
Saat Xhin mendarat, dia menghancurkan permukaan Es di dasar goa, tetapi dia mendarat dengan satu lutut bertumpuh pada tanah dan wajahnya di tundukkan ke bawah.
"Siapa kamu" ucap salah seorang yang tersisa.
"Bukankah sudah jelas kalau aku seorang peserta perlombaan Alam Maut" jawab Xhin sambil mengangkat wajahnya.
"Ka... Kamu bukannya si pembantai" ucap orang tersebut saat melihat wajah Xhin.
Dia sangat mengenali wajah pria tampan di depannya itu, dia dapat mengenali wajah Xhin pada saat Xhin membantai ribuan beast monster di level pertama.
Sedangkan Beast suci Phoenix Es yang sedari tadi tertunduk lemas, kini lansung mengangkat kepalanya saat kemunculan Xhin.
"Pembantai? Pembantai apa maksudmu" ucap Xhin dengan ketus.
"Tu.. tuan... Sebelumnya aku telah menyaksikan pertempuramu melawan ratusan ribu beast monster di level pertama" jawab orang tersebut ketakutan.
"Oh karena itu... tapi aku mempunyai beberapa pertanyaan untukmu, jika kamu tidak menjawab atau berbohong maka aku tidak akan menjamin kamu akan hidup di detik berikutnya" balas Xhin berjalan mendekati peserta tersebut sambil mengeluarkan aura kematian untuk mengintimidasi peserta di depannya itu.
"Aura kematian milik Sang Pembantai memang sangat menakutkan" batin orang tersebut sambil menyeka lelehan darah yang keluar dari hidungnya akibat terkena ganasnya Aura kematian.
"Apapun itu akan aku jawabnya, tapi tuan tolong ampuni nyawaku ini" jawab orang tersebut.
Tanpa menjawab pertanyaan seorang peserta di depannya itu, Xhin lansung melontarkan pertanyaan pertama kepadanya.
"Yang pertama... Apakah kamu ingin mati" ucap Xhin sambil memainkan pisau terbang di tangannya.
Mendengar pertanyaan pertama yang dilontarkan Xhin, peserta itu lansung keringat dingin.
"Te.. tentu tidak tuan, aku tidak ingin mati" jawab peserta tersebut ketakutan.
"Okay... Yang kedua, kalian berasal dari kerajaan Dewa mana dan siapa nama Dewa besar yang memerintah di kerajaan itu dan juga dari Sakte mana kalian berasal" ucap Xhin bertanya.
"Kami berasal dari Sakte Cahaya Surgawi, Sakte Cahaya Surgawi berasal dari kerajaan Guang Zing yang di pimpin oleh Dewa Cahaya Dwe Hi, yang juga merupakan pemimpin Dari para Dewa yang disebut sebagai Kaisar Dewa atau Kaisar langit" jawab peserta tersebut.
"Sakte Cahaya Surgawi... Kerajaan Guang Zing dan Dewa cahaya..." Gumam Xhin sambil mengelus dagunya.
__ADS_1
"Baiklah... Pertanyaan terakhir, dari mana kalian mengetahui keberadaan Beast suci ini dan apa tujuan kalian sebenarnya" ucap Xhin sambil menunjuk beast Suci Phoenix Es di belakangnya.
"Tuan pembantai, kami di perintahkan oleh orang kepercayaan Dewa Cahaya untuk mengambil jantung beast suci itu, kami hanya menjalankan perintah dan tidak memiliki maksud apa pun" ucap peserta tersebut.
"Baiklah... Karena kamu sangat jujur jadi aku akan memberikan kematian tercepat bagimu" ucap Xhin tersenyum.
Mendengar ucapan Xhin, tubuh peserta itu seketika terasa kaku dan tidak bisa bergerak, dia tidak menyangka Xhin akan membodohinya.
"Tu.. tuan... Bukankah Anda sudah berjanji tidak akan membunuhku?" Ucap orang tersebut ketakutan.
"Siapa yang berjanji tidak akan membunuhmu, aku cuman bertanya" ucap Xhin berjalan mendekati peserta tersebut.
"Sial... Aku tidak punya pilihan lain, aku akan tetap mati kalau melawan sekalipun, tapi lebih baik mati dalam pertempuran dari pada mati tanpa perlawanan" batin peserta tersebut.
Tidak menunggu lama peserta itu lansung melesat kearah Xhin sambil mengayunkan pedangnya, Xhin yang melihat peserta tersebut memilih menyerangnya, lansung tersenyum lebar sambil mengangkat tangannya menangkis tebasan pedang orang tersebut.
Trankkk!!!
Tetapi peserta itu lansung menebas kepala Xhin, dan alhasil pedangnya tingkat dewa kelas rendah miliknya hancur begitu saja saat membentur kepala Xhin.
Slash!!!
Slash!!
Slash!!!
Pisau terbang milik Xhin lansung menebas tubuh peserta tersebut hingga menjadi potongan-potongan kecil.
Setelah selesai membunuh orang terakhir, Xhin lansung memungut cincin penyimpanan milik mereka semua yang dibunuhnya, Xhin juga tidak lupa untuk mengambil token peserta milik mereka.
Xhin kemudian berjalan mendekati Beast suci Phoenix Es yang sedang terikat dengan rantai.
Saat Xhin mendekati Phoenix Es itu, seketika Phoenix Es lansung berdiri lalu menundukkan kepalanya.
"Hormat yang mulia Raja" ucap Phoenix Es tersebut.
__ADS_1
"Baguslah kalau kamu bisa berbicara, tapi kenapa kamu memanggilku yang mulia raja" ucap Xhin bertanya.
"Itu karena aku dapat merasakan dengan sangat jelas darah milik Raja ras Phoenix mengalir dalam tubuhmu Yang Mulia, tapi aku juga dapat merasakan Darah dari tiga Ras penguasa lainnya" jawab Phoenix Es.
"Oh... Karena itu, memang benar di dalam tubuhku terdapat darah Raja Ras Naga, darah Raja ras Phoenix, darah Raja Ras Qilin dan Juga Darah Hydra" jawab Xhin.
"Bagimana mungkin yang Mulia bisa mendapatkan darah dari para Beast penguasa lainnya" ucap Phoenix Es.
"Aku akan menceritakannya, tapi sebelum itu aku harus membebaskan mu terlebih dahulu" ucap Xhin.
Xhin kemudian mengamati rantai tersebut, dia dapat melihat dengan jelas kalau rantai yang terpasang di tubuh Phoenix Es terdapat Rune formasi penyegelan.
Xhin lalu memasukkan tanda jiwanya ke Rune penyegelan tersebut, dengan sekali gerakan tangan Xhin lansung menghilangkan Rune penyegelan yang terdapat pada rantai yang mengikat tubuh Phoenix.
Saat Rune penyegelan menghilang, Rantai itu juga lansung terputus, setelah Rantai terlepas dari tubuhnya, Phoenix Es lansung berdiri dengan lemah.
"Kamu tampaknya sudah sangat lama terkurung di sini" ucap Xhin.
"Benar yang mulia, aku sudah terkurung di sini selama jutaan tahun, dan yang mengurungku yaitu Dewa cahaya, saat itu dia menemukan aku yang sedang pergi dari dunia Asal kami yaitu dunia Naga atau Draconic" jelas Phoenix Es.
"Tunggu sebentar, aku akan menyembuhkanmu" ucap Xhin lalu menyelimuti tubuh Phoenix Es menggunakan Api Emas.
Saat Xhin menggunakan api Emas, Phoenix Es seketika terdiam, dia tidak menyangka Xhin juga memiliki api Emas, Tetapi dia tidak menanyakannya.
Perlahan api emas meregenerasi tubuh Phoenix Es, beberapa bulu miliknya yang telah rusak pun kini kembali bergenerasi.
Rantai penyegelan membuat dia tidak dapat menggunakan energi spirit dalam jumlah untuk meregenerasi tubuhnya, dan dia hanya bisa menggunakan sedikit energi Spirit untuk menciptakan hawa dingin.
Walau hanya sedikit energi spirit yang di gunakan, tetapi seluruh daratan di level kedua menjadi beku akibatnya.
Setelah selesai mengobati Phoenix Es, kini terlihat bulu-bulunya kembali lebat dan dalam sekali kepakan sayap, Phoenix Es lansung membuat gelombang angin dingin yang sangat kuat.
"Aku mohon Maaf yang mulia, aku terlalu terbawa suasana hingga dapat membuatmu terluka" ucap Phoenix Es menundukkan kepalanya.
"Tidak apa-apa, lagian hawa dingin seperti ini tidak dapat melukaiku" ucap Xhin sambil melepaskan gelombang angin dingin yang sangat kuat dari tubuhnya.
__ADS_1