
"Iyalah Damse yang ganteng.. aku hanya ingin sebuah kepastian dari bibir mulut mesum mu itu.. yang telah merenggut ciuman pertamaku" ucap Fanny dengan nada kesal
"Baiklah pertama-tama, Fanny Xu yang cantik, maukah kamu menjadi pacarku" ucap Damse
"Iya Dam aku mau, Sangat mau, tetapi kapan kita tunangan, apakah lansung menikah saja setelah kita berhasil menyelamatkan kedua orang tua ku." ucap Fanny.
"ok kita akan menikah setelah selesaikan misi kita" ucap Damse.
"satu lagi, Dam kamu harus jujur yaa jangan berbohong" ucap Fanny.
"apapun itu aku akan menjawabnya dengan sangat jujur" ucap Damse.
"Dam apakah kamu memiliki kekasih yang lain selain aku dan jikalau ada saya minta kamu memilih antara aku atau dia" ucap Fanny menggenggam tangan Damse.
"tidak ada Fan, kamu adalah pacarku yang pertama dan yang terakhir, sumpah Demi dengan darah ku!!" ucap Damse
"Terima kasih Dam untuk segal-" Fanny yang belum selesai berbicara bibirnya langsung di lum*t oleh Damse.
Fanny mulai melakukan perlawanan dengan membalas Lum*tan Damse, keduanya begitu menikmati setiap hisapan, keduanya berhenti sejenak untuk mengambil nafas dan di saat mulut mereka berdua terlepas, terciptalah jembatan air liur.
Tangan Damse tidak tinggal diam dan mulai memainkan kedua bukit indah milik Fanny, Damse kemudian mencium leher dan telinga Fanny.
stt ahh!!
Fanny mulai mendesah pelan...
"Fanny hanya ini yang bisa aku berikan padamu sisanya setelah kita berdua menikah" ucap Damse llu kembali melu*** bibirnya Fanny.
Hampir 1 jam mereka berdua bercumbu, Damse kembali membantu Fanny untuk memakai pakaiannya.
Keduanya tidur berpelukan hingga fajar menyingsing, keduanya terbangun saat mendengar keributan yang terjadi tidak jauh dari mereka.
Damse kemudian keluar dan mendapati Jack sedang melihat ke arah keributan yang terjadi.
"Jack orang-orang itu sedang apa sih, kenapa mereka sangat ribut" Damse bertanya.
__ADS_1
"Kayaknya sih.. mereka sedang berusaha memasuki portal tersebut" ucap Jack
Damse kembali masuk ke dalam tenda untuk membangunkan Fanny.
"Fan.. Fan.. sayang ayok bangun kita sarapan" Damse membangunkan Fanny dengan menggoyang-goyangkan tubuh Fanny.
Fanny terbangun dan mengangkat tangannya mengisyaratkan Damse untuk membantunya berdiri, Damse menarik tangan Fanny membantunya berdiri.
Fanny merapikan pakaiannya kemudian Mereka berdua keluar dari tenda tersebut, Fanny mulai menyeduh teh untuk mereka bertiga sarapan, Damse Membeli beberapa daging bakar di shop sistem, mereka pun mulai sarapan pagi sebelum memasuki Portal Hollow tersebut.
Hampir satu jam mereka bertiga di tambah Fury sarapan, Damse yang tadinya hanya membeli sedikit daging panggang, kini kembali membeli lagi daging panggang yang sangat banyak karena Fury makan begitu banyak.
"Terima kasih tuan karena telah memberikan saya makanan yang begitu enak" ucap Fury yang sedang makan.
Setelah selesai sarapan pagi Fury kembali mengecil dan masuk kedalam kantong jubah milik Damse.
Mereka kemudian berjalan kearah antrian orang-orang yang hendak memasuki portal.
Hampir 30 menit menunggu akhirnya mereka bertiga sudah memasuki portal tersebut, ketika di dalam dimensi portal mereka bertiga terkejut melihat banyak sekali potongan tubuh berserakan di atas tanah.
Traangg~~~
Makhluk yang melancarkan serangan tersebut berbentuk manusia yang memiliki tubuh setengah kuda yang tak lain adalah centaur.
Centaur tersebut Kembali melesat kearah Fanny tetapi sebelum pedangnya menyentuh tubuh Fanny Damse telah muncul di depan centaur tersebut dan menendang tepat di perut centaur itu sehingga membuat centaur itu terpental menabrak pepohonan sehingga menghancurkan pepohonan yang sejajar dengan arah terpentalnya centaur tersebut.
"Sayang fokus jangan sampai lengah" ucap Damse.
Jack terbengong melihat kecepatan pergerakan Damse yang bahkan dirinya hanya bisa melihat dalam bentuk bayangan melesat.
"Keluarlah kalian semua dan lindungi adik dan pacarku" ucap Damse.
Tiba-tiba 300 Boneka setan berbentuk manusia dan bayangan hitam dengan jumlah hampir mencapai 45 juta muncul dalam keadaan berlutut mengelilingi mereka bertiga.
Jack sampai tidak habis pikir tentang kehebatan Damse, karena begitu banyak pasukannya yang muncul sehingga membuat Jack terkagum-kagum.
__ADS_1
"Hormat kami yang mulia" teriak para bayangan dan boneka setan.
"Berdirinya kalian semua... Fury keluarlah.. tugas kamu tetap mengawal Fanny" ucap Damse.
Fury keluar Dari kantong jubah milik Damse dan berubah ke ukurannya yang sebenarnya.
"Kalian semua berpencar lah.. bantai sebisa mungkin dan jangan lupa mencari letak kerajaan di dimensi ini, para boneka setan tugas kalian membantu Fury melindungi Fanny dan Damse" Damse memerintah para bawahannya.
Damse sekarang sedang mematikan notifikasi sistem dan hanya mengetahui ketika Damse membuka sistem secara manual.
Para Bayangan milik Damse yang berpencar telah membantai para monster yang mereka temui, monster yang dibantai berada di Ranah Holly Tyran tahap awal.
*****
Disisi lain Ling Tian dan para pasukannya telah terlebih dahulu berjalan ketengah hutan mencari artefak dan sumberdaya.
Ling Tian yang berada di Ranah Holly Tyran puncak membantai habis monster yang mereka temui, mereka terus berjalan dan menemukan sebuah goa di sebelah barat dimensi portal.
Ling Tian yang merasakan keberadaan monster yang sangat kuat, tetapi dia tidak menghiraukan keberadaan monster tersebut, mereka berjalan dengan penerangan dari kristal yang mengeluarkan cahaya.
Jauh didalam goa.. salah satu anak buah yang merupakan tangan kanan Ling Tian bernama Dre Shu melihat sebuah cahaya ungu kemarahan, cahaya tersebut seukuran bola golf sedang melayang di tengah sebuah ruangan gelap.
"Tuan muda apa itu.." Dre Shu menunjuk kearah cahaya tersebut.
"Jangan kamu tanya, aku juga tidak tahu itu apa" ucap Ling Tian yang panik, karena Ling Tian merasakan aura keberadaan monster tersebut lebih pekat di dalam ruangan tersebut.
Ketika dua anak buah Ling tian hendak mengambil cahaya tersebut.
Bamm!!
Tubuh kedua anak buah Ling Tian terhempas menabrak dinding goa Dangan keras, mereka semua melihat kearah suara benturan tersebut dan hanya melihat adanya mata seekor monster yang telah terbuka dengan cahaya biru, cahaya tersebut berupa kilatan petir yang mulai memanjang dari mata sampai ke ekor.
Blaarrrl!!!
Naga petir menyerang kelompok Ling Tian dengan semburan petir, serangan tersebut menembus tubuh ke lima anak buah Ling Tian, terlihat anak buah Ling Tian yang terkena serangan petir tersebut menjadi kering dengan mengeluarkan asap dan menjadi abu.
__ADS_1
Ling Tian melesat kearah cahaya petir yang sedang melayang untuk mengambilnya, akan tetapi naga petir menghantam dada Ling Tian dengan ekornya sehingga membuat Ling Tian terpental menembus dinding goa dan terlempar kearah pepohonan di luar goa.
Bersambung~~~