
"Apaa!! Pulau misterius, ayo jalan" ucap Mao Le.
"Kami akan kembali dalam beberapa hari" ucap Xhin.
Xhin kemudian melapisi tubuh Mao Le dan Long Ju dengan energi spirit, Xhin kemudian terbang menuju ke pulau misterius.
"Hati-hati suamiku!!" teriak Lou Rin.
Xhin, Mao Le dan Long Ju melesat dengan sangat cepat, di sepanjang jalan Mao Le terus menerus mengagumi Xhin karena dia sudah bisa terbang, begitu juga dengan Long Ju.
"Makanya kalian berdua harus latihan dengan giat agar kamu bisa sampai ke tingkat Extreme" ucap Xhin.
Seharian mereka bertiga terbang, kini mereka berdua telah sampai di depan formasi pelindung Ras Elf Hijau.
Xhin kemudian turun dan berjalan mendekati formasi pelindung tersebut, Xhin dan Mao mengeluarkan lencana yang diberikan Ratu Nuwa delapan tahun yang lalu untuk membuka pintu masuk.
Setelah melewati formasi pelindung, mereka berdua disambut dengan puluhan ras elf yang menghalangi mereka dengan pedang dan panah.
"Manusia, bagimana kalian berdua bisa memasuki formasi pelindung kami" teriak salah seorang perempuan Elf.
"Apakah kalian sudah melupakan kami, aku Xhin dan ini Mao Le dan juga Long Ju saudaraku kam-"
"Maaf tuan Xhin, kami terlambat mengenali kedua pangeran kami" ucap mereka semua serempak.
"Apa pangeran!" Batin Mao Le.
"Kakak Xhin, kenapa kalian berdua di sebut pangeran" ucap Long Ju.
"Nanti juga kamu akan mengetahuinya" ucap Xhin.
"Kami akan mengantar pangeran ke istana" ucap perempuan tersebut.
"Tunggu sebentar, kenapa kalian memanggil kami dengan pangeran" ucap Mao Le bertanya.
"Karena tuan Mao Le dan tuan Xhin adalah suami dari kedua Putri kerajaan Elf Hijau" Jawab perempuan elf tersebut.
"Apa Suami! Mati aku kalau Wu Jie mengetahuinya" batin Mao Le.
"Apaa! Sejak kapan kakak Xhin dan kakak Mao Le menikah dengan Ras Elf" batin Long Ju.
"Aku saja baru menikah kemarin dan sekarang aku di bilang suami putri Zhu Lian" batin Xhin.
Mereka bertiga kemudian dibawa ke istana kerajaan, dalam perjalanan mereka semua sangat mengagumi Xhin.
"Tuan Xhin sangatlah tampan" ucap seorang anak perempuan ras elf.
__ADS_1
"Yae, kamu akan dihukum oleh putri Lian kalau kamu sampai ketahuan menggoda tuan Xhin" ucap teman lelakinya.
Mereka adalah anak-anak ras elf yang masih kecil sewaktu Xhin membantu kerajaan Elf Hijau berperang, mereka hanya mendengar cerita dari guru atau pelatih di Sakte yang berada di kerajaan Elf Hijau.
Cerita Xhin terus memotivasi Mereka untuk berlatih menjadi kuat, tetapi sekarang mereka bisa melihat wajah Xhin secara langsung.
***
di sisi lain
Zhu Lian dan Zhu Lien merasa sangat familiar dengan aura yang sedang mendekati istana kerajaan, Zhu Lian sedang melatih anaknya begitu juga dengan Zhu Lien.
"Kakak, ada manusia yang menyelinap masuk ke sini, tetapi aura ini terasa begitu familiar bagiku" ucap Zhu Lien.
"Aku juga merasakannya, ayo kita cari tahu" ucap Zhu Lian lalu melesat pergi.
dari kejauhan, Zhu Lian melihat rombongan yang menuju istana kerajaan.
"Itu Mao Le dan apakah itu adalah Xhin, tapi rambutnya berbeda dan juga wajahnya sedikit berubah dan juga siapa pria yang satunya" batin Zhu Lian saat melihat Xhin yang sedang berjalan mendekat.
"Mao Le!!" Teriak Zhu Lien yang baru datang.
Seketika pandangan mereka semua menatap sumber suara tersebut, terutama Mao Le.
"Lien" ucap Mao Le lalu melesat ke arah Zhu Lien begitu juga dengan Zhu Lien.
"Kalian kembali saja" ucap Xhin kepada pasukan Elf Hijau yang menemani mereka.
"Baik tuan" ucap mereka semua serempak.
"Zhu Lian, aku minta maaf, aku tidak bisa menjaga Xhin sehingga dia-" ucap Mao Le yang mulai memainkan perannya.
"Mao Le Xhin kenapa!! lalu kedua pemuda itu siapa" ucap Zhu Lian dengan suara sedikit bergetar.
"Itu adalah adiknya Xhin, Xhin telah meninggal di tangan beast monster Hydra di telaga Hitam dan dia adalah Long Ju saudara ketiga aku dan Xhin" ucap Mao Le.
Seketika air mata Zhu Lian mengalir keluar, Zhu Lian kini terduduk sambil menangis.
"Apakah kamu kakak Lian, aku adalah adiknya Xhin" ucap Xhin.
"Kakak tenanglah, aku juga merasa sangat sedih, aku sudah lama mencari kakak Xhin, tapi setelah mengetahuinya aku sangat terpukul" ucap Xhin.
Long Ju hanya terdiam sambil melihat Xhin dan Mao Le, dia juga sangat terkagetkkan dengan Zhu Lian dan Zhu Lien.
"Kalian masuklah, aku butuh waktu untuk sendiri" ucap Zhu Lian yang ingin pergi.
__ADS_1
"Apakah kamu tidak bisa mengenaliku, Zhu Lian!" ucap Xhin.
Mendengar itu seketika langkah kaki Zhu Lian terhenti.
"Apakah kamu tidak ingat saat pertama kali kita melakukannya, dulu kamu begitu manja" ucap Xhin.
"Apa kamu Xhin, lalu yang dibilang Mao Le" ucap Zhu Lian.
"Entahlah, hanya orang yang mencintaiku yang mengetahuinya" ucap Xhin.
"Ibu, siapa orang ini, kenapa bentuk telinganya berbeda dengan kita" ucap seorang anak kecil yang muncul di belakang Zhu Lian.
"Apa! Ibu..." Ucap Xhin sambil menatap Zhu Lian.
"Ini anakku dengan pria brengs*k yang hanya bisa menghamili aku dan pergi mati begitu saja" ucap Zhu Lian sambil memeluk anaknya.
"Pfuutt.. aku baru pernah mendengar ada orang yang bisa menghujat kakak Xhin" batin Long Ju
"Nak, siapa nama ayahmu" Xhin bertanya.
"Kata ibu, ayahku seorang ras manusia, dia sangat kuat paman, namanya Xhin paman pasti akan kalah saat bertarung dengan ayahku, ayahku memiliki sebuah tombak yang sangat kuat dan juga memiliki sebuah busur tidak tertandingi" ucap anaknya Xhin.
"Pffuuut... Nak, ayahmu itu sangat lemah, apakah dia memiliki ini" ucap Xhin mengeluarkan tombak Hyperion Fury dan busur Velrion.
"Pria brengs"k, apakah kamu sudah melupakan ku" ucap Zhu Lian yang langsung memeluk Xhin sambil mencium bibir Xhin.
"Hehehe.. kamu yang sudah melupakanku, tadi saja kamu tidak bisa mengenaliku" ucap Xhin.
"Xiao Zhu, ini ayahmu nak" ucap Zhu Lian.
"Namanya Xiao Zhu, kenapa anakku bermarga Xiao" ucap Xhin bertanya.
"Dulu kata Mao Le, kamu memiliki marga dan dia memanggilmu dengan Xiao Xhin" ucap Zhu Lian.
"Jadi kakak Xhin bermarga Xiao, apakah kakak dari benua Hijau" ucap Long Ju
"Entahlah.. aku juga tidak mengetahui aku dari keluarga mana" ucap Xhin.
"Ayo kita pergi dari sini" ucap Mao Le yang sedari tadi menonton drama yang dilakukan Xhin.
"Aku juga ada hadiah untukmu" ucap Zhu Lien.
"Apa hadiahnya?" Mao Le bertanya.
"Nanti juga kamu akan merasa senang" ucap Zhu Lien yang berjalan meninggalkan mereka.
__ADS_1
...REVISI...