
Mereka berdua bertarung hampir tiga jam, Xhin terus mengulur waktu karena matahari belum sampai pada puncaknya, akan tetapi saat Xhin terus menghindari setiap serangan Dao He, mata Xhin tiba-tiba tertuju pada Jendral Shao yang baru saja datang dan berdiri di samping Xiang Yu.
"Ok" jendral Shao membentuk isyarat jari untuk Xhin.
SSSWWWHHHHUUUSSS!!!
Di tengah hujan serangan dari Dao He, Xhin mengebaskan tangannya seketika muncul angin kencang menghancurkan seluruh tombak air milik Dao He yang berada di udara, Dao He yang terus melakukan gerakan menyerang Xhin seketika lansung terlempar dua tombak ke belakang.
Uhuuk... Uhuuk...
Dao memuntahkan darah segar saat serangannya di patahkan tiba-tiba oleh Xhin, seisi Colloseum menjadi hening dan di gantikan oleh sorakan dari kubuh Xiang Yu.
"Tingkat Heavenly Immortal Puncak!! tidak salah lagi ini aura Heavenly Immortal puncak" ucap Jendral Ao Ang.
"Array Pelindung Dewa aktif"
Seketika muncul sebuah array raksasa yang menyelimuti Colloseum, bagian luar Colloseum yang terdapat pasukan pembelot juga di tutupi oleh array pelindung dewa tersebut.
Semua prajurit terkejut dengan kemunculan Array pelindung dewa yang tiba-tiba menyelimuti seisi Colloseum, mereka semua mengalirkan kesadaran mereka untuk melihat keluar Array tetapi kesadaran spiritual mereka pun tidak dapat menembus Array itu,
Saat semua mata kembali tertuju ke arena bertarung, mereka melihat Xhin telah mencekik leher Dao He, di tangan kanannya terdapat sebuah pedang yang mengeluarkan Aura kematian yang sangat pekat.
"Lepaskan anakku atau kamu akan menyesal!!" Teriak jendral Dao Sing.
"Hah? Aku kurang dengar suara mu, coba teriak lebih kencang" ucap Xhin mempermainkan Jendral Dao Sing.
"Lepaskan anakku keparat!!"
Sclookkk!!!
Uhuuk... Uhuuk..
Pedang Rebellion lansung menembus perut Dao He yang membuatnya memuntahkan darah segar dari mulutnya. Saat pedang Rebellion menyerap kultivasi Dao He, tangan kanan Xhin melepaskan gagang pedang Rebellion, tangan kanannya itu seketika berubah menjadi pedang tajam.
Slaaash!!
Slaaash!!
Arrhhkkk!!!
Kedua tangan Dao He lansung terputus di tebas oleh Xhin yang menggunakan tubuh pedang.
Swuusshh!!
Angin berhembus kencang saat Jendral Dao Sing memasuki perubahan wujud dewa, mirip seperti Dao He, Jendral Dao Sing memiliki perubahan wujud dewa yang serupa dengan anaknya.
__ADS_1
"Jendral Ao Ang, Jendral Jang Gang, kerahkan seluruh pasukan kita musnahkan mereka" Jendral Dao Sing memberi perintah.
"SEMUANYA BERSIAP DAN SERANG!!!" teriak Jendral Jang Gang dan di ikuti oleh seluruh prajurit pembelot yang lansung masuk ke perubahan wujud dewa.
"Hahah... Kalian semua sangat naif, apakah kalian lebih memilih mati karena Dao Sing? Aku berikan kesempatan untuk kalian, jika kalian berjanji hanya duduk diam maka aku ampuni, jika kalian bergerak dari tempat kalian maka aku tidak akan segan-segan untuk membelah tubuh kalian!" Ucap Xhin saat melihat semua orang yang berada di kubuh Jendral Dao Sing telah bersiap untuk menyerang.
Ucapan Xhin itu membuat keraguan di hati para pasukan pembelot, satu persatu dari mereka mulai duduk dan menghilangkan perubahan wujud dewa.
Mereka yang duduk sebenarnya di paksa oleh ketiga jendral pembelot, mereka juga berpikir tidak ada gunanya melawan karena hanya akan membawa kematian kepada mereka.
"Dasar pecundang!! Cepat kalian berdiri atau mati!!" Ancam Jendral Ao Ang.
Para pasukan mulai ragu, jika mereka duduk mereka akan di bunuh oleh ketiga Jendral, tetapi jika mereka berdiri mereka juga akan mati oleh Xhin.
"Keparat!! Berd-"
"Tebasan ruangan"
Slassh!!!
Kepala Jendral Ao Ang lansung bergelinding di atas tanah sebelum menyelesaikan ucapannya, para pasukan yang melihat Jendral Ao Ang mati dengan mudah kini menjadi tidak percaya diri, rata-rata tingkat kultivasi mereka hanya berada di tingkat Dewa Putih, sedangkan Jendral Ao Ang yang berada di puncak Kaisar Dewa mati dengan sangat mudah dalam sekali kedipan mata.
"Aku ucapkan sekali lagi, jika ada yang ingin hidup! Jangan berdiri dari kursi penonton!!" ucap Xhin sambil mengeluarkan aura kematian ke arah pasukan yang telah bersiap di kursi penonton.
Xhin menatap kepala Jendral Ao Ang yang tadinya telah bergelinding di atas tanah, kini telah menghilang, saat dia menatap ke arah mayat Jendral Ao Ang, Xhin terkejut melihat Jendral Ao Ang kembali bangkit dengan kepalanya telah tersambung kembali.
"Untungnya aku memiliki jimat 1X nyawa tambahan yang aku dapatkan di reruntuhan kuno, kalau tidak mungkin aku tidak dapat bangkit kembali" ucap Jendral Ao Ang membuat Jendral Dao Sing dan Jendral Jang Gang tercengang.
"Kamu sangat beruntung Jendral Ang, aku tidak menyangka kamu memiliki artefak sangat berharga seperti itu, tapi apa kamu masih memiliki kelebihan jimat itu satu atau dua?" Jendral Dao Sing bertanya.
"Cuman satu yang aku temukan dan itu pun aku telah menyimpannya lebih dari 500 tahun" ucap Jendral Ao Ang.
"Baiklah... tapi kita harus berjuang keras karena laki-laki simpanan itu tampaknya dia sangat tangguh" ucap Jendral Dao Sing.
Kini hanya tersisa pasukan keluarga Dao, Ao dan Gang yang masih berdiri, "semua pasukan... Serang!!!" Teriak jendral Dao Sing sehingga para prajurit pembelot yang berasal dari ketiga keluarga itu lansung melesat masuk ke dalam Colloseum.
"Kalau aku membunuh ketiga orang itu pasti seluruh pasukan mereka bakal berhenti melakukan perlawanan, jadi lebih baik aku bunuh mereka bertiga terlebih dahulu, aku ingin lihat selanjutnya apakah pasukan besar itu akan berhenti menyerang atau malah memaksa untuk mati" batin Xhin.
Ketiga Jendral lansung melesat ke arah Xhin dengan sangat cepat, pedang Rebellion yang berada di mayat Dao He kini tercabut dengan sendiri lalu melesat ke arah Xhin.
Saat ketiga Jendral melancarkan serangannya, tangan Xhin lansung menangkap gagang pedang Rebellion lalu dengan sekali gerakan lansung menyerang balik mereka bertiga.
"Tebasan Bayangan"
Delapan siluet bulan sabit milik Xhin melesat ke arah tiga jendral yang melesat ke arah Xhin.
__ADS_1
"Pertahanan Paus Biru"
"Hiu Banteng Penghancur Ombak"
Jendral Ao Ang lansung teknik pertahanan untuk melindungi dirinya dan Jendral Jang Gang, sedangkan Jendral Jang Gang lansung melancarkan serangan jarak jauh untuk memblokir serangan Xhin.
Srrrriiiinggg!!!
Blllaaammm!!!
Terdengar bunyi keras saat serangan siluet bulan sabit pertama milik Xhin beradu dengan Hiu Banteng Penghancur Ombak milik Jendral Jang Gang, akan tetapi siluet bulan sabit yang ke dua menyusul menghantam serangan Hiu Banteng Penghancur Ombak milik Jendral Jang Gang hingga hancur.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1