Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Malam Sebelum Menikah


__ADS_3

"Hehehe.. yang pastinya itu merupakan hadiah spesial" ucap Xhin.


"Tunggu, maksudnya Xhin dan Lou Rin akan menikah?" Wu Jie bertanya.


Clatak!


"Benar, besok kita akan menikah" ucap Xhin menjentikkan jarinya.


"Selamat ya Rin, usaha mu selama ini tidak sia-sia" ucap Wu Jie sambil memeluk Lou Rin.


"Ehm.. jadi selama ini Rin sudah menyukai ku" ucap Xhin.


"Benar, asal kamu tahu ya Xhin, sewaktu kamu menghilang Lou Rin sangat sedih, dia bagaikan hidup tanpa jiwa" ucap Wu Jie.


"Wu Jie!!" Teriak Lou Rin yang wajahnya memerah.


"Aku sudah tahu selama ini Rin menyukai ku" ucap Xhin seperti orang tanpa dosa.


Platak..


"Idih... Rin kenapa kamu selalu memukul kepala ku" ucap Xhin.


"Tunggu aja aku akan membuat perhitungan denganmu setelah ini" ucap Lou Rin.


"Memangnya aku ada salah sama kamu Rin'er" ucap Xhin memegang kepalanya Lou Rin dengan kedua tangan.


"Salah kamu itu, kamu sudah tau kalau aku menyukaimu tapi kenapa kamu tidak meresponnya!" ucap Lou Rin.


"apapun itu aku ada alasannya dan akan kuberi tahu nanti" jawab Xhin


"kalian bertiga aku dan Mao Le masuk ya, soalnya Mao Le mau pijitin aku" ucap Wu Jie sambil menarik tangan Mao Le, Mao Le yang kebingungan hanya mengikuti Wu Jie.


"Xhin, aku pijitin Wu Jie bentar ya, kasihan Wu Jie dari tadi mengeluh punggungnya sakit" ucap Mao Le.


Xhin hanya mengangguk sebagai jawaban untuk mereka berdua.


"Mao Le, kamu tunjukkan kamar untuk Long Ju" ucap Xhin.


Setelah itu mereka bertiga lansung masuk ke dalam rumah, kini tinggal Xhin dan Lou Rin sendirian.


"Xhin, kamu selama ini sudah tahu aku menyukai mu tetapi kamu tidak berbuat apapun" ucap Lou Rin.


"Aku juga menyukaimu, tapi aku memiliki seorang musuh yang sangat kuat bahkan lebih kuat dari seorang Dewa jadi aku tidak mau kamu terlibat" jawab Xhin.

__ADS_1


"Xhin, sebanyak apapun musuh mu, sekuat apapun musuh mu, aku tidak akan pernah meninggalkanmu" ucap Lou Rin lalu memegang tangan Xhin.


"Rin, sebenarnya aku sudah hidup sebanyak tiga kali, dan di kehidupan kedua aku bertemu musuh itu, waktu itu kekuatanku berada di tingkat kaisar dewa, aku bertarung dengannya dan dia yang membunuhku sehingga aku kembali reinkarnasi di kehidupan sekarang" ucap Xhin.


"Banyak jurus-jurus yang dulu aku kuasai tetapi setelah aku kembali hidup, aku tidak bisa menggunakan semua jurus-jurus itu, hanya sebagian kecil seperti kealihan membuat Pill, jurus pedang, ketujuh Jenis Api, petir merah yang tadi aku perlihatkan dan juga elemen Ice tingkat tinggi yang aku kuasai" lanjutnya.


"Jadi calon suamiku di kehidupannya yang sebelumnya sekuat itu! dan juga kenapa kamu bisa kalah dari musuh kamu itu" Ucap Lou Rin.


"waktu itu kami bertarung selama 10 bulan, aku juga sudah mulai kelelahan dan di saat aku lengah dia menyerangku, aku juga belas menyerangnya dan aku berhasil memenggal kepalanya, tapi tanpa aku sadari dia masih hidup dan dia menusuk jantungku" ucap Xhin bercerita.


"Aku sudah melihat kamu menggunakan empat jenis api dan coba kamu mengeluarkan tiganya lagi" ucap Lou Rin.


"Karena sekarang aku tidak bisa menggunakan energi spirit secara besar maka aku akan membuat api kecil" ucap Xhin.


Srubb!!


Xhin mengeluarkan api putih, sehingga tempat tersebut seketika menjadi terang.


"Xhin Api ini sangat panas" ucap Lou Rin.


Srubb!!


Xhin memunculkan api hitam di sebelah tangannya.


"Api hitam! ini api legenda Xhin, katanya api ini berada di neraka" Lou Rin begitu terkagum-kagum.


Xhin kembali berbatuk darah.


"Sudah Xhin hentikan saja, kamu belum sembuh" ucap Lou Rin.


"Sebentar, masih ada satu lagi" ucap Xhin.


Srubb!!


Xhin mengeluarkan api ungu.


"Ini adalah api terpanas di alam semesta, api ini lebih panas dari api Putih dan tidak bisa di padamkan seperti api hitam" ucap Xhin.


Sriiiigg!


Xhin kemudian buat setangkai mawar menggunakan elemen ice.


"Lou Rin, bunga ini adalah bentuk cintaku padamu, apakah kamu serius untuk seumur hidup dengan ku" ucap Xhin memberikan mawar ice.

__ADS_1


Seketika Lou Rin lansung memeluk Xhin "aku akan selalu mencintaimu untuk selamanya" ucap Lou Rin.


Mereka berdua kemudian berbaring sambil menatap langit malam yang penuh dengan ribuan bintang.


"Rin, terima kasih buat segalanya" ucap Xhin.


"Maksudnya, kenapa kamu berterima kasih kepada ku" Lou Rin bertanya.


"Demi menyembuhkan titik Meridian ku yang tersumat, kamu relah menikah denganku" ucap Xhin.


"Semua yang aku lakukan selama ini tulus, karena aku sudah menyukai mu sejak lama, tapi jikalau setelah kita menikah kamu bebas kok, aku tidak akan pernah melarang mu untuk pergi dan aku cuman mau bilang, janganlah kamu lupa untuk pulang, karena aku akan selalu menunggumu" ucap Lou Rin.


"Sini lebih dekat" ucap Xhin.


Lou Rin lansung meletakan kepalanya dibatas tangan Xhin sebagai bantal.


Lama mereka berdua menikmati keindahan langit malam yang penuh dengan bintang, Xhin kini menyadari Lou Rin telah tertidur sambil memeluknya.


Xhin lansung menggendong Rin dan membawanya ke dalam kamarnya kemudian membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Xhin lalu berbaring sambil memeluk Lou Rin, keduanya kini tertidur.


Paginya Lou Rin telah bangun dan menyadari akan melakukan pernikahan di sore hari.


"Xhin bangun" ucap Lou Rin menggoyangkan badan Xhin.


Xhin kemudian membuka matanya, karena masih mengantuk Xhin lansung menarik tangan Lou Rin sehingga membuat Lou Rin terjatuh menindih tubuh Xhin, Xhin lansung memeluk Lou Rin.


"Biarkan aku memelukmu sebentar lagi, aku masih mengantuk" ucap Xhin.


Lou Rin tidak berbuat apapun dan hanya tertidur di atas tubuh Xhin hingga beberapa saat.


tanpa disadari kini Lou Rin juga kembali tertidur di atas tubuh Xhin.


"Ayo bangun jangan sampai kita telat loh" ucap Xhin membangunkan Lou Rin.


Setelah itu mereka berdua lansung bangun dan mandi, mereka berdua mandi secara bergantian karena Lou Rin tidak terbiasa mandi bersama lelaki walaupun sebentar lagi ia akan menikah dengan Xhin.


Setelah selesai mandi mereka berdua turun ke bawah dan mendapati Long Ju, Mao Le dan Wu Jie sedang menunggu mereka berdua untuk sarapan.


Setelah sarapan mereka berlima lansung menuju ke kediaman keluarga Lou, kediaman keluarga Lou kini telah di persiapkan untuk mengadakan upacara pernikahan.


Begitu banyak meja dan kursi telah di tata rapih, banyak orang sedang melakukan persiapan pernikahan.

__ADS_1


Lou Rin dan Xhin kemudian di persiapkan untuk melangsungkan pernikahan, Xhin dengan setelan putih yang memiliki corak Phoenix berwarna Emas sedangkan Lou Rin menggunakan Gaun putih, mereka berdua terlihat sangat serasi.


.


__ADS_2