
Zuge Sha juga mengerti kalau setelah Xhin membunuh Wun Baie maka cincin penyimpanan akan di ambil olehnya, jadi Zuge Sha dapat mengerti penjelasan dari Xhin.
Sedangkan Bio Bio ditugaskan Xhin untuk menjadi juru masak di Kedai Dahaga yang baru, dia juga ditugaskan untuk mengajar semua juru masak yang sebelumnya bekerja untuk Zuge Sha dan agar bisa membangun restoran lainnya.
Ada juga warga desa yang Xhin rekrut untuk bekerja di kedai Dahaga, Zuge Sha sempat berkata kalau tempat ini cukup besar dan mewah untuk seukuran kedai, tetapi Xhin berkata kalau dia telah berjanji untuk tetap menggunakan nama yang sebelumnya.
Untuk papan nama kedai Xhin mengukirnya dengan menggunakan energi spiritual dan esensi api emas sehingga aura yang dikeluarkan terkesan menyejukkan tubuh dan jiwa bagi kultivator yang membacanya.
Sedangkan kedua kakak beradik Wang Saira dan Wang Sira di tugaskan untuk membantu Bio Bio di kedai Dahaga.
Xhin bertanya kepada Wang Saira yang sedang duduk tidak jauh di depannya, "Wang Saira, apakah kamu tahu rumah sesepuh yang semalam berlindung di sini"
Mendengar pertanyaan dari Xhin, Wang Saira dengan cepat menjawabnya, "saya tau rumah sesepuh itu tuan"
"Baguslah, tolong antakan aku ke rumah sesepuh itu" jawab Xhin berjalan keluar dari kedai, tapi sebelum keluar Xhin juga berkata kepada parah bawahnya, "kalian semua persiapkanlah apa yang harus kalian kerjakan dan juga jangan lupa menyewa beberapa orang untuk menyebarkan informasi tentang Kedai Dahaga yang baru dibuka, lebih banyak orang yang kalian sewa lebih bagus untuk memasarkan tempat ini" ucap Xhin berjalan keluar dari Kedai Dahaga.
Xhin kemudian pergi bersama Wang Saira ke rumah kakek tua, Xhin berjalan duluan dan di susul oleh Wang Saira sambil memandu jalan dari belakang.
Setibanya di ujung desa Xhin dapat melihat sebuah gubuk tua yang sudah hampir roboh di dekat pohon apel, mereka berdua lansung menuju ke gubuk tersebut.
Tok.. tok.. tok..
Xhin mengetuk pintu rumah itu, tidak lama kemudian keluar seorang sesepuh yang dimaksud oleh Xhin.
Sesepuh itu menatap kedua orang yang berada di depan rumahnya itu, dia dapat mengenali keduanya karena Wang Saira merupakan penduduk desa tersebut dan juga pemilik Kedai Dahaga sebelumnya jadi semua orang yang berada di desa itu dapat mengenalinya, sedangkan Xhin dapat ia kenali karena peristiwa semalam.
"Ada keperluan apa tuan muda datang ke tempat orang tua ini" ucap sesepuh sambil menatap ke arah Xhin.
"Salam senior, kedatangan ku ke sini karena ingin merekrut anda menjadi bawahanku" ucap Xhin lansung ke intinya.
"Hahaha... Apakah anda tidak salah anak muda, apakah orang tua yang sudah sekarat ini masih bisa bekerja? Untuk mencari makan buat mengisi perut tua ini saja sudah sangat sulit, apalagi memegang pedang untuk bertarung" jawab sesepuh itu yang sudah mengetahui maksud dan tujuan kedatangan Xhin.
"Tiap hari berbatuk darah, saat merasakan hawa dingin maka dada akan terasa sesak, hanya bisa menggunakan setengah energi spiritual pada awal sakit dan akan bertambah parah setiap tahunnya. Semakin hari tingkat pelatihan mulai merosot dan tidak menutup kemungkinan akan menjadi cacat. Apakah senior mengalami luka Dao?" Ucap Xhin mendiagnosis penyakit sesepuh tersebut.
__ADS_1
"Bagimana bisa kamu bisa tau? Apakah kamu seorang alkemis anak mudah?" Ucap sesepuh bertanya.
"Benar senior, aku merupakan seorang alkemis jadi bisakah aku mengobati senior? Hitung-hitung saja sebagai bayaran awal untuk berkerja denganku" ucap Xhin.
"Hahah... hal lucu apa yang kamu bicarakan, asalkan kamu tau anak muda, dewa alkemis dan tabib dewa saja tidak mampu menyembuhkannya.. apalagi kamu yang berumur ujung jagung ini" balas sesepuh tersebut.
"Semua luka fisik memang bisa di sembuhkan, anggota tubuh yang putus bisa di pulihkan selamat anggota tubuh yang putus itu bukan oragan vital, tapi luka Dao tidak pernah bisa disembuhkan dari jaman Kaisar Dewa langit pertama sampai sekarang" balas sesepuh tersebut.
"Begini saja senior, kalau aku bisa menyembuhkanmu maka kamu harus menjadi pengikut ku, sedangkan kalau aku tidak bisa menyembuhkanmu kamu bebas menghukumku dan kalau aku tidak bisa menyembuhkanmu maka aku juga akan membayar satu juta batu Roh kualitas tinggi. Bagimana apakah senior setuju dengan tawaran ku" ucap Xhin yang ingin meyakinkannya.
"Kakek San Tong, alangkah baiknya biarkan tuan mencobanya, kakek San Tong juga tidak dirugikan dan juga kalau ternyata tuan bisa menyembuhkan mu maka kakek San Tong tidak menderita lagi" sahut Wang Saira yang juga meyakinkan sesepuh tersebut.
"Baiklah, dengan syarat yang kamu katakan tadi" jawab sesepuh Dan Tong.
"Tenang saja senior, aku tidak akan mengingkari janjiku" jawab Xhin.
"Silahkan masuk dulu ke dalam anak muda, akan lebih baik kalau tubuh tua ini berbaring saat di obati" ucap sesepuh San Tong.
"Tidak sesepuh, cara pengobatan yang akan saya lakukan sangat ekstrim, jadi tidak bisa digunakan di dalam rumah" jawab Xhin berjalan ke lapangan kosong yang tidak jauh dari gubuk tua itu, "aku akan mengobati mu di sini senior, tempat ini lebih baik dari pada di dalam rumah" ucap Xhin setelah dia menghentikan langkah kakinya tepat di atas lapangan kosong.
"Senior duduklah" ucap Xhin yang hanya di ikuti oleh Sesepuh San Tong.
"Penglihatan Naga, aktif"
Xhin lansung mengaktifkan mata naga untuk melihat lebih detil kondisi tubuh sesepuh San Tong.
"Mata Naga? Aku sudah menduganya kalau itu mata klan naga, apakah anak ini berasal dari ras naga kuno yang sama seperti pak tua Long Qiong" batin sesepuh San Tong
"Seluruh jalur meridian telah hancur tapi dantian masih berfungsi dengan baik, penyumbatan pada pembuluh darah, beberapa organ dalam terluka, tulang juga terinfeksi semacam racun yang disebabkan oleh seringkali menggunakan tanaman spiritual gingseng tatusan tahun secara langsung tanpa di olah terlebih dahulu" jawab Xhin setelah memeriksa kondisi tubuh Sesepuh San Tong lebih teliti.
Mendengar jawaban Xhin setelah memeriksa kondisi tubuhnya, Sesepuh San Tong lansung tertawa,
"Hahah... sudah separah itu yah, apakah kamu masih yakin untuk menyembuhkan ku, belum lagi luka Dao yang saya alami"
__ADS_1
Mendengar perkataan sesepuh San Tong Xhin seketika tersenyum lebar, "Lihatlah baik-baik cara aku mengobati mu senior dan jangan lupa menjadi pengikutku" ucap Xhin yang diakhiri dengan kemunculan api emas di kedua tangannya.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
__ADS_1
|
^^^BERSAMBUNG... ^^^