
Xhin lansung melakukan segel tangan.
"Array pelindung"
Seketika tercipta sebuah Array pelindung yang meredam ledakan besar tersebut, semua orang yang melihatnya sangat terkagum-kagum dengan kehebatan Xhin.
"Xhin!" Teriak Mao Le.
"Tuan Mao Le" ucap Hio Yang sambil menundukkan kepalanya.
"Tidak usah sehormat itu tuan Hio Yang" ucap Xhin.
"Xhin, aku sudah selesai mengurus masalahku, bagimana dengan kamu" ucap Mao Le bertanya padahal dia sudah mengetahuinya.
"Yah.. sangat baik, semuanya berjalan tidak sesuai dengan apa yang aku rencanakan" ucap Xhin dengan wajah datar.
"Zhu Lian pasti akan mengerti, ayok kita kembali ke istana" ucap Mao Le.
"Tunggu sebentar, aku ingin memberinya pelajaran, kamu kembalilah duluan jikalau dia menanyaiku, katakanlah aku sudah memutuskan pergi dan tidak akan kembali kesini lagi" ucap Xhin.
"Baiklah saudaraku" ucap Mao Le kemudian pergi.
"Jendral Hio Yang, ayo kita pergi minum arak, aku yang mentraktirmu" ucap Xhin.
"Suatu kehormatan bagiku bisa menemani tuan Xhin" ucap Hio Yang.
"Kita ini adalah teman, tidak usah sehormat itu" ucap Xhin.
Mereka berdua langsung menuju ke salah satu kedai yang berada di dekat situ, mereka Xhin memesan arak dan makanan terbaik.
Saat Xhin memasuki kedai tersebut, tidak ada seorang pun yang masuk juga ke tempat tersebut.
Mereka sangat menghormati Xhin dan mereka juga tidak ingin mengganggu Xhin saat makan.
Hari kini telah menjelang malam, Hio Yang sudah mabuk dan tidak sadarkan diri, sedangkan Xhin masih bisa berjalan meski dengan keadaan sangat mabuk.
Arak yang mereka minum adalah arak terbaik yang berada di kerajaan Elf, arak tersebut memiliki kandungan alkohol sangat tinggi sehingga petarung manapun akan tumbang jika terlalu banyak meminumnya.
Xhin meminta bantuan pelayanan kedai untuk mengantarkan Hio Yang ke penginapan, Xhin kemudian berjalan menuju ke istana kerajaan dalam keadaan mabuk berat.
***
Ratu Nuwa sedang menjelaskan kepada Zhu Lian, seorang petarung hebat berhak jika dia ingin memilik Istri lebih dari satu.
Zhu Lian kini tampak menyesal dengan sikapnya kepada Xhin tadi siang, dia sekarang merasa begitu kehilangan.
Ditambah dengan perkataan Mao Le dan Long Ju, kini dia semakin menyesal, dia mengira Xhin sudah pergi dan tidak akan kembali kepadanya.
__ADS_1
***
Xhin kini telah sampai di Gazebo taman belakang istana, dia lansung ambruk ke tanah.
Setelah mereka selesai makan malam, Long Ju lansung berjalan ke gazebo.
"Siapa ini, kenapa dia tertidur di sini?" ucap Long Ju.
Long Ju kini berjalan mendekati Xhin, setelah lebih dekat Long Ju akhirnya mengetahui jika itu adalah Xhin.
"Kakak Xhin tampaknya mabuk berat, aku baru pernah melihatnya semabuk ini" ucap Long Ju.
Long Ju kemudian memanggil Mao Le untuk membantunya mengangkat Xhin.
Saat mereka berdua sedang mengangkat Xhin, tiba-tiba Zhu Lian muncul.
"Mao Le, Long Ju apa yang terjadi dengan Xhin" Zhu Lian bertanya.
"Xhin mabuk sampai tidak sadarkan diri, aku akan mengantarnya ke kamar yang sudah disiapkan" ucap Mao Le.
"Tidak usah, bawa saja ke kamarku" ucap Zhu Lian.
"Aku tidak berani, aku taku Xhin akan memukulku, tadi katanya dia ingin belajar melupakanmu jadi aku tidak berani" ucap Mao Le sambil tertawa dalam hati.
"Ba- baiklah, jikalau itu maunya" ucap Zhu Lian lalu pergi dengan menitikkan air mata.
Zhu Lian kini sangat sedih, dia terus menangis di dalam kamarnya, sedangkan Xiao Zhu telah tertidur.
Zhu Lian kini memberanikan dirinya untuk pergi ke kamar Xhin.
Setibanya di sana terlihat Xhin yang sedang tertidur pulas, Zhu Lian lansung mengunci pintu setelah masuk ke kamar Xhin.
Zhu Lian lansung merebahkan tubuhnya di samping Xhin kemudian tidur memeluknya.
Xhin kemudian terbangun di pagi hari dia melihat Zhu Lian yang sedang tidur memeluknya.
"Tampaknya hatimu tidak sesuai dengan kata-katamu" batin Xhin.
Xhin kemudian membangunkan Zhu Lian.
"Hai tuan putri Lian, bangun kenapa kamu tidur memeluk pria breng**k" ucap Xhin.
Zhu Lian kini terbangun, dia melihat Xhin yang sedang berdiri.
"Xhin, Kam-"
"Tuan putri Zhu Lian, apa yang kamu lakukan disini, bukannya kamu tidak ingin melihatku, aku akan melupakanmu, siang ini aku akan pergi dari sini" ucap Xhin.
__ADS_1
Zhu Lian yang mendengar perkataan Xhin seketika lansung bangun memeluk Xhin.
"Aku mohon jangan pergi Xhin, aku minta maaf karena kemarin telah mengataimu, kemarin aku terlanjur terbawa emosi" ucap Zhu Lian.
"Tidak, kemarin kata-katamu begitu tulus, kamu tidak ingin aku memelukmu" ucap Xhin melepaskan pelukan Zhu Lian lalu berjalan kearah pintu.
"Setelah kamu berjalan melewati pintu itu, pedang ini akan menancap di jantungku" ucap Zhu Lian yang sudah memegang pedangnya.
Xhin lansung membuka pintu kamar dan berjalan keluar, Zhu Lian yang melihat hal tersebut seketika air mata kembali keluar.
"Aku mencintaimu Xhin, akan selalu mencintaimu" ucap Zhu Lian sambil mengerahkan pedang menusuk tubuhnya.
setelah pedang ingin menyentuh dada Zhu Lian, Xhin tanpa sengaja menggunakan hukum waktu sehingga dia menghentikan waktu.
"Berkata ini penguasaan Hukum waktu ku telah mencapai puncak" ucap Xhin.
Xhin kemudian berjalan kearah Zhu Lian, Xhin kemudian melepaskan pedang yang berada di tangan Zhu Lian lalu memeluknya.
Clatak...
Xhin kemudian menjentikkan jarinya untuk menghilangkan hukum waktu.
Seketika Zhu Lian terkejut saat Xhin sudah memeluknya dan pedangnya tidak lagi berada di tangannya
"Aku juga mencintaimu, kamu jangan pernah berbuat seperti itu lagi" ucap Xhin.
"Hiki... Hiks.. Xhin, aku akan selalu mencintaimu, kamu bebas untuk memiliki istri lebih, tetapi aku ingin bertemu dengan istrimu yang pertama" ucap Zhu Lian.
"Itu masalah gampang, kedatanganku ke sini untuk membawamu pergi" ucap Xhin.
"Besok kita akan pergi menuju kediaman Ras manusia" lanjutnya.
Mereka berdua langsung keluar dari kamar dan menuju ke ruangan makan untuk sarapan.
Setelah sampai di ruangan makan, mereka disambut oleh Ratu Nuwa, Long Ju, Mao Le, Zhu Lien, Xiao Zhu dan Mao Zhu.
Mereka langsung melakukan sarapan bersama, setelah selesai sarapan Xhin kemudian membawa Zhu Lian dan anaknya untuk jalan-jalan di dalam hutan pulau misterius.
Lama mencari beast monster, kini mereka menemukan seekor beast monster macan tutul hitam yang sedang tertidur.
"Zhu'er, apakah kamu melihat Beast monster itu" Xhin bertanya kepada anaknya.
"Aku melihatnya ayah" ucap Xiao Zhu.
"Apakah kamu ingin memeliharanya, kalau kamu mau, ayah akan menjinakkannya" ucap Xhin.
"Iya ayah, aku mau memeliharanya" ucap Xiao Zhu.
__ADS_1
"Kamu dan ibumu Tunggu di sini yah" ucap Xhin lalu menghilang dari pandangan mereka berdua.