
"Untung saja ruangan ini telah dipasangi formasi pelindung kalau tidak, mungkin tempat ini sudah hancur" batin Pyu Du.
"Xhin, semua tungku di sini tidak dapat menahan panasnya api putih, jadi kamu coba pakai api biasa saja" ucap Pyu Du.
Mendengar ucapan Pyu Du, Xhin yang tadinya ingin mengeluarkan Api Pink, kini mengurungkan niatnya.
"Baiklah Master, aku akan mencoba lagi dengan api yang lebih rendah" ucap Xhin.
Xhin lalu melangkahkan kakinya ke arah tungku yang lainnya, setelah itu Xhin memunculkan api biasa yang memiliki intensitas tinggi.
"Ini kah api yang paling rendah, aku saja sampai merasakan panas yang tidak seperti biasanya" batin Pyu Du.
Saat Xhin memasukan api kedalam tungku, Pyu Du lansung mengangkat kedua tangannya untuk melindungi wajahnya dengan mata terpejam.
Sesaat kemudian Pyu Du kembali membuka matanya.
"Fhuu... Ternyata tidak meledak, tapi Tungku-Nya seketika berwarna merah seakan mau meleleh" batin Pyu Du.
Tidak menunggu perintah, Xhin langsung memasukkan biji besi kedalam tungku, dengan cara yang sama saat memasukan tanaman spirit saat dia membuat Pill.
Beberapa saat kemudian kini biji besi telah melebur.
"Coba kamu rasakan sensasi yang terkandung di dalam besi cair itu" ucap Pyu Du.
Mendengar ucapan Pyu Du, Xhin lalu mencoba merasakan sensasi langit yang terkandung di dalam besi cair, dengan mengalirkan energi spirit untuk membantunya mengamati.
Beberapa saat kemudian kini Xhin telah merasakan sensasi langit yang terkandung di dalam besi cair tersebut.
Tidak menunggu perintah Xhin langsung memisahkan esensi langit dari besi cair tersebut.
"Bagimana mungkin, aku membutuhkan 5 bulan untuk merasakan sensasi langit dan butuh 1 bulan untuk bisa memisahkan esensi langit dari besi cair, tapi dia bisa dalam sekali mencoba" batin Pyu Du.
Tidak hanya Pyu Du, kedua murid lainnya juga sangat tercengang melihat apa yang Xhin lakukan.
Mereka berdua telah belajar hampir setahun dan tidak berhasil merasakan sensasi langit dan cara memisahkan esensi langit dari besi cair, tetapi Xhin hanya dalam sekali mencoba.
"Xhin, bagimana bisa kamu menguasainya secepat itu, aku saja membutuhkan waktu berbulan-bulan" Pyu Du.
"Sangat gampang, karena aku juga seorang Alkemis tingkat 9 dan cara memisahkan esensi langit dari besi cair hampir sama dengan cara memisahkan esensi Pill dari kotoran" jelas Xhin yang hampir membuat mereka bertiga mati terkejut.
"Alkemis tingkat 9!!! Bagimana mungkin seorang Alkemis tingkat 9 yang terhormat mau belajar menempa senjata" ucap salah seorang murid kepada teman yang satunya.
"Entahlah... aku sangat suka belajar hal baru yang menantang" singkat Xhin.
"Teknik menempa segampang ini, aku kira sangat sulit" batin Xhin.
"Master, karena aku sudah selesai jadi aku pergi dulu" ucap Xhin.
__ADS_1
"Tunggu sebentar" ucap Pyu Du pergi meninggalkan mereka bertiga.
Kedua murid itu hanya terdiam saat melihat Xhin, mereka tidak habisnya membicarakan kejeniusan Xhin.
Xhin juga dapat mendengar pembicaraan mereka berdua dengan sangat jelas, tetapi Xhin hanya diam dan tidak memperdulikan mereka. karena Xhin sudah berkali-kali merasakan hal tersebut, di mana orang-orang sangat mengaguminya baik itu karena wajahnya yang sangat tampan ataupun kekuatannya yang berada di luar nalar.
Hampir setengah jam menunggu Pyu Du yang tidak kunjung balik, Xhin lansung berjalan menuju tempat Pyu Du.
kedua murid penempaan yang berada di situ, hanya melihat Xhin yang pergi berjalan keluar dari ruangan itu tanpa berbicara sepatah katapun.
saat berjalan menelusuri jalan tadi, Xhin juga melihat ratusan jenis pedang yang terpampang di dinding ruangan.
Xhin sebelumnya tidak memperhatikan pedang-pedang itu karena dia sibuk berbicara dengan Pyu Du sewaktu masuk tadi.
Akan tetapi Pyu Du tiba-tiba muncul lalu memberikan sebuah token Penempa tingkat 9.
"Xhin... ini" ucap Pyu Du menyerahkan token Penempa tingkat 9 kepada Xhin.
"Sekarang kamu adalah master Penempa tingkat 9, kamu hanya perlu sedikit belajar menempa dan tidak perlu membutuhkan bantuan ku" lanjut Pyu Du.
"Terima kasih master" ucap Xhin mengambil token yang diberikan oleh Pyu Du.
"Master aku pergi dulu, kapan-kapan aku akan balik lagi ke sini untuk menambah pengalaman menempa senjata" lanjutnya.
"Baiklah, terima kasih sudah mampir ke kelas penempaan" balas Pyu Du.
"Tidak... aku hanya memberikan sedikit teori dan praktik, tapi kamu lansung bisa menguasainya" ucap Pyu Du.
"Baiklah Master, aku pamit pulang" ucap Xhin lalu beranjak pergi dari tempat tersebut.
"Sangat gampang untuk mendapatkan Token penempa tingkat 9, selanjutnya aku hanya perlu mencairkan baja semesta" ucap Xhin berjalan keluar dari tempat tersebut.
Saat keluar dari tempat itu, Xhin sangat terkejut karena hari sudah menjelang malam.
"Perasaan baru sebentar" gumam Xhin sambil melihat ke arah langit.
Swoos!!!
Xhin lansung berteleportasi kembali ke kediamannya, setibanya di rumah Xhin langsung membuka pintu lalu masuk ke dalam.
Saat melangkahkan kakinya memasuki kediamannya, Xhin mencium aroma makanan yang sangat enak.
"Siapa yang masak? Xiang Yu kah" gumam Xhin yang terus berjalan ke arah dapur.
"Wah... Ternyata kamu bisa masak juga ya" ucap Xhin saat melihat Xiang Yu yang sedang memasak.
"Emangnya kamu pikir aku tidak bisa masak gitu" balas Xiang Yu sambil meneruskan kegiatannya.
__ADS_1
"Iya... soalnya kamu terlihat seperti tuan Puteri, jadi aku pikir kamu tidak bisa masak" ucap Xhin.
"Aku memang seorang Puteri kerajaan, Seaflow" balas Xiang Yu.
"Seaflow..? Apakah itu kerajaan di bawa laut apa di atas laut?" ucap Xhin bertanya.
"Kerajaan ku terletak di atas permukaan laut, tidak sembarang orang bisa menemukan kerajaan ku dan hanya bisa ditemukan oleh kami yang berasal dari kerajaan Seaflow dan orang yang pernah mampir ke kerajaan Seaflow" ucap Xiang Yu sambil meneruskan aktifitas memasaknya.
"Aku ingin berkunjung ke sana, tapi setelah aku menjadi suami mu" ucap Xhin.
Uhuuk... Uhuuk...
Mendengar ucapan Xhin barusan, Xiang Yu Seketika berbatuk seperti tersedak.
"Kamu kenapa Yu'er, sebentar aku ambilkan air" ucap Xhin pergi mengambil air minum.
"Apakah dia serius dengan ucapannya... Tapi kenapa aku merasa sangat senang saat dia memujiku. bodoh.. Xiang Yu bodoh... Kenapa bisa jadi begini" Batin Xiang Yu sambil terkekeh sendiri.
Beberapa saat kemudian Xhin balik dengan secangkir air putih lalu diberikan untuk Xiang Yu.
"Ini minum dulu lah" ucap Xhin memberikan segelas air putih yang tadi diambil olehnya, akan tetapi gelas dia buat sendiri menggunakan elemen ice.
"Terima kasih" ucap Xiang Yu lalu meneguk habis segelas air yang diberikan oleh Xhin.
"Apakah seperti ini jika aku menikah dengannya, dia sangat baik dan perhatian kepadaku" batin Xiang Yu dengan kedua tangannya memegang gelas kosong.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
__ADS_1
^^^Bersambung... ;)^^^