
Setelah itu Xhin lansung terbang menuju ke Sakte Serigala Malam karena dia ingin memberitahukan tentang pulau mengambang kepada Lou Fang yang tidak lain adalah ayah mertuanya.
Setibanya gerbang Sakte Xhin lansung teringat saat pertama kali dia dan Mao Le datang bersama Lou Rin untuk masuk ke Sakte Serigala Malam.
Saat ingin melangkah melewati gerbang Sakte, Xhin tiba-tiba di cegat oleh salah seorang murid yang bertugas menjaga gerbang.
"Senior tidak bisa lewat... silahkan tunjukan lencana milik senior terlebih dahulu untuk memasuki Sakte Serigala Malam" ucap salah seorang murid yang bertugas menjaga gerbang, terlihat murid tersebut seperti murid baru yang bahkan tidak mengenali wajah Xhin.
"Apakah kamu tidak mengenali aku" ucap Xhin kepada murid sakte tersebut.
"aku tidak mengenal senior, walaupun aku kenal sama senior, senior tetap harus menunjukkan lencana sebelum memasuki sakte kami" jawab murid tersebut.
"Apakah aku kurang terkenal di sini" batin Xhin.
"Ini lencana milikku, aku juga murid senior di sini" ucap Xhin menunjukkan lencana emas miliknya kepada murid tersebut.
"Lencana ini... siapa orang ini, kenapa dia bisa memiliki lencana milik Kaisar Xhin. apakah dia itu Kaisar Xhin yang asli, tapi bagaiman.." ucapannya terhenti saat mendengar teriakkan salah seorang murid sakte Serigala Malam.
"Senior Xhin! Hei... kalian semua!! senior Xhin telah kembali" teriak salah murid yang melihat Xhin di gerbang Sakte.
Mendengar teriakkan itu, para murid lansung berhamburan menuju ke gerbang Sakte untuk melihat Xhin.
Banyak sekali murid-murid yang datang ke gerbang Sakte, kebanyakan dari mereka adalah perempuan.
karena mereka semua ingin melihat wajah Xhin yang tampan, baik yang sudah melihat atau belum pernah melihat wajah Xhin mereka semua lansung berdatangan. apalagi bagi mereka yang belum pernah melihatnya secara langsung.
Terlihat ada beberapa murid yang menceritakan tentang Xhin sambil berlarian menuju ke gerbang Sakte.
"Aku mendengar cerita dari beberapa senior yang mengatakan bahwa Senior Xhin adalah seorang legenda, dia sangat hebat bahkan dapat menjatuhkan seorang tetua yang berada di tingkat Tyran, walaupun dengan tingkat pelatihannya yang masih berada di tingkat Spirit Langit" ucap salah Seorang murid baru bercerita kepada temannya sambil melesat menuju ke gerbang Sakte.
"Wah... Sangat hebat" Jawab teman dari murid baru tersebut.
"benar... apakah kalian tahu, senior Xhin menyatukan ke empat kerajaan di benua tengah hanya dalam 1 hari, coba bayangkan seberapa kuat dia" ucap teman mereka yang satunya.
Setibanya di sana, mereka semua hanya terbengong sambil melihat Xhin.
Xhin menggunakan jubah hitam dengan corak merah terukir di beberapa bagian, dengan kulitnya yang sangat putih cerah dia terlihat sangat tampan dengan pakaian apapun yang dia kenakan.
"Apakah itu senior Xhin, wajahnya sangat tampan" ucap beberapa perempuan yang baru saja tiba di gerbang Sakte.
"Hahah... Hei jangan menghayal terlalu tinggi, kalau jatuh nanti nangis. senior Xhin sekarang telah menjadi kaisar, mana mungkin orang sepertimu bisa bersanding dengannya, apalagi sang kaisar memiliki kedua istri yang sangat cantik melebihi kalian semua." ucap salah seorang murid pria setelah mendengar perkataan sekelompok perempuan yang berada tidak jauh darinya.
****
__ADS_1
Xhin juga agak terkejut melihat banyak sekali murid-murid yang berdatangan untuk melihatnya, saking banyaknya sampai-sampai jalan menjadi penuh.
"apakah aku boleh lewat" ucap Xhin berjalan mendekati kerumunan orang. mendengar ucapan Xhin mereka semua mulai membuka jalan baginya.
Xhin lansung berjalan menembus kerumunan menuju ke kediaman Master Sakte dan mereka semua membuka jalan bagi Xhin untuk lewat. banyak sekali murid-murid perempuan yang tergila-gila dengan ketampanan Xhin, akan tetapi Xhin tidak menghiraukan mereka dan terus berjalan.
Lou Fang sebagai master Sakte dan beberapa master lainnya sangat terkejut dengan suasana yang tampak tidak biasa tersebut.
"Apa yang terjadi, apakah ada yang memulai perkelahian" batin Lou Fang sambil melihat dari jauh ke arah kerumunan di gerbang Sakte.
Akan tetapi pandangannya perlahan tertuju pada salah seorang pemuda yang tampak tidak asing baginya.
"Xhin! apakah itu menantuku Xhin" batin Lou Fang.
"benar itu Xhin" lanjutnya setelah melihat Xhin yang sudah berada tidak jauh darinya.
Setibanya di kediaman Master Sakte, Xhin lansung di sambut oleh ayah mertuanya, yang tidak lain adalah Lou Fang.
"Menantu bagimana keadaanmu, apakah cucuku sehat-sehat saja" ucap Lou Fang.
"Aku baik-baik saja ayah mertua, dan cucumu baik-baik saja. Ayah mertua, aku ada sesuatu yang sangat bagus untuk mu" jawab Xhin.
"Hal bagus apa itu yang membuat menantuku yang sangat hebat ini datang kemari" ucap Lou Fang.
"Benarkah, Pulau itu kedengarannya sangat bagus dan apa nama pulau itu" balas Lou Fang.
"Pulau mengambang... namanya pulau mengambang ayah mertua, tempat itu sangat jauh dari sini. tetapi aku sudah membuat formasi teleportasi di pulau itu, aku hanya tinggal membuat satu lagi di tempat ini" ucap Xhin.
"Pulau mengambang, tapi itu kan pulau yang hilang ratusan ribu tahun yang lalu, bagimana kamu bisa menemukannya" ucap Lou Fang bertanya.
"aku tidak sengaja menemukannya saat melewati tempat tersebut" jawab Xhin.
"Baiklah.. terima kasih menantuku, Sakte Serigala Malam sangat beruntung memiliki murid sepertimu, tetapi sekarang aku mengangkat mu menjadi salah satu pelindung sakte, apakah kamu bersedia" ucap Lou Fang.
"Tidak masalah ayah mertua, tapi kedatanganku juga bukan tentang pulau mengambang saja" balas Xhin.
Mendengar ucapan Xhin, Lou Fang lansung mengangkat sebelah alisnya "Hal menarik apalagi yang akan kamu katakan menantuku" ucap Lou Fang yang penasaran.
"Tidak... ini bukan hal menarik ayah mertua, ini adalah kabar buruk" ucap Xhin.
"Kabar buruk?" balas Lou Fang.
"Iya.. kabar buruknya yaitu aku akan pergi ke Dunia Dewa, entah berapa lama aku akan pergi tetapi yang pastinya akan sangat lama dan mungkin saja aku bisa mati di sana, jadi kedatanganku ke sini untuk mengucapkan salam perpisahan" ucap Xhin.
__ADS_1
"Apa... Kamu akan pergi ke alam Dewa, tapi bagaimana bisa" ucap Lou Fang dengan ekspresi terkejut.
"Benar ayah mertua.. aku akan pergi ke alam Dewa" Jawab Xhin.
"Kalau itu kemauan mu kami bisa apa, hati-hatilah menantuku, ingat anak dan istrimu dan jangan lupa pulang dengan selamat" ucap Lou Fang.
"Baiklah, aku pergi dulu ayah mertua, sampaikan salamku kepada ibu mertua dan semua murid" ucap Xhin lalu menghilang dari depan Lou Fang.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
^^^Bersambung... :)^^^
__ADS_1