Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Sekte Pedang Api


__ADS_3

"Senior... Sekte Pedang Api berada di gunung Pedang, jarak dari ibukota kerajaan ke Sekte cukup jauh jadi kita harus ke tempat formasi Transisi terlebih dahulu, untuk pergi ke Sekte Pedang Api dan biaya-biaya untuk menggunakan formasi Transisi yaitu satu orang 10 batu roh kualitas menengah" jelas ketua kelompok itu sambil meneruskan langkah kakinya.


"Kalian jalan saja biar aku yang bayar buat kalian semua" ucap Xhin.


"Tidak usah senior, biarkan junior yang mengurusinya" ketua kelompok itu tidak berani membiarkan Xhin yang membayarnya, walaupun Xhin sendiri yang berkata kalau dia yang akan bayar buat mereka, tapi mereka tetap bersikukuh untuk tidak merepotkan Xhin.


Setibanya di tempat formasi Transisi, Xhin dapat melihat para murid Sekte yang menggunakan seragam Sekte Pedang Api, masing-masing dari mereka membayar ongkos untuk menggunakan formasi transisi.


setelah mereka menunggu selama beberapa saat tapi formasi transisi juga belum aktifkan Xhin kini kembali bertanya kepada salah satu murid, tetapi murid tersebut memohon untuk Xhin dapat menunggu sebentar lagi, Xhin semakin kesal karena sudah lama menunggu tetapi mereka masih belum juga mengaktifkan formasi transisi.


"Kenapa dari tadi mereka tidak mengaktifkan formasi transisi?" Xhin bertanya ke salah satu orang dari kelompok murid Sekte Pedang Api yang bersama Xhin.


"Karena senior baru di sini jadi akan saya jelaskan, formasi transisi di sini bukan lingkaran formasi transisi seperti pada umumnya, formasi transisi di sini berbentuk seperti tirai atau pintu besar dan untuk penggunaannya memakan banyak sekali baru roh kualitas menengah jadi jumlah orang yang akan menggunakan formasi transisi masih belum mencukupi target" jelas Murid Sekte Pedang Api yang berada dengan Xhin.


"Kenapa tidak bilang dari tadi, ayok kita pergi, kamu panggil yang lainnya dan biarkan aku yang mengurus sisanya" balas Xhin tanpa menoleh.


Xhin bejalan ke arah penjaga formasi transisi, setibanya di sana Xhin lansung mengeluarkan satu baru roh kualitas tinggi.


"Aku sedang terburu-buru jadi aku akan membayar satu batu roh kualitas tinggi untuk mencapai target pendapatan kalian dalam penyebrangan kali ini" ucap Xhin kepada penjaga formasi transisi.


"Baiklah, aku akan mengaktifkan formasi transisi sekarang" ucap penjaga formasi transisi.

__ADS_1


Setelah formasi transisi diaktifkan, para murid Sekte Pedang Api yang lain lansung bergegas memasuki formasi transisi, murid-murid sekte Pedang Api yang bersama Xhin juga lansung berkumpul di depan tirai formasi transisi yang telah aktif.


Setelah memasuki tirai formasi transisi, mereka semua lansung muncul di depan gerbang Sekte Pedang Api.


"Senior, kita telah sampai di Sekte Pedang Api" ucap ketua kelompok.


"Gunung ini terlihat seperti bilah pedang, yang mana terlihat seperti pedang raksasa yang mana gagang pedang itu tertanam di dalam tanah menyisakan bilah pedang di luar, Qi dewa di sini juga cukup padat" Xhin melangkah memasuki gerbang Sekte Pedang Api mengikuti murid-murid yang membawanya.


Karena Xhin datang bersama para murid Sekte Pedang Api jadi mereka bisa masuk dengan cepat tanpa di periksa lagi oleh murid yang bertugas untuk menjaga gerbang.


Saat berjalan di dalam sekte Pedang Api, Xhin terus mengamati setiap bangunan Sekte Pedang Api, Xhin juga mengamati tingkat kultivasi murid Sekte Pedang Api.


Ranah tertinggi yang Xhin lihat dari tadi hanyalah Dewa Alam karena Xhin masih berada di area murid bagian luar, sedangkan para tetua Sekte bagian luar Xhin hanya melihat beberapa orang yang berada di tingkat Kaisar Dewa menengah.


Xhin terus di berjalan mengikuti beberapa murid yang memimpin jalan, saat mereka hendak menaiki tangga untuk memasuki area bagian, mereka di cegat oleh tetua yang menjaga tangga naik ke area murid bagian dalam.


"Apakah kalian lupa akan peraturan sekte? Kalian ingin menerobos ke area murid bagian dalam saat kalian masih menjadi murid bagian luar...!! kembalilah saat kalian telah lulus ujian murid bagian dalam dan kamu!... Wajah mu sangat asing di sekte ini?" ucap tetua Sekte yang sedang duduk dengan seguci arak di bawah pohon dekat tangga naik.


"Senior, inilah hambatan yang aku pikirkan dari tadi" bisik ketua kelompok dari kudir yang membawa masuk Xhin.


"Senior, aku memang bukan murid dari Sekte Pedang Api, tapi Master Sekte Sekte Pedang Api dan Huo Zinsi akan tau seberapa pentingnya aku" ucap Xhin menelan sebutir pil untuk mengembalikan wujudnya seperti semula.

__ADS_1


"Namaku Xhin, apakah senior bisa membiarkanku lewat?" Ucap Xhin setelah wajahnya telah kembali seperti semula.


"Mata mu sangat menyeramkan anak muda, apakah ini wajah aslimu?" Tetua Sekte itu sedang mengingat wajah Xhin yang seperti tidak asing di ingatannya.


"Benar ini wajah asliku, apakah sekarang aku boleh lewat?" Balas Xhin.


"Apa hanya karena wajahmu tampan sehingga kamu begitu percaya diri? Aku pria normal yang tidak akan tertarik dengan wajah cantikmu itu, pergilah..." balas tetua tersebut dengan gerakan tangan seolah-olah mengusir Xhin pergi.


"Ckck... Jangan karena seorang pemabuk seperti mu terus satu sekte di hancurkan? Aku berbaik hati ingin membuat aliansi bersama kalian, tapi kalau aku tidak di izinkan masuk maka saat aku melangkah meninggalkan sekte ini dan saat itu juga sekte ini di hancurkan!!" Ucap Xhin dengan santai.


"Hahah... Banci cantik sepertimu ingin menghancurkan Sekte Pedang Api? Bahkan dewa api sendiri saja sulit untuk menaklukkan kami!" Balas tetua itu seakan tidak peduli pada Xhin tapi dia dengan jelas memancarkan niat membunuh kepada Xhin.


"Senior... Tetua Kuangmo telah marah, walaupun tetua Kuangmo terlihat seperti pemabuk dengan pakaian kumuh seperti pengemis tapi dia itu tetua terhebat dari semua tetua murid bagian luar, bahkan tetua bagian dalam sekalipun tidak berani mencari masalah dengannya" ketua kelompok murid tadi berbisik-bisik kepada Xhin.


"Hahah... Apa kamu hanya membunuh ratusan ayam hutan sampai-sampai niat membunuh milikmu sangat lemah?" Jawab Xhin yang terlihat tidak terpengaruh sama sekali dengan niat membunuh yang di arahkan kepadanya.


"Kalian semua kembalilah, dan kamu terus Ikuti aku, kamu berjalan saja tidak usah menghiraukan siapapun" ucap Xhin menarik tangan ketua kelompok murid yang menuntunnya.


"Apa kamu ingin mati? Kamu jangan lupa hukuman bagi penghianat yang melanggar aturan sekte adalah eksekusi di tempat loh" ucap tetua itu lalu kembali meneguk guci arak milik di tangannya.


Xhin menaiki tangga sambil sambil sesekali mendorong tubuh murid yang bersamanya itu, murid itu takut untuk menolak setelah dia melihat wajah asli milik Xhin, tapi dia juga sangat takut bila melanggar peraturan Sekte.

__ADS_1


"Matilah aku kali ini, Maju salah mundur pun salah" batin murid tersebut.


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2