
[Karena tiga elemen milik tuan telah mencapai pemahaman elemen tingkatan tertinggi yaitu tingkat Ilahi, maka dari itu ketiga elemen telah melebur dengan jiwa milik tuan, dan syarat untuk melebur elemen dengan jiwa yaitu harus memiliki tiga elemen atau lebih yang berada di tingkatan ilahi]
"Kenapa makin jauh makin ribet ya.. yah sudalah yang penting semuanya demi kebaikan ku" gumam Damse
"Dam cepat kesini" Damse mendengar teriakan Fanny.
"Gawat Fanny telah lama menunggu ku" Damse lansung menghilang dan muncul di ruang makan.
"Damse!! sekalian aja kamu membuat ku menunggu sampai besok" Fanny memarahi Damse.
"Maaf ya.. sayang, sudah membuatmu menunggu" ucap Damse sambil menunjuk smile eyes.
"Kenapa sih perempuan suka begitu, tidak di Bumi di Abyss semua sama, nungguin sebentar aja bilang lama, lah aku yang nungguin sampai habis berdandan berjam-jam saja nggak bilang lama" Batin Damse yang masih menunjukkan smile eyes.
"Ayo makan" Fanny menyiapkan makanan kedalam piring Damse.
Setelah makan Damse mengajak Fanny untuk jalan-jalan.
"Fan kita jalan jalan yuk, udah lama kita berdua ngga pernah beristirahat menghabiskan waktu bersama." Damse mengajak
"Ayok... Emangnya kita mau kemana" Fanny bertanya.
"Entahlah yang penting kita berdua pergi refreshing, bagimana kita ke bar" Damse
"Terserah kamu aja, ayo cepat mandi" ucap Fanny.
Setelah selesai mandi mereka berdua langsung menuju ke bar tengah kota Garrat, bar tersebut dimiliki oleh Fraksi iblis api.
__ADS_1
Setelah mereka memasuki pintu, tatapan Damse mengarah ke arah seorang pria yang tak lain adalah Ling Tian, setelah kejadian sewaktu pernikahan Fanny dan Damse, Ling Tian mulai tersadar dari sifat serakahnya, kini sifat Ling Tian telah berubah dan pertemanan mereka lebih dekat, akan tetapi Fanny masih saja menyimpan dendam kepada Fraksi iblis api.
"Hay Broo.. lama kita tidak berjumpa, hay Fanny kamu makin cantik saja, malam ini aku bayarin pesan aja sepuasnya" ucap Ling Tian.
"Makasih atas traktirannya" ucap Damse sambil tersenyum.
Mereka bertiga menikmati arak begitu lama sambil berbagi cerita, tiba-tiba seorang pria berpakaian hitam memasuki bar tersebut, pria tersebut lansung menuju ke arah Damse, Fanny dan Ling Tian berada..
"Salam paman Peng, selamat datang kembali, Damse perkenalkan ini adalah Pamanku Ling Peng tetua kedua Fraksi iblis api" Ling Tian berdiri menyapa pamannya yang baru datang setelah menyelesaikan pelatihan tertutup.
"Salam kenal paman, saya temannya Ling Tian, nama saya Cullet Damse" Damse memperkenalkan dirinya.
"Salam kenal paman, saya Istrinya Damse, nama saya Cullet Fanny" Damse memperkenalkan dirinya.
Raut wajah Ling Peng berubah seketika saat mendengar Marga Cullet.
Damse yang menyadari perubahan tingkah dari Ling Peng lansung menjadi curiga, tetapi Damse kembali beranggapan bahwa Ling Peng merasakan adanya energi yang sangat besar dalam dirinya jadi Ling Peng menjadi ketakutan.
"Cincin yang sangat bagus paman, dari mana paman mendapatkannya, aku juga ingin memiliki cincin seperti itu." ucap Damse
Mendengar pertanyaan Damse seketika Ling Peng menjadi panik, akan tetapi dia tetap berusaha tenang dengan mencari alasan untuk menjawab pertanyaan tersebut.
"Tidak kok hanya pemberian dari seorang teman lama" ucap Ling Peng memberikan alasan.
"Baiklah kalian lanjutkan paman akan masuk sebentar" ucap Ling Peng.
"apakah paman Peng tidak ingin bergabung dengan kami" ucap Damse kemudian.
__ADS_1
"Sial.. apa mungkin dia adalah anaknya si Frank, sepertinya dia harus ku habisi hari ini, sebelum dia melaporkan kepada si tua Bangka itu" batin Ling Peng.
Ling Peng telah mengetahui tentang kekuatan Fraksi Naga Hitam yang sekarang, terutama kekuatan kakek Rolland dan juga cucunya itu, walaupun Ling Peng tidak tahu bahwa Damse adalah cucu dari kakek Rolland yang membawa perubahan besar kepada Fraksi Naga Hitam sehingga bisa mencapai Ranking satu Fraksi.
"Ling Tian kita balik dulu ya, hari sudah menjelang malam" ucap Damse lalu mereka berdua keluar.
Setelah mereka berdua keluar, Damse hendak melakukan teleportasi tetapi Fanny ingin mereka berdua menikmati perjalanan pulang dengan cara terbang, Damse hanya mengiyakan permintaan istrinya tersebut, Mereka berdua kemudian berjalan keluar bar dengan Fanny yang memeluk lengan Damse.
Mereka berdua hendak terbang menuju gunung Gilima akan tetapi terdengar suara dari depan bar, suara yang tadi didengar oleh Damse sewaktu berada di dalam bar.
"Kau kah itu!" Ling Peng berteriak membuat Damse dan Fanny terdiam sejenak.
"Apakah kamu anak dari Frank Cullet" teriak Ling Peng melanjutkan.
Damse yang mendengar suara tersebut lansung mengarahkan pedangnya ke arah suara itu "benar paman ayah saya bernama Frank Cullet, apakah paman temannya ayah saya?, Tetapi Ayah saya sudah menghilang beberapa tahun yang lalu Bersama ibu saya"
"Iya saya tahu" ucap Ling Peng
"karena saya yang telah membunuhnya... dan cincin ini milik si sampah Frank, saya juga menikmati tubuh Gina beberapa tahun tetapi dia malah mengakhiri hidupnya karena terlalu senang dengan siksaan yang saya berikan setiap kali menjamah tubuhnya" lanjutnya
Ling Tian dan para bawahan Fraksi iblis api yang mengikuti Ling Peng dari belakang menjadi terkejut dengan perkataan pamannya itu, Ling Tian begitu ketakutan saat melihat perubahan tubuh Damse.
"Binatang... Jadi kamu yang telah membunuh orang tuaku, kamu juga telah menyiksa ibu dasar biadab." Damse yang terbawa emosi mengeluarkan aura kematian begitu pekat, aura kematian yang dikeluarkannya membuat bawahan Ling Tian yang memiliki tingkat kultivasi rendah mati seketika.
Perlahan tubuh Damse diselimuti api biru, Fanny begitu terkejut saat mendengar hal tersebut, kali ini Fanny tidak akan melarang Damse untuk membunuh atau memusnahkan Fraksi Iblis api.
"Kamu cepat kirim pesan kepada ayahku untuk meminta bantuan" Ling Tian yang merasakan bahaya, langsung menyuruh seorang bawahan yang tersisa untuk mengirim pesan kepada ayahnya untuk datang membantu bila perlu membawa seluruh anggota Fraksi.
__ADS_1
"Kekuatan macam apa ini, bagimana anak seusianya bisa memiliki aura kematian begitu pekat, Tian'er kenapa anak ini memiliki aura kematian begitu pekat" Ling Peng bertanya.
"Paman, Damse sekarang berada di puncak tingkatan kultivasi, paman sudah menyinggung orang yang salah dia itu seorang Monster, aku sudah mengirim pesan kepada ayah untuk meminta bantuan, mungkin 15 menit akan sampai, akan tetapi yang saya kawatiran adalah tidak ada yang bisa mengalahkannya." jawab Ling Tian