Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Berkunjung di Kerajaan Elf


__ADS_3

Mao Le dan Zhu Lian menjadi terkejut melihat Ratu yang berbuat demikian.


"Ibu, apa yang ibu lakukan? ibu itu seorang Ratu dan Dewa apa yang ibu maksud" ucap Zhu Lian.


"Aneh... ibu tidak seperti biasanya, dia tidak akan pernah berlutut kepada siapapun, tapi kenapa dihadapan Xhin ibu mertua tidak terlihat ragu untuk berlutut" batin Zhu Lian.


"Ratu, anda tidak Perlu berlutut, aku yang sekarang hanya memiliki tubuh Fana jadi Ratu tidak usah memperlakukanku seperti seorang Dewa" ucap Xhin Mentelepati Ratu Nuwa.


"Xhin, sejak kapan kamu itu seorang Dewa, kamu dulunya sering berkata kamu itu seorang jenderal malah sekarang menjadi Dewa" ucap Mao Le.


"Mao Le, apakah kamu tidak merasakan aneh saat aku mengeluarkan jurus-jurus mengerikan, kamu akan menyadarinya nanti" ucap Xhin.


"iya sih, aku selalu melihatmu menggunakan jurus-jurus yang sangat luar biasa, tapi kamu tetaplah Xhin saudaraku" ucap Mao Le.


"Lian'en, suruh pelayan untuk menyiapkan makanan untuk menjamu tuan Xhin" ucap ratu.


"baik ibu" singkat Zhu Lian.


"Ratu-"


"Panggil saya saja Nie Nuwa, dan sebelumnya saya ingin berterima kasih karena tuan Xhin sudah mau membantu kedua Putriku" ucap Ratu Elf memotong ucapan Xhin.


"Tidak usah berterima kasih Ratu Nuwa, aku memang membenci orang-orang yang seperti itu, karena aku juga pernah mengalaminya sewaktu kecil" Ucap Xhin.


"Tuan Xhin, maaf sebelumnya karena aku tidak bisa menjamu tuan Xhin yang lebih baik dari ini, kami kerajaan Elf Hijau kini sedang dalam peperangan jadi saya harap tuan Xhin bisa mengerti" ucap Ratu Nuwa dengan suara yang terdengar sedikit bergetar.


"Tidak apa-apa Ratu Nuwa, aku juga mengerti keadaan Ratu Nuwa sekarang" Ucap Xhin.


"Ratu Nuwa, mungkin kami berdua mungkin akan menginap selama dua hari di sini, apakah ratu bisa" ucap Xhin

__ADS_1


"Aku sangat senang hari ini, impianku melihat seorang Dewa akhirnya tercapai, walaupun Dewa Xhin sekarang masih sangat lemah, jika aku bisa membantu Dewa Xhin, mungkin di masa depan dia bisa menjaga kami Ras Elf" batin Ratu Nuwa.


"Dengan senang hati saya mengijinkannya tuan Xhin, tetapi kami juga sedang bersiap-siap, karena Ras Elf Biru dari bulan lalu mulai menyerang kami Ras Elf Hijau, kami hanya bisa bertahan dengan Formasi pelindung yang melindungi kami, jadi aku mungkin tidak bisa menemani tuan Xhin karena sebagai seorang Ratu, aku harus membantu pasukanku " ucap Ratu Nuwa.


"Kenapa kalian bangsa Elf saling berperang, jikalau kalian terus berperang yang ditakutkan akan ada pihak ketiga yang ikut campur dan pada saat itulah kedua bangsa Elf akan sangat mudah di hancurkan" ucap Xhin.


"Bangsa Elf Biru ingin mengambil tanah kami, karena tanah bangsa Elf Hijau masih memiliki tiga pohon kehidupan dan mereka hanya tersisa satu, jadi mereka ingin merebut pohon kehidupan milik kami" ucap Ratu Nuwa.


"Pohon kehidupan?" Ucap Mao Le.


"Iya, pohon kehidupan sangat bermanfaat bagi kami bangga Elf, karena dengan pohon kehidupan kami dapat memperpanjang masa hidup kami selama ribuan tahun dan pohon kehidupan hanya bisa dipakai satu kali selama 100 tahun" ucap Ratu Nuwa.


"Mengapa pohon kehidupan bangsa Elf Biru hanya satu dan kalian memiliki tiga pohon?" Xhin bertanya.


"Kedua pohon kehidupan milik mereka telah mati akibat di serang Beast monster tiga ratus tahun yang lalu, semua karena ulah pangeran Ketiga Elf Biru, dia membunuh anak penguasa beast monster macan Hitam, jadi Pengusaha beast monster menyerang mereka bersama Ratusan beast monster lainnya, sehingga membuat Mereka mengalami kerugian yang sangat besar" ucap Ratu Nuwa menjelaskan.


"Dimana Putri Zhu Lian berada, kenapa dia belum datang" Ratu Nuwa bertanya kepada pelayan.


"Putri Zhu Lien telah sadar, mungkin sebentar lagi kedua Putri akan datang Ratu" ucap pelayan.


"Baiklah" ucap Ratu Nuwa.


Tak lama berselang, kini kedua Putri Zhu Lian dan Zhu Lien telah datang, mereka berdua selesai mandi, Terlihat mereka berdua sangat cantik bagaikan Dewi, mata Mao Le sampai tidak berkedip sekalipun saat melihat keduanya.


"Lien kamu sudah membaik, sini gabung bersama kami" ucap Ratu Nuwa.


"Baik ibunda Ratu" ucap Lien yang lansung duduk bersama mereka.


"Ibu, Siapa kedua manusia ini" lanjut Zhu Lien bertanya.

__ADS_1


"Mereka berdua yang menolong kita berdua saat hampir di culik tadi, yang ini namanya Xhin dan yang ini namanya Mao Le" ucap Zhu Lian menjelaskan.


"Terima kasih tuan, karena kalian sudah menolong kami, tapi kenapa kalian berdua tidak menculik kami" ucap Zhu Lien.


"Tidak-tidak, kami berdua tidak seperti manusia yang ingin menculik kalian, kami ini adalah manusia yang baik, kami juga ada murid sakte yang sedang menjalankan ujian, kami hanya kebetulan lewat dan melihat kalian berdua dalam kesulitan jadi kami menolong kalian" ucap Xhin.


"Aku tidak percaya dengan bangsa manusia, orang-orang kami selalu di culik oleh kalian" ucap Zhu Lian dengan wajah yang tampak acuh.


"Manusia ada yang baik dan ada yang jahat, tidak semua manusia itu sama.


Begitu juga kalian bangsa Elf, ada yang baik dan ada yang jahat" ucap Xhin.


"Bagiku, yang jahat tetapi jahat dan baik tetap baik, aku tidak pernah membeda-bedakan dia dari Ras apa, dia dari Ras mana, semuanya sama bagiku Aku hanya akan jahat jikalau keluarga atau orang-orang yang aku sayang menderita" ucap Xhin disela-sela makan.


"Aku sungguh kagum dengan pemikiranmu" ucap Zhu Lien.


"Jikalau kamu melihat Xhin saat membunuh orang, pasti kamu berpikir dia itu monster, begitu juga aku saat melihatnya membantai manusia yang ingin menculik kita, pergerakan Xhin bagaikan angin yang bertiup, tidak kelihatan tetapi bisa dirasakan" ucap Zhu Lian.


"Apakah kamu sehebat itu, kalau kamu siapa namamu tadi" ucap Zhu Lien sambil menatap Mao Le.


"Aku Mao Le, aku tidak sehebat Xhin, sampai sekarang aku belum membunuh seorang pun" ucap Mao Le.


"Apakah kamu tidak merasa takut saat melihat Xhin membunuh lawannya?" Putri Zhu Lien bertanya.


"Tidak, aku tidak takut, aku dan Xhin itu saudara jadi kami saling melindungi, dulu aku yang melindunginya dan sekarang dia yang melindungi aku" ucap Mao Le.


"Xhin, apakah kamu bisa mengajariku, aku tidak sehebat kakak dalam bertempur, aku memiliki elemen ice dan di bangsa Elf Hijau hanya aku pengguna elemen ice jadi tidak ada yang bisa mengajariku" ucap Zhu Lien.


"Sebenarnya aku pengguna pedang, tapi aku juga memiliki ini" ucap Xhin sambil membuat sebuah gelas dari elemen ice lalu menuangkan arak didalamnya.

__ADS_1


__ADS_2