
"Didalam cincin penyimpanan ini terdapat satu juta lima ratus batuh roh kualitas tinggi, beberapa artefak dan senjata tingkat dewa yang memiliki harga sekitar lima ratus ribu batu roh kualitas tinggi" Jendral Dao Sing melemparkan cincin penyimpanan yang berada di jarinya lalu berjalan ke arah kursi penonton.
"Itu semua kekayaan keluarga Dao dan harta pribadiku, aku yakin He'er tidak akan kalah dari laki-laki simpanan itu.. dengan tingkat Dewa alam memangnya kamu bisa berbuat apa" batin Jendral Dao Sing.
****
Di atas arena.
"Ingat, ini pertarungan hidup dan mati, tidak akan ada yang bisa menyelamatkanmu, bahkan ayahmu sekalipun naik ke sini maka dia juga yang akan mati" ucap Xhin.
"Hoo.. hoo... Kamu terlalu berharap pria simpanan!! Mana ada kultivator Dewa alam dapat mengalahkan kultivator Kaisar Dewa?" Balas Dao He mengeluarkan tombak miliknya.
"MULAI!!!" teriak orang yang bertugas memimpin pertandingan dan diikuti oleh suara sorakan para penonton.
Crrrriiiiinnnnggggg!!!
Dao He lari ke arah Xhin sambil menyeret ujung tombaknya di atas lantai arena bertarung.
Setelah berada satu tombak di depan Xhin, Dao He lansung mengayunkan tombak untuk menebas leher Xhin.
"Teknik Tombak Kaisar Laut, Tebasan Pasang Surut"
Seketika muncul air yang memenuhi sekitar Xhin dan Dao He, tubuh Xhin seakan di tarik oleh arus air ke arah Dao He, Kecepatan ayunan tombak Dao He sangat cepat ke arah tenggorokan Xhin, Xhin melompat mundur ke belakang untuk menghindari serangan Dao He barusan.
Walaupun daya tarik arus laut sangat kuat, itu tidak berarti apapun di hadapan Xhin, "Apa kamu pikir teknik lemah seperti ini dapat melawanku?" Ucap Xhin tersenyum meremehkan.
"Ckck... Bagimana bisa dia cuman berada di dewa alam tapi dapat keluar dari arus air pasang surut?" Dao He berdecik mendengar ucapan Xhin.
Melihat Xhin telah melompat mundur, Dao He lansung melesat mengejar Xhin untuk melancarkan serangan ke duanya.
Saat dia telah berada dua tombak di depan Xhin, Dao He melompat ke udara dan di ikuti oleh air laut yang menggenangi arena bertarung juga terangkat ke atas bersamanya.
"Teknik Tombak Kaisar Laut, Tusukan sepuluh Tombak Air"
Seketika air laut yang terangkat ke atas barusan membentuk sepuluh batang tombak melesat ke arah Xhin bersamaan dengan Dao He yang juga melesat untuk menusuk Xhin.
Saat tombak air di hindari oleh Xhin, Dao He muncul di belakangnya lalu melakukan gerakan menusuk ke punggung Xhin.
Traankk!!
Traankk!!
Traankk!!!
__ADS_1
Terdengar bunyi logam beradu saat ujung tombak menghantam pelindung ruang yang di buat oleh Xhin, Xhin menyadari serangan Dao He dari belakang akan tetapi dia tidak menghilndar karena dia telah membuat lapisan pelindung ruang di belakangnya.
"Artefak pelindung? Mustahil... dengan tombak tingkat dewa menengah milikku ini dan di tambah dengan teknik tingkat surgawi milik raja dewa laut mana mungkin bisa dahalangi semudah itu?" Batin Dao He.
"Sudah ku bilang, teknik lemah mu itu tidak bisa mengalahkanku" ucap Xhin yang seperti mengetahui isi pikiran Dao He.
Xhin sebenarnya sedang mengeluar waktu, karena sebelumnya dia telah berkata kepada Jendral Shao untuk mengevakuasi seluruh rakyat biasa yang tidak bisa berkultivasi ke tempat aman, batas waktunya pun telah Xhin katakan sampai matahari mencapai puncaknya.
"Teknik meringankan tubuh"
"Teknik Tombak Kaisar Laut, Tusukan serstus Tombak Air"
Dao He kembali melancarkan serangan lanjutnya, dia memunculkan seratus tombak air yang melesat ke arah Xhin, bersamaan dengan itu Dao He lansung melesat duluan dan di susul oleh seratus tombak air miliknya dari belakang.
Dao He lansung melancarkan serangan menusuk ke arah Xhin, melihat itu Xhin tidak tinggal diam, dia menghindari ujung tombak Dao He, akan tetapi saat Xhin menghindari ujung tombak Dao He, tombak air lansung melesat ke arah Xhin yang menghindari ujung tombak Dao He.
Menyadari serangan itu, Xhin lansung bergegas menghindari tombak air yang meluncur ke arahnya, saat Xhin menghindari tombak air, Dao He kembali menyerang Xhin.
Dengan gerakan yang sangat cepat Xhin terus menghindari ujung tombak Dao He dan tombak air yang selalu melesat ke arah Xhin menghindari tusukan tombak Dao He.
Langkah Xhin sangat lincah dan cepat, walaupun tombak air milik Dao He melesat dengan akurat ke arah Xhin tapi Xhin dapat menghindari satu persatu tombak air dan serangan Dao He.
"Teknik bertarung yang sangat bagus tapi sayangnya penggunanya lemah" ucap Xhin saat melihat Dao He yang terlihat ngos-ngosan menyerang Xhin.
Suasana keheningan sesaat itu berakhir saat Jendral Dao Sing berteriak kepada Dao He, "He'er! tidak usah menahan diri, lansung saja gunakan gerakan ke tiga untuk mengakhirinya"
Jendral Dao Sing tau gerakan ke tiga Dao He belum sempurna, tetapi dia seakan-akan memaksa anaknya untuk segera melakukan gerakan ketiga yang dia yakin dapat lansung mengeksekusi Xhin di atas arena.
"Gerakan ketiga teknik Tombak Kaisar Laut ku belum sempurna, tapi aku yakin dapat mengalahkannya dengan itu" batin Dao He.
"Perubahan Wujud Dewa aktif"
Swwhuuuss!!!
Seketika gelombang angin berhembus kencang ke segala arah, saat Dao He lansung memasuki perubahan wujud dewa. Terlihat sepasang sayap putih muncul di punggungnya dan terdapat pola ke berwarna biru menjalar di seluruh tubuh Dao He, tingkat kultivasinya lansung naik dua tingkat ke ranah Heavenly Immortal dua.
"Hahah... Kali ini kamu akan mati" ucap Dao He mengangkat wajahnya.
Penonton bersorak ria melihat Dao He telah memasuki perubahan Wujud Dewa, mereka yakin Xhin tidak akan bisa menghindar dari kematiannya saat Dao He telah serius.
Swuussh!!
Dao He melesat dengan sangat cepat ke arah Xhin seolah-olah dia teleportasi ke arah Xhin.
__ADS_1
"Teknik Tombak Kaisar Laut, Tusukan seribu!!"
Genangan air yang berada di dalam arena bertarung lansung terangkat ke atas membentuk susunaan seribu tombak air, Dao He lansung melesat dengan sangat cepat menyerang Xhin.
Gerakan Dao He saat menyerang Xhin tidak dapat di lihat oleh ranah kultivasi Kaisar Dewa puncak sekalipun, setiap kali tusukan tombak di lancarkan, saat itu juga seribu tombak menghujani Xhin.
"Kamu sangat lambat, bahkan siput peliharaan ku lebih cepat darimu" ucap Xhin di sela-sela menghindari serangan Dao He.
Mereka berdua bertarung hampir tiga jam, Xhin terus mengulur waktu karena matahari belum sampai pada puncaknya, akan tetapi saat Xhin terus menghindari setiap serangan Dao He, mata Xhin tiba-tiba tertuju pada Jendral Shao yang baru saja datang dan berdiri di samping Xiang Yu.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1