasang sayap di punggung master Ang, rambut hitamnya tergerai seperti master Byuo tetapi warna rambut master Byuo berwarna merah, tingkat kultivasi master Ang juga naik dua tingkatan ke tingkat Heavenly Immortal lima.
Pedang master Ang yang tadinya hanya di selimuti api kecil, kini menjadi semakin panas karena kobaran api yang menyelimuti pedang kembarnya semakin besar.
"Kalian tidak akan mampu membunuhku, aku ini makhluk abadi bandot tua!" Teriak Xhin yang terlihat senang saat kedua sesepuh itu terlihat sangat serius untuk menghadapinya.
Xhin lansung melambaikan tangan seketika pedang yang dia simpan di cincin penyimpanan muncul kembali di tangan kanannya.
__ADS_1
"Bermain-main dengan mereka pasti seru, api dan angin sangat cocok jadi aku akan menggunakan es abadi untuk melawan mereka, pasti wajah putus asa mereka sangat menarik" batin Xhin.
Seketika aura dingin yang sangat kuat menyelimuti pedang tingkat langit yang berada di tangan Xhin. Xhin lalu melangkahkan kakinya ke arah master Ang dan master Byuo.
Setiap langkah yang Xhin ambil lansung membekukan tanah di bawah kakinya. Melihat Xhin yang mendekat, master Ang lansung melesat dengan sangat cepat ke arah Xhin.
Kecepatan master Ang sangat cepat, orang-orang yang sedang menyaksikan pertempuran juga tidak dapat melihat master Ang melesat, mereka hanya melihat master Ang yang tiba-tiba menghilang lalu muncul tiba-tiba di depan Xhin.
Berbeda dengan Xhin yang melihat pergerakan master Ang dengan sangat cepat yang melesat ke arahnya.
"Tebasan pedang Ganda, pemusnahan kehidupan" master Ang lansung menerjang Xhin.
Melihat serangan master Ang, Xhin juga tidak tinggal diam, dia menyambut serangan tersebut.
"Kegelapan tak berujung"
Traankk!!!
Kedua serangan tersebut berbenturan menciptakan ledakan gelombang kejut yang sangat besar, api milik master Ang yang awalnya sangat besar kini lansung padam saat bertemu dengan es abadi milik Xhin.
Master Byuo lompat sambil mengayunkan pedangnya dengan yang telah di aliri energi spirit yang sangat besar.
"Tebasan Pembelah Udara"
Master Byuo lansung menebas Pedangnya ke pedang Xhin yang masih menahan serangan pedang master Ang.
Traaannkkk!!!
Ledakan gelombang kejut kini kembali tercipta, pedang Xhin yang awalnya sudah retak kini kembali mengalami retakan yang memanjang ke bawah hampir mencapai batang pedang walaupun sudah di lapisi Aura pedang yang sangat kuat dan juga energi spirit yang sangat besar.
"Master Ang! Kita hancurkan pedangnya terlebih dahulu, baru kita menyiksanya" ucap master Byuo.
Mendengar ucapan master Byuo, Xhin hanya tersenyum mengejek. Dia tahu pedang di tangannya itu bakalan patah jika mengalami beberapa kali benturan keras lagi, tetapi Xhin tiba-tiba melepaskan aura dingin yang sangat kuat.
Bahkan kedua pedang tingkat dewa milik master Ang dan master Byuo lansung ditutupi lapisan es tebal. melihat Pedangnya di bekukan master Ang lansung melompat mundur dan di ikuti oleh master Byuo.
__ADS_1
Master Ang lansung menyelimuti kedua pedangnya dengan api yang sangat besar untuk melelehkan es abadi milik Xhin, akan tetapi sedari tadi hanya separuh es yang meleleh walaupun api yang di gunakan memiliki intensitas tinggi.
Berbeda dengan master Byuo, dia tidak peduli walaupun pedangnya di bekukan tetapi tidak menghambatnya untuk kembali menyerang Xhin.
Dalam sekejap keduanya bertukar ribuan serangan, kecepatan mereka berdua sangat cepat. Awalnya master Byuo melancarkan serangan bertubi-tubi kepada Xhin, sedangkan Xhin hanya bertahan sambil sesekali balik menyerang.
Xhin sebenarnya bisa langsung mendominasi pertempuran tetapi dia tidak ingin menyelesaikan pertempuran dengan cepat, Xhin yang awalnya bertahan kini lansung melakukan serangan belasan kepada master Byuo sehingga membuat master Byuo terpojok dan hanya bisa bertahan sambil menghindari tebasan pedang Xhin.
Setelah es abadi yang berada di kedua pedang kembar milik master Ang telah meleleh, master Ang lansung melesat ke arah Xhin untuk membantu master Byuo yang sedang terpojok.
Bergabungnya master Ang membuat master Byuo yang tadinya terpojok kini kembali melakukan serangan balasan kepada Xhin, permainan pedang kedua master itu sangat cepat dan seirama sehingga Xhin hanya bisa bertahan untuk menghadapi keduanya.
Xhin tidak bisa lagi menambah aura pedang karena pedang miliknya akan segera hancur.
"Aku harus membuat mereka berdua percaya diri dulu, setelah mereka mulai bergembira akan kemenangan baru aku hancurkan akan kesenangan mereka, terus aku bisa melihat tatapan wajah putus asa mereka berdua" batin Xhin lalu tersenyum.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
__ADS_1
^^^BERSAMBUNG...^^^