Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Awal kehancuran


__ADS_3

"Paman Damse sekarang berada di puncak tingkatan kultivasi, paman sudah menyinggung orang yang salah dia merupakan seorang Monster, aku sudah mengirim pesan kepada ayah untuk meminta bantuan, mungkin 15 menit akan sampai, akan tetapi yang saya kawatirkan adalah tidak ada yang bisa mengalahkannya." jawab Ling Tian


Damse perlahan terbang mendekati Ling Peng "hari ini kamu akan membayar semua hutang darah yang telah kamu lakukan, aku akan membuatmu merasakan kematian begitu indah dari kehidupan"


Swuus~~


Damse menghilang dari pandangan mereka kemudian muncul di depan Ling Peng.


Bang!


Damse menendang kepala Ling Peng sehingga terpental menembus dinding bar, Damse menghilang dan muncul kembali di depan Ling Peng.


"Sialan!! Kamu akan merasakan kekuatanku yang sebenarnya, teknik pembeku darah" Ling Peng menyerang Damse dengan mengeluarkan ratusan kristal darah yang sangat tajam.


Kristal darah berhamburan seperti hujan menyerang Damse tetapi semua kristal tersebut berubah menjadi abu setelah bersentuhan dengan api Putih yang di keluarkan Damse untuk menangkis serangan tersebut.


"Bagimana bisa kristal darah hancur begitu saja" ucap Ling Peng.


"Kamu begitu bodoh mengeluarkan jurus sampah untuk menghadapi seorang Dewa" ucap Damse lalu menebas tubuh Ling Peng


Slash!!


Kedua kaki Ling Peng terputus seperti sedang memotong mentimun.


Ahhrrkkk!!!


"Dasar bajingan, kamu akan mati setelah kakakku tiba" ucap Ling Peng


"Sekalian akan ku buat perjalananmu ke neraka menjadi ramai di temani seluruh keluargamu" ucap Damse


Damse lalu menyiksa Ling Peng dengan memutilasi tangannya kecil-kecil, Damse membelah tubuh Ling Peng kemudian memotong organ tubuh milik Ling Peng.


Ahhrrkkk!!


Suara jeritan bergema di seluruh bar, orang-orang yang berada di dalam bar hanya diam menyaksikan adegan tersebut dengan wajah memucat.


"Apakah dia itu masih manusia, kenapa dia begitu kejam" kata salah seorang pengunjung bar.

__ADS_1


Setelah Ling Peng hampir mati, Damse kemudian memasukan Pill Healing Max kedalam mulut Ling Peng sehingga tubuhnya kembali beregenerasi.


Damse memutilasi tubuh Ling Peng berulang kali dan kembali memasukkan Pill Healing Max.


Roda penyiksaan terus berlanjut sampai Ling Peng tidak lagi menjerit kesakitan tetapi seperti sedang menikmati rasa sakit tersebut.


"Ku mohon bunulah aku, akhiri hidupku sekarang juga ku mohon!" Ling Peng yang sudah tidak Kuat menahan sakit mulai memohon.


"Kamu begitu bodoh, kenapa kamu memberitahu aku tentang pembembunuhan kedua orang tua ku, aku tahu kamu mau memancing emosi ku kemudian membunuh ku, tetapi kamu tidak menyadari telah berurusan dengan orang yang salah, Ini saja tidak cukup untuk membayar penderitaan yang dirasakan kedua orang tua ku" Damse kemudian mengeluarkan api hitam dan membakar tubuh Ling Peng


Arrhhkk!!!


Jeritan kembali terdengar saat api hitam membakar tubuh Ling Peng, bukan hanya tubuhnya yang terbakar melainkan jiwanya juga ikut terbakar.


"Bangsat!! Beraninya menyiksa adik ku, Hentikan sekarang juga atau kamu akan mati" ucap Ling Rhou


"Baiklah sudah aku putuskan... Kalian semua akan menemani perjalanannya ke neraka" ucap Damse sambil melirik ke arah suara tersebut dengan tatapan mata yang begitu tajam.


Damse lansung membakar tubuh Ling Peng dengan api hitam sampai menjadi abu, bukan hanya tubuhnya yang habis terbakar melainkan jiwanya juga.


"Bangsat kamu akan mati", Ling Rhou yang melesat begitu cepat.


Damse mematahkan pedang milik Ling Hua dengan kedua jarinya.


Trang!!


"Kamu telah melawan seorang yang seharusnya tidak di lawan" ucap Damse lalu menendang perut Ling Hua sehingga terpental keluar bar.


Damse dengan cepat melesat kemudian menebas semua anggota Fraksi iblis api yang hendak menyerangnya.


yang terlihat hanyalah Damse yang menghilang kemudian kepala anggota Fraksi iblis api yang berjatuhan di lantai.


Ratusan kepala anggota Fraksi iblis api berjatuhan di lantai bar maupun di jalan raya termasuk kepala milik Ling Tian juga ikutan main di atas lantai bar.


"Bangs*t!! aku tidak akan memaafkan mu, karena kamu sudah membunuh anak ku, lebih baik kamu bersujud di kakiku dan meminta maaf dari pada kamu mati" ucap Ling Rhou.


"hahaha... dari mana keberanian mu menyuruh seorang Dewa untuk bersujud di kakimu, kamu begitu bodoh" ucap Damse.

__ADS_1


"Baiklah jikalau itu mau mu" Ling Rhou Kemudian mengeluarkan sebuah token berwarna hitam dan memecahkan token hitam tersebut.


setelah token hitam hancur tiba-tiba langit berubah menjadi merah, muncul sebuah lingkaran seperti formasi portal, tetapi mengeluarkan cahaya merah yang turun dari langit seperti sebuah pilar.


Sesaat setelah muncul cahaya tersebut, muncul juga seorang pria bertubuh kekar yang keluar dari portal itu, pria tersebut mengeluarkan aura membunuh yang begitu pekat.


"Siapa orang itu, kenapa aura orang tersebut mirip dengan Mammon, sebelum menghadapinya aku harus membunuh si tua Bangka itu dulu" batin Damse.


Damse lalu menghilang dari tempatnya lalu muncul di belakang Ling Rhou, "mati" Damse lansung menebas tubuh Ling Rhou hingga menjadi potongan-potongan kecil, setelah itu Damse kembali menghilang dan muncul di samping Fanny.


"Ayo kita pergi" Damse memeluk Fanny dan langsung melakukan teleportasi ke kediaman Cullet.


Setelah tiba di kediaman Cullet Damse, lansung membuat Array pelindung tingkat tinggi, Damse juga pergi ke kediamannya di gunung Gilima untuk membawa kedua orang tua Fanny ke kediaman Cullet.


Setelah pergi mengamankan orang tua Fanny Damse langsung kembali ke tengah kota Garrat, setibanya di sana Damse melihat ratusan monster berjatuhan dari langit, monster-monster itu keluar dari portal yang tercipta oleh Ling Rhou.


Rata-rata monster yang keluar berkata di tingkatan Immortal sampai ranah dewa alam.


Monster yang berjatuhan menciptakan kawah-kawah besar, monster yang keluar dari dalam kawah lansung pergi menghancurkan apa saja yang ada, terutama bangunan-bangunan dan juga ada manusia yang telah terbunuh.


"Bahaya..! Semua monster ini kayak-nya di kendalikan dan juga ini terlihat seperti hari kiamat" batin Damse.


"Kalian semua keluarlah dan bunuh semua monster yang ada" Damse memerintahkan pasukan bayangan dan pasukan boneka setan miliknya.


"Nana matikan notifikasi sistem"


[Baik tuan, notifikasi sistem dimatikan]


Damse kemudian mengeluarkan pedang Rebellion dan mulai membunuh monster-monster tersebut.


"tebasan kematian" muncul siluet bulan sabit mengarah ke jutaan monster ranah Dewa.


Slash!!


Slash!!


Damse terus menebas setiap monster yang ada, Damse ingin sekali mengeluarkan Teknik penghancur massal tetapi Damse juga masih memikirkan para penduduk kota yang sedang berusaha menyelamatkan diri maupun bertarung melawan monster.

__ADS_1


Damse menghilang dan muncul di samping kepala monster, Damse kemudian menebas leher monster hingga terlepas dari tubuhnya, Damse melakukan teknik tersebut berulang-ulang.


Bersambung.


__ADS_2