
"Tidak apa-apa, lagian hawa dingin seperti ini tidak dapat melukaiku" ucap Xhin.
Fhuuusss!!!!
Xhin sambil melepaskan gelombang angin dingin yang sangat kuat dari tubuhnya, dalam sekejap lansung tercipta lapisan es abadi di dinding goa, melihat hal itu Phoenix es lansung tercengang.
"Yang mulia, kita berdua memiliki penguasaan elemen Es tahap puncak, tetapi aku merasakan elemen Es milik yang mulia seratus kali lebih kuat dariku" ucap Phoenix Es.
"Ya.. tentu saja, karena aku memiliki elemen Es abadi dan tidak akan mudah dihancurkan" jawab Xhin.
Srubb!!
Sruubb!!
Sruubb!!
Xhin juga memunculkan satu persatu jenis api miliknya, lapisan Es abadi milik Xhin juga mencair, setelah kemunculan semua jenis api milik Xhin.
Mata Phoenix Es terbalak saat melihat jenis api milik Xhin, yang membuat dia kagum yaitu Xhin memiliki api Ungu tetapi api yang terakhir dimunculkan oleh Xhin juga membuat Phoenix Es menjadi bingung.
"Yang Mulia, api jenis apa itu... Kenapa aku merasakan api itu lebih panas dari api Ungu" ucap Phoenix Es.
"Itu adalah api bintang, api tingkat semesta, api bintang merupakan gabungan dari semua inti api yang aku miliki" jelas Xhin.
"Terima kasih yang mulia Raja, izinkan saya melayani anda dengan menjadi pelayan anda yang Mulia Raja" ucap Phoenix Es.
"Baiklah, karena itu yang aku inginkan" jawab Xhin.
"Terima kasih yang mulia Raja, ini inti darah milikku, silahkan yang mulia terima sebagai tanda ikatan tuan dan Beast spirit" ucap Phoenix Es yang mengeluarkan Inti darah miliknya.
Xhin lansung memasukan inti darah Phoenix Es kedalam tubuhnya, Seketika tubuh keduanya lansung bercahaya.
[Selamat, tuan telah mendapatkan Beast Suci Phoenix Es sebagai beast spirit milik tuan]
"Ikatan tuan dan Beast spirit telah selesai, Yang mulia bisa memanggilku kapan saja karena aku berada di dalam tubuh Mulia" ucap Phoenix Es lalu menghilang masuk ke Dunia jiwa milik Xhin.
"Phoenix Es, aku sekarang menamai mu Kiko" ucap Xhin.
"Terima kasih tuan telah memberikan aku sebuah nama, aku sangat senang diberi nama oleh yang Mulia" jawab Phoenix Es.
"Kiko, kenapa kamu dikurung di sini" ucap Xhin bertanya.
"Yang mulia, itu karena dulunya saat aku masih berada di tingkat Kaisar Dewa, Dewa Cahaya meminta bantuan ku untuk mengambil Galaxy ore di tahap terakhir, akan tetapi saat memasuki tempat ini aku kembali berevolusi lalu naik ke tingkat Heavenly Immortal, karena aku telah melangkah ke tingkat Heavenly Immortal jadi aku tidak lagi dapat mengambil Galaxy ore, karena kesal dewa cahaya lansung mengurungku di sini selama jutaan tahun" jelas Kiko.
"Tapi yang Mulia, aku adalah anak dari Raja ras Phoenix, apakah yang Mulia sudah bertemu dengan ayahku" ucap Koko bertanya.
"Tidak... Aku tidak menemukan Ayahmu, karena ras Phoenix dan Ras naga berperang jutaan tahun yang lalu hingga kedua ras tersebut musnah, dan darah milik Ras naga dan Ras Phoenix aku dapatkan di dalam kolam darah di Goa Naga" jawab Xhin.
__ADS_1
Mendengar ucapan Xhin, Kiko lansung terdiam, tetapi sesaat kemudian 9dia lansung berterima kasih karena Xhin lah yang mewarisi darah ayahnya.
Saat Kiko masuk kedalam tubuh Xhin, perlahan energi dingin di daratan level dua mulai menghilang, tetapi lapisan es tebal masih menutupi daratan tersebut.
"Kiko, kamu lebih baik memilih untuk menguasai Es abadi milikku, agar kekuatanmu dapat meningkatkan berkali-kali lipat" ucap Xhin.
"Baik Yang Mulia, aku juga ingin menguasai Kekuatan Es abadi milik Yang Mulia" jawab Kiko.
"Kalian semua bangkitlah dan tunduk kepadaku"
Xhin langsung membangkitkan lima orang yang telah dia bunuh.
"Hormat kami Yang Mulia Raja" ucap mereka berlima serempak.
"Masuklah ke dalam bayanganku" ucap Xhin.
Mendengar ucapan Xhin, mereka berlima lansung melesat masuk kedalam bayangan Xhin.
"Tuan, teknik apa itu... aku baru pernah melihat teknik sekejam itu dengan membangkitkan orang telah mati menjadi bawahan sendiri" ucap Kiko.
"Teknik itu berasal dari job bawahan yang aku warisi sejak lahir, namanya yaitu job Necromamcer" jelas Xhin.
"Apakah tuan berasal dari Ras Necromamcer, eh... maaf tuan karena aku telah lancang menanyakan tentang kehidupanmu" ucap Kiko.
"Tidak apa-apa, dan juga aku tidak berasal dari ras Necromamcer, aku hanya seseorang yang berasal dari ras manusia yang telah menjadi dewa" jelas Xhin.
Swuuss!!!
Braakkk!!!
Xhin langsung tebangan menembus langi-langit goa, setelah berada di luar goa Xhin lansung terbang menuju puncak gunung Pedang.
Dengan kecepatan terbang maksimal, Xhin terlihat seperti melesat membela udara.
Bahkan gelombang angin tercipta sangat kuat, saking cepatnya kecepatan Xhin membuat permukaan es menjadi hancur menciptakan garis lurus sepanjang arah dia terbang.
Hanya butuh waktu tiga puluh menit baginya untuk sampai ke puncak gunung, saat tiba di sana terlihat anggota timnya dan tim Shan Dro sedang bertempur melawan beberapa tim dari berapa Sakte kecil yang bekerja melawan mereka.
Jumlah mereka hampir mencapai lima ratus lebih, melawan teman-teman Xhin yang hanya berjumlah sembilan orang.
Tetapi walaupun jumlah mereka sembilan orang, mereka telah merenggut puluhan nyawa dari berbagai tim yang bekerja sama untuk menyingkirkan mereka.
Swoos!!!
Braakk!!
Braak!!!
__ADS_1
Xhin langsung melepaskan Aura Kaisar 6 hingga mengakibatkan satu persatu dari mereka mulai berjatuhan.
"Aura Kaisar Dewa! Bagiamana bisa dia naik secepat itu, atau kah selama ini dia menyembunyikan tingkat pelatihannya" batin Shan Dro.
"Apakah kalian semua ingin melawan kami murid sakte Petir Langit?, Tidak Perlu kami bersepuluh untuk melawan kalian, aku saja sudah cukup" ucap Xhin menghilangkan tekanan Aura intimidasi.
"Aku janji akan menghadiahkan kematian tercepat bagi kalian" lanjutnya
"Rebellion"
Xhin langsung mengeluarkan pedang Rebellion, saat pedang Rebellion dikeluarkan mereka semua merasakan kengerian yang luar biasa akan Aura kematian.
Swuss!!
Bahkan terlihat puluhan orang muntah darah, Xhin seketika menghilang dari pandangan mereka semua dan yang terlihat hanyalah gelombang angin yang menghembuskan debu di tempat Xhin berdiri sebelumnya.
Slash!!
Slash!!
Slash!!
Satu persatu kepala peserta yang bersekutu melawan Xhin dan teman-temannya jatuh menggelinding di atas tanah, tanpa mengetahui dari mana asal serangan yang menebas kepala mereka.
Saat mereka merasakan angin menerpa wajah mereka, dan di saat itulah pandangan mereka berputar lalu melihat tubuh mereka sendiri, yang ternyata mereka terlambat dari kalau mereka telah mati dengan kepala terpisah dari tubuh mereka sendiri.
Terlihat genangan darah mulai mengalir menutupi tempat tersebut, tidak ada yang dapat melarikan diri dari kematian yang Xhin janjikan.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
__ADS_1
^^^Bersambung... :)^^^