
"Kanker itu sebuah penyakit, kalau kamu terkena kanker kamu akan mati, mau hidup pun kamu harus memiliki uang yang banyak untuk operasi atau kemoterapi" jawab Xhin.
"Xhin... Percuma kamu jelasin kalau aku tidak mengerti, dari tadi kamu katakan rokok, kanker, kemoterapi apalah itu... Aku juga baru pernah mendengar kata-kata itu" balas Chi Cheng menggaruk kepalanya.
"Tapi aku yakin, penyakit apa pun itu tidak ada yang tidak bisa disembuhkan olehmu, kamu kan memiliki api legendaris" ucap Chi Cheng mengacungkan jempolnya.
"Iya... Itu sekarang, tapi kalau sewaktu di tempat asalku dulu aku akan tetap mati, kena racun yang sangat lemah saja aku bisa mati, apa lagi kanker... Lansung pindah alam" jawab Xhin lalu kembali menarik Pipe miliknya dalam-dalam.
fhsss!
"Pindah alam? Memangnya pindah ke alam mana" tanya Chi Cheng.
Fhuuu
"Alam kematian berulang-ulang dan berkhir di sini" ucap Xhin dengan suara berat, tetapi Chi Cheng tidak mengetahui apa maksudnya.
Chi Cheng berpikir ucapan Xhin berkaitan dengan apa yang terjadi kepada mereka tadi siang.
"Hei kalian berdua... ayo sini, daging panggang sudah jadi" ucap Yeu Fan memanggil Xhin dan Chi Cheng yang sedang berbincang.
"Ayo Xhin... Aku sudah sangat lapar, tubuhku membutuhkan kalori yang sangat banyak untuk aktivitas besok hari" ucap Chi Cheng.
"Makan saja yang kamu tingkatan, kultivasi tidak" ucap Xhin menyengir.
"hehehe... Biarlah yang penting aku kenyang" jawab Chi Cheng berjalan duluan kemudian di susul oleh Xhin.
Mereka semua menikmati beberapa ekor daging Beast Monster berukuran besar, daging panggang sangatlah banyak dan saat mereka memanggang pun Xhin mengeluarkan beberapa potongan kayu dan ranting dari dunia jiwanya.
Karena dunia jiwanya sudah sangat besar dan juga terdapat jutaan pepohonan, jadi Xhin tidak akan kesulitan jika membutuhkan kayu.
walaupun Xhin memiliki elemen api yang bisa dimunculkannya tetapi dia lebih memilih memanggang daging beast monster menggunakan kayu yang di bakar, menurutnya cara tersebut lebih baik dan tidak akan mengurangi cita rasa dari daging panggang.
Saat mereka asik makan daging Beast Monster, tiba-tiba muncul dua orang yang datang kepada mereka.
Kedua orang tersebut merupakan para peserta perlombaan Alam Maut, Xhin dan teman-temannya melihat kedatangan dua orang tersebut tetapi mereka tidak menghiraukannya, karena teman-teman Xhin berpikir hanya orang yang sudah bosan hidup saja yang mau bertarung dengan Xhin.
dan juga kedua orang itu sedang dalam kondisi terluka, dapat di lihat dengan sangat jelas karena salah satu dari mereka sedang membantu memapah temannya berjalan, tetapi kondisi dia juga terluka parah.
"Teman... Apakah kalian bisa menolong kami dengan memberikan kami sedikit makanan, setidaknya kami tidak mati dengan perut kosong" ucap salah seorang dari mereka berdua.
__ADS_1
"Apa yang terjadi dengan kalian berdua?" ucap Shan Dro bertanya.
"Kami terluka akibat bertarung melawan Sakte tanah illahi, sebelumnya kami semua dapat mengimbangi mereka berlima, tetapi kehadiran Sakte Angin Musim Semi dan Sakte Api Dewa yang bergabung bersama mereka. sehingga kami yang terdiri dari ratusan peserta dari berbagai Sakte kecil kalah begitu saja... Kami di bantai tanpa ampun dari mereka" jelas orang yang sedang memapah temannya.
"Brengsek... Mereka melupakan larangan bersekutu dengan Sakte lain" ucap Shan Dro kesal.
"Kalian dari Sakte Petir Langit kan" ucap pria tadi bertanya.
"Benar kami dari Sakte Petir Langit" ucap Xhin membalikkan badannya kearah kedua orang tersebut, karena dia sedari tadi membelakangi mereka berdua.
Mendengar ucapan Xhin, mata keduanya lansung tertuju kepada Xhin yang membalikkan badannya kepada mereka.
Tubuh mereka berdua seketika bergetar, temannya yang sedang di papah lansung terjatuh saat melihat Xhin.
"Sa.. sang pembantai" ucap orang tersebut dengan suara pelan yang menunjukkan ketakutan yang luar biasa saat melihat Xhin.
Xhin lalu melemparkan tulang daging panggang yang tersisa ke belakang, kemudian dia memunculkan elemen air di tangannya untuk membersihkan tangannya.
Hahahah!!
Hahaha!!
"Hei... Apakah wajahku semenakutkan itu" ucap Xhin yang kesal kepada kedua orang tersebut.
"Kalian berdua juga malah tertawa" lanjutnya sambil menatap Chi Cheng dan Zui Bo.
"Xhin... Aku rasa kamu perlu memakai topeng, karena wajah tampanmu itu tidak berlaku bagi mereka berdua" ucap Chi Cheng kembali tertawa.
"Kalian berdua tenang saja... Aku bukan pembunuh" ucap Xhin.
"Apa dia gila! Dia bilang bukan pembunuh... Sedangkan aku melihat dengan mata kepalaku sendiri saat dia membantai ratusan ribu beast monster dan juga ratusan peserta lain saat mencoba melawan teman-temannya" batin orang tersebut dengan tubuh yang masih bergetar.
"Xhin! Apakah kamu sadar ucapanmu itu, kamu bilang bukan pembunuh tapi kamu sudah membantai ribuan beast monster dan juga ribuan orang, apakah itu bukan membunuh" ucap Chi Cheng terkekeh.
"Tidak.. Xhin bukan membunuh tapi mengantarkan mereka ke alam kematian" jawab Jin Ton yang juga tertawa.
"Uhmm.. kalian berdua tidak usah menghiraukan mereka, aku akan menyembuhkan kalian berdua" ucap Xhin lalu menyelimuti kedua tangannya dengan api Emas.
Melihat Xhin menyelimuti kedua tangan dengan api emas, kedua orang tersebut lansung berlutut minta ampun kepada Xhin.
__ADS_1
Mereka berdua mengira Xhin akan membunuh mereka dengan menggunakan api Emas, karena mereka tidak tahu kalau api emas di gunakan untuk menyembuhkan bukan membunuh.
"Tuan... tolong ampunilah kami tuan!! Kami akan melakukan apa pun asal jangan membunuh kami" ucap kedua orang tersebut berlutut saat Xhin menyelimuti tubuh mereka berdua dengan api emas.
Melihat mereka berdua berlutut, Chi Cheng dan Zui Bo tertawa terbahak-bahak, dan di ikuti oleh yang lainnya juga menertawakan mereka berdua.
Saat tubuh keduanya di lapisi dengan api emas, keduanya merasakan sakit yang sangat hebat karena api emas membakar racun yang terdapat di tubuh mereka.
Beberapa saat kemudian mereka tidak lagi berteriak karena mereka tidak lagi merasakan sakit melainkan tubuh mereka terasa hangat dan perlahan luka-luka mereka berdua menjadi pulih, tubuh mereka juga lebih dipenuhi dengan energi.
Xhin mengobati mereka berdua hingga pulih kembali seperti semula, luka-luka di tubuh mereka sekarang telah menghilang.
"Terima kasih Tuan pembantai, kami berdua tidak akan melupakan kebaikanmu, kami siap menjadi pengikutmu jika tuan mengizinkan kami" ucap keduanya kembali berlutut.
"Kalian berdua makanlah dulu" ucap Xhin lalu kembali ke tempatnya untuk melanjutkan makan.
Mendengar ucapan Xhin, mereka berdua lansung memandangi Shan Dro dan yang lainnya untuk meminta persetujuan.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
^^^BERSAMBUNG... :)^^^
__ADS_1