
"Aku minta maaf Xhin, entah kenapa tadi perasaanku menjadi tidak enak" batin Xiao Xhie.
Setelah itu Xiao Xhie kembali berpakaian lalu tidur disamping Xhin.
"Xhie'er, apakah kamu yakin ingin bersamaku" Xhin bertanya.
"Aku sangat yakin, memangnya kenapa" balas Xiao Xhie.
"Tidak, aku hanya sekedar bertanya" ucap Xhin.
"Xhin, aku ingin bertemu dengan ibumu apakah bisa?" Xiao Xhie bertanya.
"Maaf.. aku tidak memiliki ayah atau ibu, jadi kamu tidak bisa bertemu dengan ibuku, heheh.." ucap
Xiao Xhie seketika menjadi bingung, entah dia mau bereaksi apa setelah mendengar nada biasa Xhin yang sebelumnya terdengar sedih dan dalam Seketika dia kembali tertawa.
"Maaf ya Xhin, aku tidak tahu" balas Xiao Xhie.
"Sebenarnya aku yang menghilang dari kedua orang tua, karena aku diculik sewaktu aku masih kecil" ucap Xhin.
"Aku juga memiliki seorang adik perempuan tetapi aku sudah lupa nama dan wajahnya, mungkin sekarang dia sudah besar" lanjutnya sambil menatap langit-langit kamar.
Mendengar cerita Xhin, kini Xiao Xhie langsung melebarkan matanya, cerita Xhin mirip dengan kisah keluarga mereka, kakaknya juga hilang dan sampai sekarang tidak ditemukan, bahkan nama Xhin juga sama dengan nama kakaknya.
Tetapi Xiao Xhie tidak lansung percaya, dia harus memastikan terlebih dahulu dengan sebuah bukti kuat.
"Seingatku dulu, kakaknya memiliki tubuh bintang dengan tanda bintang di belakang lehernya" batin Xiao Xhie
"Coba kamu bangun" ucap Xiao Xhie.
"Kenapa sih" balas Xhin.
"Bangun saja" ucap Xiao Xhie menarik paksa tubuh Xhin.
Xhin hanya mengikuti kemauan Xiao Xhie, Xhin yang awalnya sedang berbaring, kini duduk bersila.
"Apa yang kamu lakukan, apakah kamu mau melanjutkannya" ucap Xhin yang melihat Xiao Xhie mengangkat rambutnya yang menutupi punggung dan leher.
Xiao Xhie begitu terkejut saat melihat tanda bintang di belakang lehernya Xhin.
"Ti- Tidak mungkin, tidak mungkin" ucap Xiao Xhie yang terduduk.
Hatinya hancur seketika saat mengetahui kenyataannya, dia tidak menyangka kekasihnya itu adalah kakaknya sendiri, dan dia juga sangat mencintai Xhin walaupun mereka baru satu hari berpacaran.
__ADS_1
Mata Xiao Xhie lansung berkaca-kaca, hatinya hancur setelah mengetahui kenyataannya, dia tidak menyangka akan terjadi hal seperti ini
"Kamu kenapa xhie'er" ucap Xhin yang terlihat bingung.
"Xhin, ka- kamu itu kakakku yang hilang" ucap Xiao Xhie sangat pelan tetapi dapat didengar dengan jelas oleh Xhin.
"Kakak, bagimana mungkin kamu adi-" ucap Xhin terhenti saat kembali mengingat marga Xiao.
Dia juga ingat kalau Mao Le pernah berkata bawah dia dulu Menyebutkan namanya Xiao Xhin saat pertama kali bertemu dengan Mao Le.
"Dari mana kamu tahu kalau aku adalah kakakmu" ucap Xhin mengangkat wajah Xiao Xhie.
"Dari tanda bintang di tubuhmu, kakakku memiliki tubuh bintang dan ada tanda bintang berwarna merah di belakang lehernya dan juga ceritamu tadi sama denganku, aku memiliki kakak lelaki tetapi dia sudah lama hilang diculik" jawab Xiao Xhie.
"Apakah kamu yakin" ucap Xhin sambil memegang kedua pundak Xiao Xhie.
"Benar Xhin, kamu itu kakakku yang hilang" jawab Xiao Xhie yang sedang menangis.
Xhin kini tidak menyangka semuanya akan terjadi, dia hampir saja meniduri adiknya sendiri.
Walaupun jiwa Xhin hanya bereinkarnasi di tubuh orang lain, tetapi perasaan menyesal sangat besar.
Jikalau saja dia tidak menghiraukan Xiao Xhie yang gemetaran mungkin sudah meniduri adiknya itu.
"Kakak, aku yang salah! Dari awal aku yang mengejar mu" balas Xiao Xhie.
"Maafkan kakak juga karena yang ingin kakak ingin menghancurkanmu" ucap Xhin.
Setelah beberapa saat mereka berdua berpelukan sambil menangis, kini Xhin kembali berpakaian.
"Kakak ayo kita pulang ke rumah, kakak sudah 20 tahun tidak pulang" ucap Xiao Xhie.
Walaupun dia belum bisa menerima fakta Xhin adalah kakaknya tetapi dia terus berusaha melupakan rasanya kepada Xhin.
"Ayo kita pergi, aku juga tidak sabar bertemu dengan ayah dan ibu" ucap Xhin.
"Apakah kakak tidak merindukan Yuan" ucap Xiao Xhie.
"Yuan.. Yuan siapa" ucap Xhin bingung.
"Oh.. iya kita juga memiliki adik laki-laki yang namanya Yuan, dia baru berusia 18, dan dua tahun setelah kakak diculik baru Yuan lahir di wajar saja kakak tidak mengetahuinya" balas Xiao Xhie.
"Tunggu Xhie'er, berarti yang aku kerjain sewaktu di pelelangan dan juga kemarin itu adalah adikku" ucap Xhin.
__ADS_1
"Benar sekali, kakak sangat jahat kepada adiknya sendiri" ucap Xiao Xhie
"Kakak juga tidak tahu kalian berdua itu adikku" jawab Xhin.
"Fhuu... untung saja aku tidak melakukannya dengan adikku sendiri, kalau tadi aksiku berjalan mulus aku tidak bisa membayangkannya" batin Xhin.
Setelah itu mereka berdua langsung terbang melesat ke kota kerajaan Xiaoqing malam itu juga.
Walaupun Xiao Xhie sedih karena pria yang dicintainya itu adalah kakaknya sendiri dan hampir saja dia dinodai oleh kakaknya sendiri.
Tetapi dibalik kesedihannya itu hatinya juga merasa senang, kakak yang selama ini mereka cari-cari telah ditemukan.
Mereka berdua terbang selama dua jam karena selama dalam perjalanan mereka berdua terus saling mengungkapkan penyesalan mereka.
Tidak lama kemudian mereka berdua telah sampai di gerbang barat, setelah menunjukkan token kerajaan mereka berdua langsung masuk kedalam kota kerajaan.
Tidak menunggu waktu lama mereka berdua lansung melesat ke istana kerajaan, saat sedang terbang mereka tiba-tiba di cegat oleh beberapa prajurit.
"Kalian berdua berhenti, kalian telah melanggar aturan tidak boleh terbang saat berada di tengah kota kerajaan" teriak salah seorang prajurit.
"Apakah keluarga kerajaan diharuskan tidak bisa terbang" ucap Xiao Xhie sambil membalikkan badannya.
"Maafkan kami tuan Putri, kami prajurit rendahan terlambat mengenalimu tuan Puteri" ucap keempat prajurit tersebut sambil berlutut di udara.
Setelah itu mereka berdua kembali melesat ke arah istana kerajaan, tidak butuh waktu lama untuk mereka berdua sampai.
Setibanya di istana kerajaan mereka berdua langsung masuk.
"Prajurit, di mana ayah dan ibu berada?" Xiao Xhie bertanya.
"Raja, Ratu dan juga Putra mahkota sedang makan tuan putri" jawab prajurit tersebut.
"Terima kasih" balas Xiao Xhie.
"Kakak, ayo!" Ucap Xiao Xhie.
Mereka berdua kemudian berjalan menuju ruang makan.
Sepanjang perjalanan Xhin melihat ukiran dan juga lukisan yang menghiasi dalam istana.
Ratusan kristal energi murni terpasang di langit-langit istana, kristal energi digunakan untuk menerangi seluruh istana di malam hari.
Setibanya di ruang makan, Xhin melihat ketiga orang sedang menyantap makanan di meja makan yang sangat panjang.
__ADS_1
"Ayah, ibu, Yuan aku membawakan seseorang yang sangat istimewa" ucap Xiao Xhie.