
"Di mana ini bukannya aku sudah mati, sial, kenapa aku kembali reinkarnasi" batin Damse
"Nana kali ini di dunia mana aku reinkarnasi" ucap Damse.
"Nana di dunia mana ini" lanjutnya
"Nana.. Nana.. sistem.. sistem.." teriak Damse karena sistem tidak merespon panggilannya.
"Kenapa Nana tidak menjawab, coba aku cek shop sistem" gumam Damse
"Kenapa tidak bisa, sial mungkin reinkarnasi ku kali ini tanpa sistem dan juga Fanny, ahhrrkkk... Sial, Dante von vegelion, aku mengingatmu, akan ku bunuh kau!!!" Damse berteriak.
"Hei.. Xhin kamu sudah bangun?, Ku kira kamu sudah mati" ucap seorang lelaki yang masuk kedalam gubuk tersebut.
"Siapa kamu, kenapa aku bisa berada di sini?" Ucap Damse.
"Apakah kamu lupa dengan ku? Ini aku Mao Le" ucap lelaki tersebut.
"Kayaknya kamu terlalu banyak di pukul sampai-sampai kamu hilang ingatan" lanjutnya.
"Lalu siapa namaku?" Ucap Damse.
"Nama kamu Xhin, memang benar kamu sudah hilang ingatan, lain kali kalau mencuri itu hati-hati" ucap Mao Le.
"Xhin katanya kamu mencuri barang milik putri pemilik sakte, apakah putri pemilik sakte itu cantik seperti yang di katakan orang-orang" ucap Mao Le
"Oh.. jadi nama pemilik tubuh kali ini namanya Xhin, tapi.. mencuri!!, Apakah pemilik tubuh ini seorang pencuri, sial aku tidak bisa mengingat Apapun dari ingatan pemilik tubuh ini" batin Damse.
"Mao Le kenapa kita mencuri, bukanya itu adalah perbuatan yang salah, aku juga tidak ingat apapun" ucap Damse.
"Xhin kamu itu ya.. makin aneh saja, ya jelas-jelas kalau kita tidak mencuri kita bakal mati kelaparan, tapi kalau kamu tidak ingat wajah putri pemilik sakte sih.. tidak apa-apa, yang penting kamu selamat" ucap Mao Le yang mulai kesal.
"Xhin.. kamu mau tidak, ikut aku, aku jamin kita akan kaya" ucap Mao Le
"Ke mana? Jangan bilang pergi mencuri, kalau pergi mencuri.. kamu saja yang pergi, aku tidak ikut" ucap Damse.
"tampaknya Xhin sudah trauma akibat di pukul" batin Mao Le.
"Bukan, kita akan pergi ke pulau Terkutuk, aku dengar ada sebuah goa misterius di sana, aku juga sudah membeli peta pulau tersebut" ucap Mao Le.
"Aku ikut yaa, tapi kapan kita berangkat" ucap Damse.
"Dua bulan dari sekarang, kita akan menyelinap kedalam kapal milik sakte Serigala malam" ucap Mao Le
__ADS_1
"aku harus segera meningkatkan kultivasi ku, tetapi aku harus mencari informasi tentang dunia ini" batin Damse
"Baiklah tapi pelatihan kamu masih berada di tingkatan pemula tiga, aku tingkat pemula dua, ayo sini ikut aku, kita akan membeli inti beast monster buat menaikan tingkat pelatihan kita" lanjutnya
"Tapi.. dari mana kita mendapatkan uang untuk membeli" ucap Damse.
"Kamu tenang saja, selama kamu tidak sadarkan diri, aku sudah mengumpulkan banyak uang, aku sudah mendapatkan sekotak coin Emas, kamu tahu isinya berapa?" Ucap Mao Le bertanya, akan tetapi Damse menggelengkan kepala mengisyaratkan bahwa dia tidak tahu.
"Isinya 20 koin Emas, siapa dulu dong, Mao Le!" ucap Mao Le menyombongkan diri.
"Parah ini orang, masa bangga jadi pencuri" batin Damse sambil menggelengkan kepala.
"Aku juga mempunyai cara cepat untuk mendapatkan uang dan sumberdaya" ucap Damse.
"Terus apa yang akan kita lakukan?" Mao Le bertanya.
"Kamu akan tahu nantinya" ucap Damse.
"Baiklah ayok kita pergi, tapi apakah kamu tahu tempat untuk membeli inti beast monster" ucap Damse
"Pagoda Lotus, tempat yang paling bagus untuk membeli inti beast monster, menurut orang-orang, tempat itu merupakan surga bagi para petarung" ucap Mao Le.
Nama yang author gunakan sekarang yaitu Xhin.
Mereka langsung beranjak pergi ke Pagoda Lotus untuk membeli inti beast monster.
Lama berjalan, mereka berdua pun tiba di pagoda Lotus, pagoda Lotus merupakan tempat penjualan Senjata, Pill, Kitab Jurus, Sumberdaya bagi para Kultivator tapi di daratan ini kultivator di sebut dengan Petarung.
"Kalian berdua tidak boleh masuk" ucap penjaga gerbang.
"Paman, kita cuman mau beli kok" ucap Xhin.
"Satu koin perak untuk masuk" ucap penjaga.
"Mau masuk aja mahal amat" ucap Mao Le memberikan satu koin perak dengan ekspresi wajah bersungut
Mereka berdua langsung memasuki Pagoda Lotus, setelah tiba di depan penjaga Pagoda, mereka lansung di bawa untuk melihat-lihat inti monster.
"Nyonya, inti beast monster yang ini berapa harganya" Xhin bertanya sembari menunjuk salah satu inti beast monster.
__ADS_1
"Inti beast monster yang ini milik beruang tutul, beruang tutul adalah beast monster tingkat 2, harganya 500 koin Perak dan juga jangan panggil aku nyonya, aku tidak se tua itu, panggil saja Nona" ucap penjaga pagoda tersebut.
"Maaf Nona" ucap Xhin
"Padahal sudah tua, berlagak kaya ABG saja" batin Xhin.
"Mao Le, beli saja yang itu" ucap Xhin.
"Ini Nona 10 coin Emas untuk 20 inti beast monster" Mao Le memberikan sekantong Emas.
Mao lansung menyimpan semua inti Beast monster kedalam cincin penyimpanan.
"Mao Le, beli aku satu cincin penyimpanan, aku kan tidak punya" ucap Xhin.
"Kamu tenang saja, liat nih" ucap Mao Le sambil mengeluarkan sebuah cincin penyimpanan dengan luas 20 meter.
"Makasih ya Mao Le" ucap Xhin.
"Ayo kita beli pedang dan juga kitab jurus" ucap Mao Le.
Mereka berdua langsung pergi ke ruangan berikutnya.
"Nona apakah di sini ada tempat untuk membuat Pill" Xhin bertanya.
"Di sini semuanya lengkap, tetapi siapa yang mau membuat Pill, kamu.. hahaha.. sampah seperti kamu bisa membuat Pill, jangan mimpi ya, kamu kira membuat Pill itu gampang hah.., tingkat pelatihan mu saja masih berada di tingkatan pemula tiga mau berlagak untuk membuat Pill" ucap penjaga pagoda tersebut.
"Xhin, kamu sudah gila yaa" ucap Mao Le bisik-bisik.
Maaf Nona, teman ku yang bodoh ini lagi sakit, jadi dia tidak mengerti apa-apa" ucap Mao Le.
"Ya sudahlah.. tidak apa-apa" ucap penjaga pagoda tersebut.
"Nona.. mau bertaruh?, jikalau aku bisa membuat Pill dengan khasiat 80% ke atas maka kamu harus memberikan sebuah tungku untuk ku dan juga diskon 90% untuk membeli sumberdaya dan jikalau aku tidak bisa membuat Pill atau Pill yang aku buat di bawah 80% maka Aku akan menjadi budak untuk mu, bagimana berani tidak?" Ucap Xhin.
"Hahaha... Baiklah" ucap penjaga pagoda tersebut.
"Bocah tampan ini cocok jadi pemuas ***** ku, kamu akan menyesal bocah" batin penjaga pagoda tersebut.
"Sini ikut aku" ucap penjaga pagoda tersebut.
Mereka bertiga langsung menuju ke lantai 5 tempat pembuatan Pill, setibanya di sana mereka melihat beberapa orang yang sedang membuat Pill.
Bersambung.
__ADS_1