
"Hahaha... Bukannya kamu yang tadi berkata kamu akan menyiksaku hingga berharap kematian adalah hadiah terindah, tapi sekarang kamu yang sedang merasakannya" ucap Xhin yang sedang membelah perut Fie Jintao.
sreett!!
Darah kental menyembur wajah Xhin, Xhin sekarang terlihat bagaikan iblis yang sedang memakan daging sambil meminum darah.
Kini pandangan semua orang Ras Elf Hijau dipenuhi dengan ketakutan, mereka melihat ekspresi wajah Xhin yang dipenuhi dengan darah, sambil memberikan senyuman yang begitu menakutkan.
Fie Jintao berteriak sampai pita suaranya telah putus, kini dia hanya menikmati rasa sakit tersebut, pikirannya sekarang telah kosong.
Xhin sudah memotong seluruh tubuh Fie Jintao secara kecil-kecil, kini seluruh tubuhnya dipenuhi dengan darah.
Setelah selesai membunuh Fie Jintao, Xhin kini kembali melesat ke kerajaan Elf Hijau, tidak lama kemudian kini Xhin telah sampai di depan semua orang.
Mereka semua kini melihat Xhin dengan sangat ketakutan, Xhin datang dengan bajunya yang berlumuran darah, darah itu milik pasukan Elf Biru yang dia bunuh dan juga darah pangeran Fie Jintao yang dimutilasi.
Kini tidak ada lagi pandangan merendahkan kepada Xhin, bangsa Elf Hijau kini sangat ketakutan saat melihatnya datang tetapi mereka semua tetap Memberikan rasa hormat kepada Xhin.
"Xhin, tadi kamu sudah meratakan mereka semua padahal aku juga ingin menguji senjata Dewa milikku" ucap Mao Le.
"Pffuuut... Senjata apa? Dewa! Kamu begitu hebat saudaraku hahaha..." ucap Xhin.
Mereka semua begitu tercengang saat melihat perubahan ekspresi wajah Xhin yang begitu cepat, ekspresi yang tadinya sangat dingin penuh dengan keinginan akan haus darah, kini menjadi sangat tampan seperti seorang yang begitu polos.
"Xhin, mana tombakmu" ucap Mao Le bertanya.
"Oh.. kembalilah" ucap Xhin.
Swuusss!!
Mereka begitu ketakutan saat melihat tombak Hyperion Fury melesat dari jauh yang kini semakin mendekat.
"Menghindar!!!"Teriak Ratu Nuwa.
"Tidak Perlu" ucap Xhin.
__ADS_1
Tak!
Xhin lansung menangkap tombak Hyperion Fury dengan tangan kirinya, setelah itu tombak tersebut menghilang begitu saja.
"Kemana tombak tadi apakah kamu menyimpannya di dalam cincin penyimpanan" Mao Le bertanya.
"Tidak disitu, tetapi di jiwaku" ucap Xhin.
"Bagimana bisa" batin Mao Le
Mereka semua lansung berjalan memasuki kerajaan Elf, para prajurit yang lain ditugaskan untuk membersihkan mayat, Ice yang membekukan pasukan Elf Biru tidak sedikitpun mencari, saat prajurit Elf menggunakan elemen api untuk mencairkannya.
Ratu Nuwa mengadakan jamuan yang sangat besar akibat kemenangan mereka, acara tersebut berlangsung dari soreh.
Mereka begitu menikmati jamuan tersebut, Xhin sekarang begitu diagungkan oleh bangsa Elf Hijau, mereka semua sangat bingung dengan Xhin.
Xhin yang memiliki pelatihan tingkat Dao saja bisa meratakan ribuan pasukan Elf Biru begitu cepat, bahkan petarung tingkat Extreme kebawah tidak mampu berbuat apapun.
Xhin dan Mao Le menerima hadiah begitu banyak, dari artefak tingkat tinggi sekali pakai bahkan ribuan kristal energi murni, Xhin bahkan sempat menolak semua hadiah tersebut.
Rata-rata pedang yang Xhin terima adalah pedang tingkat menengah, hanya sebuah pedang tingkat tinggi yang Xhin dapatkan dari Ratu Nuwa.
Bunyi suara tifa yang mengiringi tarian untuk meramaikan acara tersebut, tanpa Xhin sadari Mao Le dan Zhu Lien telah menghilang dari pandangannya.
Xhin kini telah mabuk karena terlalu banyak minum arak yang disediakan, Hio Yang juga duduk minum bersama Xhin, keduanya kini tampak lebih akrab.
Dalam keadaan mabuk, Hio Yang meminta Xhin untuk membentuk sesuatu menggunakan elemen ice.
Tanpa sadar Xhin membentuk mobil Koenigsegg Agera miliknya sewaktu di kehidupan sebelumnya.
Banyak orang yang begitu kagum dengan apa yang dibuat oleh Xhin, setelah hari semakin malam Xhin lansung berjalan masuk menuju ke kamarnya, ratu Nuwa mengetahui Xhin ingin tidur karena dia telah mabuk.
Saat berjalan menuju ke kamarnya, terlihat Zhu Lian sedang duduk di depan pintu kamar Xhin, Zhu Lian kini tampak sedang bersedih.
"Hei.. sayang kenapa kamu duduk di sini, apa yang terjadi" ucap Xhin.
__ADS_1
Zhu Lian lansung memeluk dan mencium Xhin, Tanpa mereka berdua sadari Ratu Nuwa sedang melihat mereka berdua.
Keduanya kini lansung masuk ke kamar, Ratu Nuwa hanya tersenyum saat melihat Xhin dan Zhu Lian.
Didalam kamar, keduanya kini saling menyerang dengan ciuman, lidah Xhin dan Zhu Lian saling membelit, satu persatu pakaian mereka berdua telah dilepaskan.
Tangan Xhin juga tidak tinggal diam begitu saja dan mulai menjelajahi bukit indah milik Zhu Lian, Xhin mengecup turun leher Zhu Lian dan terus turun hingga tiba di bukit indah milik Zhu Lian, Xhin terus bermain di situ hingga beberapa saat.
Xhin kemudian memasukan Kaki tengah miliknya ke goa misterius, ritual bercocok tanam tidak dapat dihindari, kini mereka berdua tidak mempedulikan keadaan istana yang sedang ramai.
******* dan lenguhan terus terdengar hampir di ruangan utama tempat mengadakan jamuan, akan tetapi bunyi suara tifaa yang mengiringi tarian menutupi suara Zhu Lian.
Sedangkan Zhu Lien dan Mao Le melakukannya secara perlahan dan pelan-pelan.
Setelah mencapai tujuan, mereka berdua kini berpelukan, entah berapa kali Xhin dan Zhu Lian melakukannya, yang pasti mereka melakukannya sepanjang malam dan mereka tertidur di saat matahari mulai menyinari daratan tersebut di pagi hari.
Mao Le mengetuk pintu Xhin membangunkannya untuk sarapan pagi, begitu juga Zhu Lien membangunkan Zhu Lian di kamar mereka masing-masing, akan tetapi tidak ada jawaban sedikitpun.
Kini mereka berdua terbangun di siang hari saat matahari sudah berada di atas kepala, keduanya kembali keluar seperti pertama kali, akan tetapi Xhin terkejutdengan kemunculan Mao Le dan Zhu Lien saat Zhu Lian keluar dari kamar.
Mao Le dan Zhu Lien menggunakan kain yunto untuk menutupi tubuh mereka sehingga tidak terdeteksi oleh petarung manapun.
Kain yunto merupakan artefak tingkat menengah yang digunakan untuk menyamarkan Aura dan juga membuat penggunanya menjadi transparan.
"Ehmm.. kalian berdua melakukan apa di kamar semalam" ucap Zhu Lien.
"Ti- ti- dak kok, aku tadi malam sangat mabuk tetapi saat aku menuju ke kamarku aku melihat Xhin yang sudah tertidur di meja, jadi aku memutuskan untuk membawanya ke kamarnya tetapi tanpa di duga aku juga tertidur di situ, benarkan Xhin" ucap Zhu Lian.
"Kenapa Wajah Kakak memerah, apakah kakak sakit" ucap Zhu Lien mengejek.
"Tidak kok, kayaknya aku hanya kelaparan" ucap Zhu Lian
"Tadi malam juga aku melihat kamu dan Mao Le masuk kedalam kamar, aku juga mendengar suara seperti apa yah" ucap Xhin.
"Hahaha... Kamu salah orang mungkin" ucap Zhu Lien.
__ADS_1