
Akan tetapi Xhin menolaknya, dia tidak ingin suatu saat mereka akan melakukan balas dendam, jadi Xhin menyarankan untuk mengeksekusi mereka semua, dan sarannya diterima oleh Raja Xiao Dong dengan berat hati.
Ratu maupun selir semuanya akan di eksekusi, begitu juga dengan anak-anak mereka.
Kini Mereka semua telah di ikat dan bersiap untuk di eksekusi, prajurit yang bertugas untuk mengeksekusi telah mengeluarkan pedangnya lalu bersiap mengayunkan pedangnya itu ke leher Ratu Dinasti Ling dan selir lainnya.
"Stop!!"
Saat hendak mengeksekusi perempuan cantik yang tadi, Xhin lansung mengehentikan penjagal tersebut.
"Kenapa Xhin'er, jangan bilang kam-"
"Tidak ayah, aku yang akan mengeksekusi mereka, karena aku tidak kuat dengan tatapan memohon kepadaku, dan aku akan membuktikan bahwa aku tidaklah mudah dipengaruhi walaupun mereka itu perempuan wanita cantik sekalipun" ucap Xhin.
"Maaf, kamu harus tetap mati karena itu adalah takdirmu" ucap Xhin membentuk pedang Qi.
Mendengar itu perempuan Tersebut langsung menundukkan kepalanya, Xhin tanpa ragu lalu mengayunkan tangannya.
Slash!!!
Kepala perempuan tersebut langsung menggelinding di atas tanah, acara eksekusi Keluarga kerajaan disaksikan oleh seluruh orang.
Dalam tiga bulan seluruh kerajaan yang berada di bawah kekuasaan dinasti Ling telah tunduk di bawah kekuasaan kerajaan Xiaoqing, Raja Xiao Dong lansung mendirikan kekaisaran baru yang bernama Kekaisaran Xiaoxhin dan setiap kerajaan yang berada di bawah kekuasaan kerajaan Xiaoxhin di ubah menjadi provinsi.
Setelah pengalihan pemerintahan telah selesai, Xhin lansung menuju ke ibukota provinsi Shi.
Di sana Xhin disambut baik oleh Semua orang, sebenarnya banyak sekali rakyat yang menderita saat berada di bawah kekuasaan dinasti Ling, saat Xhin mengatakan telah membunuh Kaisar Ling Young semua orang lansung bersorak.
Mereka semua sangat senang mendengar kabar tersebut, dan juga saat Xhin mengatakan bahwa kerajaan Shi akan tunduk dibawah kekuasaan kerajaan Xiaoqing, mereka semua menerimanya dengan sukarela.
Terlebihnya Raja Shi Zu, karena menurutnya selama rakyatnya bahagia dan tidak kesusahan maka dia akan sangat senang walaupun harus tunduk kepada orang lain.
Xhin lansung menuju ke kediaman Gubernur Shi Zu, karena dia ingin menanyakan tentang portal dimensi menuju ke Dunia Dewa.
"Yang mulia Putra Mahkota, selamat datang" ucao gubernur Shi Zu.
"Terima kasih Paman Shi Zu, kedatanganku ke sini karena ada hal penting yang ingin aku tanyakan" Ucap Xhin.
"Apapun itu, sebelumnya kita masuk dulu dan bicarakan di dalam" ucap gubernur Shi Zu.
"Paman Shi Zu, aku ingin menanyakan tentang portal dimensi menuju ke Dunia Dewa" ucap Xhin.
"Yang mulia, sebenarnya portal itu sudah lama rusak dan tidak bisa diperbaiki, hanya ahli formasi tingkat 8 yang sanggup memperbaikinya, dan di Dunia tengah aku yakin tidak ada ahli formasi tingkat 8" ucao gubernur Shi Zu.
"Aku bisa, pemahaman ilmu formasiku telah mencapai tingkat 8" ucap Xhin.
__ADS_1
Mendengar itu gubernur Shi Zu lansung melebarkan matanya, dia tidak menyangka bahwa Xhin juga ahli formasi tingkat 8.
"Apakah benar yang mulia" ucap gubernur Shi Zu.
"Apakah aku suka berbohong" ucao Xhin kemudian.
"Baiklah, tuan muda tolong ikuti aku" balas gubernur Shi Zu.
Mereka berdua lansung menuju ke pegunungan yang berada tidak jauh dari ibukota provinsi.
Satu jam menempuh perjalanan, kini keduanya telah tiba di tempat tujuan mereka, terlihat sebuah kuil kuno yang telah terbengkalai, dan juga dua buah pilar besar yang di penuhi dengan Rune, Xhin menebak kedua Pilar itu digunakan sebagai wadah pintu dimensi.
"Apakah itu pintu dimensinya" ucap Xhin sambil menunjuk pilar.
"Benar tuan, dan seperti yang tuan lihat, salah satu dari pilar itu telah hancur" jawab gubernur Shi Zu.
"Baiklah, ini tidak akan lama" ucap Xhin.
"Hukum Ruang"
Seketika tercipta sebuah kubah transparan menutupi kedua area kedua Pilar tersebut.
Gubernur Shi Zu lansung melebarkan matanya, dia tidak menyangka bahwa Xhin juga telah menguasai ilmu para Dewa tersebut.
Xhin lansung membalikkan waktu didalam ruang yang dia ciptakan, perlahan terlihat perubahan di dalam ruang tersebut.
Gubernur Shi Zu hanya menggelengkan kepalanya seakan tidak percaya apa yang dia lihat.
Xhin lansung mempercepat 100x membalikkan waktu, terlihat pilar tersebut perlahan tersambung, Rune yang menjalar di badan pilar juga perlahan telah kembali bercahaya.
Clatak!
Setelah dirasanya pas, Xhin lansung menjentikkan jarinya untuk menghilangkan pengaruh hukum waktu dan waktu.
Xhin lansung menganalisa Rune yang terdapat pada kedua pilar dan dasar lingkaran pilar, beberapa saat kemudian akhirnya Xhin berhasil mengetahuinya.
"Aku memiliki banyak batu roh kualitas tinggi, tapi aku jangan dulu mengeluarkannya" batin Xhin.
"Untuk mengaktifkannya, hanya bisa menggunakan Batu Roh kualitas tinggi, dan di alam ini apakah ada batu roh" ucap Xhin bertanya.
"Yang mulia, menurut catatan perjalanan leluhur kami, tempat batu Roh terakhir berada pulau mengambang, pulau mengambang berada di Lautan barat berada di antara ketiga Benua, tapi sayangnya pulau mengambang telah lama hilang jutaan tahun yang lalu, pulau mengambang disegel menggunakan teknik array ilusi untuk menyamarkan keberadaannya" ucap gubernur Shi Zu.
"Di ceritakan bahwa, hanya orang yang menguasai teknik Array yang dapat menemukan keberadaannya dan hanya dia yang bisa membuka Array tersebut, tapi aku juga tidak mengerti apa itu Array" lanjutnya.
"Huh... Baiklah aku akan pergi, tapi sebelum itu aku harus menyembunyikan gerbang teleportasi ini" ucap Xhin.
__ADS_1
"Elemen tanah, terbuka"
Xhin lansung memasukan kuil kuno beserta gerbang teleportasi kedalam perut gunung, setelah itu Xhin menutup kembali gunung tersebut.
Xhin membuat sebuah ruang di dalam perut gunung, dia juga membuat jalan keluarnya.
Setelah itu gubernur Shi Zu kembali ke kota Shi king, sedangkan Xhin lansung berteleportasi ke wilayah bagian barat yang tidak lain ke Sakte Pedang Suci.
Saat Xhin memasuki sakte, semua murid-murid lansung mengerumuninya, mereka sangat mengagumi Xhin dan mereka membuat Xhin sebagai pantuan mereka.
Xhin hanya tersenyum sambil berjalan melewati mereka semua, dia menuju ke kediaman Master Sakte.
Setibanya di sana terlihat master Sakte yang sedang duduk sambil menyeruput secangkir teh.
Tok... Tok... Tok...
"Master Sakte, apakah master Sakte memiliki waktu, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan" ucao Xhin.
"Masuklah Xhin, aku selalu ada waktu untukmu" jawab Master Sakte.
Xhin lansung masuk kedalam rumah, master lansung mempersilahkan Xhin duduk, dan juga Master sakte menuangkan secangkir teh herbal buat Xhin.
"Master Sakte, aku ingin menanyakan tentang pulau mengambang, apakah master Sakte mengetahuinya" ucap Xhin.
"Oh... Pulau itu, dulu pulau itu adalah tambang batu Roh dan juga terdapat beast monster dan tanaman spirit yang sangat banyak, akan tetapi keserakahan manusia yang membuat salah seorang dewa turun untuk menyegelnya" jelas master Sakte.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
^^^Bersambung... :)^^^
__ADS_1