Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Reinkarnasi Fanny


__ADS_3

"Terima kasih teman atas informasinya" ucap Xhin lalu pemuda tersebut pergi meninggalkan Xhin.


Tidak menunggu lama Xhin lansung masuk mencari-cari barang bagus, saat berjalan memasuki pintu Xhin melihat ruangan itu sangat sangat ramai dipenuhi dengan kultivator muda.


Xhin lalu berjalan menelusuri setiap rak yang ada di lantai satu, satu persatu rak telah dia periksa akan tetapi tidak ada satupun yang dia inginkan.


Mata Xhin sempat melirik ke piringan Ying dan Yang, piringan Ying dan Yang berfungsi sebagai artefak penyegelan, akan tetapi Xhin telah menguasai ilmu formasi dan array jadi dia merasa piringan Ying dan Yang tidaklah berguna baginya.


Karena bingung mau memilih yang mana, Xhin langsung berinisiatif untuk meminta bantuan kepada pelayan untuk membantunya mencari artefak atau senjata yang bagus.


Akan tetapi saat lama mencari pelayan di tempat tersebut, mata Xhin lansung tertuju kepada seorang wanita cantik yang sedang berdiri seperti sedang mengawasi.


"Hei Nona pelayanan, apakah bisa membantuku" ucap Xhin memanggil seorang yang dia kira pelayan di tempat tersebut.


"Aku" ucap perempuan tersebut sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Iya kamu nona, siapa lagi pelayan di sini" jawab Xhin sambil menunjuk perempuan tersebut.


"Hei br*ngs*k!!!, apa kamu pikir aku seorang pelayan!!!" Perempuan tersebut langsung memarahi Xhin.


"Maaf Nona aku tidak tahu, sekali lagi aku mohon maaf" ucap Xhin.


"Semudah itu kamu minta maaf setelah membuat kesal pacarku" Tiba-tiba terdengar suara dari salah satu Pemuda yang baru muncul.


"Hadeh... Susah bangat jadi Orang baik" batin Xhin sambil berjalan keluar.


"Hei.. Xae Shen, aku tidak memerlukan bantuanmu dan aku katakan sekali lagi kamu itu bukan pacarku" ucap perempuan tersebut dengan kesal.


Mendengar ucapan perempuan tersebut, semua orang lansung menatap pemuda tersebut yang tidak lain adalah Xae Shen, bahkan ada yang menghujatnya dengan kata tidak tahu malu.


"Sialan, aku akan membunuhmu" Xie Shen sambil menatap punggung Xhin.


"Pertama-tama aku harus masuk ke sebuah Sakte untuk berbaur, dan juga aku harus belajar menempa senjata" batin Xhin yang berjalan keluar.


"Hei... Sialan!! Kamu akan mati kali ini" teriak Xae Shen.


Mendengar itu, Xhin lansung membalikkan badannya sambil menatap ke arah pemilik suara tersebut.


"Idih... Ada juga orang yang sok jagoan di depan perempuan" batin Xhin sambil menatap Xae Shen dengan tatapan meremehkan.


"Kamu..." Ucap Xae Shen yang terlihat sangat geram karena Xhin begitu merendahkannya dengan tatapannya itu.


"Maaf tuan, aku tidak tahu dan juga kesalahan yang dilakukanku tidak seberapa, tapi kenapa tuan masih mengejarku" ucap Xhin sesopan mungkin, Xhin tidak ingin membuat masalah karena dia baru datang dan tidak mengetahui seluk-beluk dunia Dewa, terutama di kerajaan Shandian.


"Kamu sudah membuat satu kesalahan lagi yaitu mempermalukanku, gara-gara kamu Yeu Fan kembali menolakku dan membuat aku menjadi malu di depan banyak orang" ucap Xae Shen yang sudah menyelimuti kedua kepalan tangannya dengan energi spirit.


"Fhuu... Orang ini stress ya, masa cintanya di tolak malah menyalahkan aku" batin Xhin.


"Sekali lagi aku minta maaf tuan, tapi aku juga tidak mengerti apa yang kamu bicarakan" ucap Xhin lalu membalikkan badannya pergi.

__ADS_1


Akan tetapi sebelum Xhin melangkahkan kakinya, Xae Shen lansung melesat melancarkan tinjunya.


Xhin mengetahui serangan tersebut, akan tetapi dia tidak menghindar, Xhin lansung membalikkan badannya dengan cepat.


"40 ribu sisik naga, aktif"


Shuuus!!!


Baamm!!


Xhin lansung menangkap tinju Xae Shen dengan telapak tangannya seketika tercipta ledakan besar, debu-debu berterbangan menutupi keduanya.


Setelah debu-debu menghilang, terlihat tangan kiri Xhin sedang mencengkeram telapak tangan Xae Shen.


"Dari awal aku tidak ingin membuat masalah, aku sudah merendahkan diriku dengan terus menerus meminta maaf, tapi kamu seakan tidak mempedulikan permintaan maaf ku dan kamu malah menyerangku!!" Ucap Xhin sambil menatap tajam dan juga melepaskan niat membunuh kepada Xae Shen.


Niat membunuh milik Xhin sangat besar, bahkan hanya dengan niat membunuh dia bisa membuat kultivator tingkat Saint kebawah Lansung mati.


Kragg!!!


Terdengar suara retakan kasar di telapak tangan Xhin, yang menandakan kepalan tangan Xae Shen lansung remuk.


Arrhhkk!!!


Plaakk!!!


Xhin lansung menampar keras wajah Xae Shen, terlihat empat buah Gigi Xae Shen terbang keluar dari mulutnya seiring dengan tubuhnya yang terlempar menabrak pohon.


Saat Xhin menyebarkan pandangannya, terlihat begitu banyak orang sedang menatapnya, begitu juga dengan perempuan tadi.


Tiba-tiba Xhin lansung menghilang dari pandangan mereka semua, Xhin lansung melakukan teleportasi ke tengah kerumunan orang yang berada di pasar ibu kota kerajaan.


Xhin berjalan di tengah kerumunan, karena hari mulai menjelang malam,


Xhin lalu mencari penginapan.


Akan tetapi hampir empat jam mencari, Xhin tidak menemukan penginapan kosong satu pun, semua penginapan yang di kunjunginya telah penuh, Xhin sangat kesal karena hampir empat jam mencari penginapan tetapi tidak menemukan satupun.


Saat sedang mencari, mata Xhin lansung tertuju ke salah satu bangunan mewah di depannya yang tidak lain yaitu sebuah penginapan.


Tidak menunggu lama dia lansung menuju ke penginapan yang dia lihat, setibanya di sana Xhin lansung masuk ke dalam penginapan tersebut.


"Ada yang bisa saya bantu tuan" ucap pelayan penginapan.


"Aku memesan satu kamar" ucap salah seorang perempuan yang tiba-tiba muncul.


Mendengar itu, Xhin lansung mentap perempuan tersebut, saat mata Xhin menangkap wajah perempuan itu, seketika Xhin terdiam, tubuhnya seakan kaku dan tidak bisa bergerak.


"Fanny..." Ucap Xhin pelan dengan mulut bergetar, pikirannya seakan menjadi kosong, dendamnya kepada Dante kini semakin membara saat melihat perempuan yang mirip Fanny atau bisa jadi dia adalah reinkarnasi dari Fanny.

__ADS_1


Perempuan yang berada di depannya sangat mirip dengan Fanny, bahkan wajahnya dan bentuk tubuhnya pun sama, tapi kulit wajahnya lebih cerah jika dibandingkan dengan Fanny, Tatapan matanya juga sama.


Ingin sekali Xhin memeluk wanita tersebut, akan tetapi dia lansung mengurungkan niatnya itu.


"Bukan... dia bukan Fanny, aku sangat yakin dia bukan Fanny" batin Xhin dengan pikirannya yang sedang berkecamuk.


"Danteee!!! Aku bersumpah akan membalas mu lebih dari yang kamu lakukan kepadaku" Batin Xhin yang sudah sangat terbawa emosi.


luapan energi spirit mulai merembes keluar dari tubuhnya, untuk sesaat keadaan di dalam ruangan itu sangat mencengkeram karena tidak hanya luapan energi spirit yang keluar, akan tetapi Aura kematian juga ikut keluar.


hal itu terjadi hanya dalam dua detik, dan detik berikutnya Xhin lansung di sadarkan dengan suara seorang wanita yang memanggilnya.


"Tuan.. Tuan apakah anda juga mau memesan kamar" ucap pelayan tersebut yang terus memanggil Xhin.


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


^^^Bersambung... :)^^^

__ADS_1


__ADS_2