
***
Setelah mendengar konflik yang terjadi di kota Kiwi, Dewa Tanah yang merupakan raja dari Kerajaan Dewa Tanah, lansung mengutus Penasihatnya untuk menghentikan pertempuran tersebut.
Penasihat Kerajaan Dewa Tanah lansung berangkat dengan satu pasukan besar menggunakan Profound ark menuju ke kota Kiwi.
***
Zuge Sha kini berlutut dengan pedang yang tertancap di punggung menembus ke dadanya, terlihat Zuge Sha telah memuntahkan darah yang sangat banyak.
"Hei... anak mud uhuukk... Uhuuk.." Zuge kini kembali berbatuk darah, Zuge Sha kemudian menyeka darah di sudut bibirnya lalu kembali melanjutkan perkataannya yang terhenti tadi "kalau kamu benaran bisa membunuh mereka berdua maka aku akan melakukan apapun yang kamu mau, bahkan menjadi budak mu tidak masalah bagiku asalkan kamu bisa membuat mereka berdua membayar darah keluargaku dengan nyawa mereka" lanjut Zuge Sha yang sudah sekarat.
"Hahah.... Orang yang sudah mau mati masih saja memikirkan hutang nyawa? Terus para murid Sakte Tanah Malam ku yang mati di ujung pedang pasukan kerajaan mau bayar dengan nyawa siapa? Kalian berdua petinggi kerajaan lah yang harus membayar nyawa murid-murid ku dengan nyawa kalian" teriak master sekte Tanah Malam sambil melancarkan niat membunuh yang sangat besar.
"Ckk... dari tadi kita berdua membiarkan si b*angst ini mengganggu pertarungan kita, lebih baik aku membunuhnya terlebih dulu, setelah itu baru kamu Zuge Sha!! hahaha..." sahut jendral Wun Baie tertawa karena merasa kemenangan lah yang akan dia dapat, jendral Wun Baie berdiri untuk siap menyerang.
Jendral Wun Baie mengalirkan energi spiritual sangat besar di kaki kanannya, dengan daya dorong yang sangat kuat dari kaki kanannya, Jendral Wun Bae lansung melesat seperti peluru.
Swuusshh!
Jendral Wun Baie melesat dengan sangat cepat ke arah master sekte Tanah Malam yang juga melompat mundur sambil memasang kuda-kuda bertahan, master sekte Tanah Malam sadar kalau dia menghilangkan kewaspadaannya sedikit saja maka nyawanya lah yang akan melayang.
"Tombak Naga Tanah"
Jendral Wun Baie lompat menerjang ke arah master sekte Tanah Malam dengan menusukkan tombak Tanah ke arah master sekte Tanah Malam, terlihat siluet naga berwarna abu-abu menyelimuti tombak elemen tanah jendral Wun Baie.
Jarak tombak elemen tanah yang berada di tangan Jendral Wun Baie hanya tinggal satu kaki dengan dada master Sakte Tanah Malam, akan tetapi Jendral Wun Baie tiba-tiba terkejut.
Slashhh!!
Xhin tiba-tiba muncul di belakang master sekte Tanah Malam menggunakan teknik teleportasi, dengan sangat cepat Xhin mengayunkan pedang Rebellion menebas leher master sekte Tanah Malam.
Cipratan darah menyembur ke wajah jendral Wun Baie yang masih berada di udara, kemunculan Xhin secara tiba-tiba membuat jendral Wun Baie terkejut.
Setelah menebas leher Master Sekte Tanah Malam, dengan gerakan yang sangat cepat Xhin melakukan tendangan memutar ke belakangnya yang tidak lain ke Jendral Wun Baie. Saat kaki kanannya akan menghantam dada jendral Wun, jendral Wun lansung memblokir tendangan Xhin menggunakan tombak tanah di tangannya.
Bllaaamms!!!
__ADS_1
gelombang angin berhembus kencang setelah kaki kanan Xhin beradu dengan siluet naga tanah milik jendral Wun Baie, "bagimana dia bisa menghentikan serangan pamungkas milikku? aku tidak menyangka anak ini memiliki tubuh fisik yang sangat keras"
Jendral Wun Baie terpental mundur tiga tombak ke belakang, tangan kanannya merasa kebas saat memblokir tendangan Xhin barusan.
"Kenapa bisa begini, padahal aku berada di tingkat Heavenly Immortal puncak, perbedaan tingkat terlalu jauh tetapi dia bisa membuat tanganku gemetar" batin jendral Wun Baie yang muncul rasa takut kepada Xhin.
Xhin kembali melakukan teleportasi ke arah Zuge Sha yang sedang sekarat, dia memegang gagang pedang yang tertancap di punggung Zuge Sha lalu mencabut pedang itu.
Saat di pedang di cabut Xhin melihat cairan berwarna ungu yang keluar dari bilah pedang bercampur dengan darah Zuge Sha, "pedang ini telah di lumuri dengan racun ganas" batin Xhin menatap pedang tingkat dewa tahap bawah yang berada di tangannya itu.
"Aku akan menyembuhkanmu dulu setelah itu baru menghabisinya" ucap Xhin yang membentuk gerakan tangan dengan sangat cepat.
"Array Pelindung Dewa, aktif"
Seketika tercipta array yang menyelimuti Xhin dan Zuge Sha, setelah itu Xhin mengeluarkan api emas di telapak tangannya, Xhin lalu menyelimuti tubuh Zuge Sha dengan api emas.
Boooommm!!!
Tombak elemen tanah menghantam dinding array saat Xhin mulai menyelimuti api emas ke tubuh Zuge Sha. Xhin lalu mengalihkan pandangannya ke arah jendral Wun Baie yang menyerang dinding array dengan tombak elemen tanah.
"Percuma bodoh" ucap Xhin yang membuat jendral Wun Baie naik darah, tidak terima dikatain oleh Xhin, jendral Wun Baie kembali menyerang di dinding array secara brutal, akan tetapi tidak berefek sedikitpun.
Wajah Zuge Sha yang tadinya terlihat pucat kini kembali berangsur merah setelah mendapatkan pertolongan dari Xhin, lubang di tubuh Zuge Sha kini telah tertutup seperti sediakala.
Jendral Wun Baie yang sedari tadi menyerang dinding array kini terdiam, dia berhenti melancarkan serangannya untuk menghancurkan array setelah melihat Xhin menyembuhkan Zuge Sha dengan api emas.
"Selesai, kamu nonton saja di dalam sini dan biarkan aku yang menghadapinya sesuai perjanjian kita" ucap Xhin setelah selesai menyembuhkan Zuge Sha.
Xhin melangkah keluar dari array dengan memegang pedang beracun di tangannya, sedangkan Pedang Rebellion telah dia simpan, api emas yang menyelimuti tubuh Zuge Sha kini mulai menghilang secara perlahan-lahan saat Xhin melangkahkan kakinya keluar dari array.
Xhin lansung membentuk kuda-kuda untuk bertarung dengan serius melawan jendela Wun Baie, Xhin mengalirkan energi spiritual dalam jumlah besar ke pedang beracun, tidak hanya energi spiritual tetapi elemen racun dan aura pedang juga.
"Tebasan Bayangan"
Xhin lansung melakukan sekali tebasan seketika delapan siluet bulan sabit melesat dengan sangat cepat ke arah Jendral Wun Baie.
"Tidak sempat" batin jendral Wun Baie yang ingin menghindar dari serangan yang Xhin lancarkan, tetapi karena serangan yang melesat ke arahnya dengan kecepatan tinggi jadi jendral Wun Baie juga melakukan serangan ke arah delapan siluet bulan sabit yang melesat ke arahnya.
__ADS_1
"Pertahanan Dinding batu"
Jendral Wun Baie mengehentakan kakinya seketika muncul dinding batu berlapis-lapis di depannya.
Delapan siluet bulan sabit menghantam dinding batu hingga membuat dinding batu berlapis milik jendral Wun Baie hancur dan menciptakan debu-debu berterbangan menutupi tempat itu.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
__ADS_1
|
^^^BERSAMBUNG...^^^